
2 hari setelah kejadian di keluarga CHAN***
"Dan,Hellen dimana?"
"Kak,Nathan! aku juga tidak tau kak" cemas.
"Kamu,kan temannya"
"iya kak,dua hari ini aku terlalu sibuk,ngurus papa yang lagi sakit,jadi tidak tau kabar dia"
seketika hening tercipta***
"Yaudah deh kak,aku pamit dulu,mau kerumah Hellen"
"Aku ikut!"
Dania tegang***
"Naik mobil aku aja" tawar Nathan.
Dania tidak mampu berkata kata lagi,bahagia yang di dapatkan saat ini.Bagaimana tidak bahagia cogan yang populer di sekolah nya,menawarkan masuk ke mobil nya,berdua lagi.Meskipun hening yang tercipta,diantara mereka.
Rumah keluarga CHAN.
Nathan dan Dania memarkirkan mobil di bagasi,yang terletak di samping rumah.Kemudian mereka menerobos masuk.
alangkah terkejutnya Dania ketika melihat kekosongan di rumah itu.
"Rumah Hellen kok kosong?"
__ADS_1
"Entah lah kak,tidak seperti biasanya!"
Kemudian Sisi muncul di ruang tamu dengan wajah yang sedih.
"bibi kenapa?"tanya Dania cemas mendekati Sisi.
"Non Hellen,selamatkan non Hellen"ucap Sisi dengan nada penuh kepiluan.
"Hellen kenapa bi?"sambar Nathan.Sisi kemudian menjelaskan semuanya.
Kamar Hellen.
"1,2,3.1,2,3"ucap Nathan dan ujang bersamaan berusaha mendobrak pintu kamar Hellen yang terkunci rapat.Mereka berusaha semaksimal mungkin namun nihil,pintu kamar Hellen yang sangat kokoh itu tidak mudah di dobrak.
mereka hampir putus asa membuka pintu itu,tiba tiba otak genius Nathan membuahkan sebuah ide.
Mereka berlari keluar,kearah belakang rumah keluarga CHAN.Karna posisi kamar Hellen hanya dapat terlihat di belakang rumah.Nathan memandang balkon kamar yang tertutup rapat di ketinggian.Kemudian memanjat rumah untuk masuk kebalkon kamar Hellen.
Nathan melihat tubuh Hellen yang sudah menyerupai mayat,terbaring lemah diatas ranjangnya,sekujur tubuhnya masih di lekati oleh darah yang sudah mengering.
Kamar yang berantakan,kasur nya berlumuran darah,luka ditangan Hellen yang di gores goresnya dengan silet,terlihat mengering bersama darahnya.
Dengan sesegera Mungkin Nathan menggendong Hellen keluar,ketika merasakan denyut nadi Hellen berfungsi,tanpa berpikir panjang membawa Hellen kerumah sakit disusul oleh Ujang,Sisi dan Dania.
°°°
°°°
Kini Hellen terbaring lemah dirumah sakit,didalam ruangan sana para dokter bergumul bersamanya.Sedangkan Nathan,dan yang lainnya masih menanti di luar pintu,menunggu hasil pemeriksaan.
__ADS_1
lebih setengah jam,kemudian muncul lah seorang dokter dari ruangan pemeriksaan Hellen.
"Dok,gimana hasilnya"tanya Nathan tak sabaran.
"sedikit mengkhawatirkan,banyak darah yang keluar dari bekas tikam itu,membuatnya kekurangan darah,dia memiliki golongan darah A+,dan saya rasa itu cukup jarang ditemui.sebaiknya kalian mencari pendonor darah yang cocok,hanya ada dua hari waktu untuk itu,jika tidak ada pendonor maka,maaf kami tidak bisa membantu lagi" Dokter itu menjelaskan dengan penuh kegelisahan.
"Dok,tidak ada cara lain?"
"maaf Tuan muda,kami hanya bisa melakukan itu,dan hanya itu cara satu satunya"
"hmmmm,baik lh dok,mohon bantuannya,jika ada pendonor"
"kami dari pihak Rumah sakit akan membantu"ucap dokter mengakhiri,kemudian pergi meninggalkan mereka.
Hellen sangat pucat,diatas ranjangnya,tangan nya yang diinfus,dan mulutnya ditutup dengan oksigen,membuat siapapun ikut menderita melihatnya.
°°°
°°°
Nathan menemani Hellen selama dirumah sakit,sambil berusaha mencari pendonor yang cocok untuk Hellen.
"Cepatlah sadar,jangan biarkan tujuan dan rencana ku musnah,karna kematianmu"bisik Nathan kepada Hellen yang tidak sadarkan diri sembari menatap tajam penuh benci dengan sosok Hellen yang berbaring lemah.Kemudian melangkah keluar dan menembus derasnya hujan diluar sana.
-------------Bersambung--------------
hay mampir terus ya
like+komen+vote.karna itu awal dari semangat para author😉
bab selanjutnya menyeramkan lho,kalau kalian takut jangan dibaca ya,tapi tidak seram seram kali lah🤣🤣🤣
__ADS_1
selamat membaca