
Hellen sudah kembali kerumah meski keadaannya masih belum sembuh total.
"Istrahat yang banyak yah!"ucap Nathan perhatian.
"Kak Nathan,makasih untuk semuanya yah"balas Hellen.
Nathan menimbulkan sedikit guratan senyum,sambil menarik selimut untuk membalut Hellen.
"tidak usah dipikirkan"ujar Nathan mengelus rambut Hellen.
Hellen menatap Nathan,sebaliknya dengan Nathan menatap Hellen.
"*Kak Nathan yang sekarang ini,tidak seperti Nathan sebelumnya,baik dan perhatian.Kak Nathan makasih banyak"bisik Hellen dalam hati.
"Setelah ini,masuklah kedalam jebakan ku"bisik Nathan dalam hati*.
Mereka saling menatap,tanpa sadar Hellen membuat sebuah senyum yang tulus dan lembut.Membuat Nathan,memalingkan pandangannya dan pergi.
"Istrahat yang cukup!"Ketus Nathan menutup pintu kamar Hellen.
Hellen memejamkan matanya,berharap lupa akan lukanya.
kringkring(suara ponsel)
"Tuan muda,Direktur Grup Huang menolak bekerjasama dan Menolak Menjual Perusahaannya,kepada kita!"ucap seseorang dari sebrang sana.
"Jalankan misi A di Grup Lou,Huang serahkan padaku!"
"Misi diterima,Tuan!"Kemudian Nathan memutuskan sambungan.
"Tua bangka ini,sudah tidak sabar mati saja!"Kesal Nathan,menancap gas mobilnya,meninggalkan kediaman Hellen.
:)
Sore hari
"lalalala senyummu seindah surga,lalalalala aku gila dibuatnya."Andre Berjalan sambil bernyanyi,dia membawa sebuah plastik besar berisi makanan ringan.
__ADS_1
Di depan rumah Hellen,Andre melirik sana sini.
"Aman"kekeh Andre menang,meloncat sana sini.
"huh tinggi sekali" ucap Andre melihat balkon Kamar Hellen.Untung Andre genius,dia menaiki balkon itu dengan sangat mudah.
Perlahan Andre membuka pintu balkon,sedikitpun tidak bersuara.Dengan pelan Andre mendekati ranjang Hellen,menarik kursi dan duduk menikmati pemandangan indah didepannya.
"Mimpiin apa sih darling?serius amat"ucap Andre tanpa sadar,sambil bertopang dagu.Andre memperhatikan Hellen,dari sudut matanya,hidungnya,bibirnya yang manis dan menggoda.Hal kecil itu membuat Andre tersenyum sendiri.
"kamu ini malaikat apa bidadari sih?mengguncang hati ku saja!Nanti jika aku tidak bisa tidur,kamu tanggung jawab yah!"bisik Andre sendiri.Tanpa sadar Hellen terbangun dari tidurnya,seketika dia terkejut melihat seseorang yang tengah memperhatikannya.
"Aaaaa"Hellen berteriak,tapi dengan sigap Andre menutup mulut Hellen dengan tangannya.
"shuttt berisik amat,ini aku Andre,pacar lho"bisik Andre melepaskan tangannya.
Dada Hellen naik turun,keringat dingin muncul di dahinya.
"Ngapain kamu kesini!"Tegas Hellen.
Hellen mengatup sejenak,manusia yang didepannya ini,memang sangat usil.
"Keluar sekarang!"bentak Hellen.
"kalau aku tidak mau"balas Andre memainkan sebelah matanya.
"aku hitung sampai tiga,kalau kamu tidak keluar,aku teriak!"Ketus Hellen
"mau teriak yah!yaudah teriak aja,biar aku dengerin kek mana darling ku ini jika teriak!hmm manis kagak yah?"ujar Andre penasaran.
"Andre!kamu itu sudah gila yah!"Kesal
"Ya!aku gila karnamu!"balas Andre,sambil duduk di sisi ranjang Hellen.
"Kamu mau apa?"Tanya Hellen waspada.
"Hellen tenanglah,aku tidak seperti yang kamu bayangkan!aku kesini hanya ingin melihatmu saja"
__ADS_1
"semalam aku tidak bisa tidur setelah mendengar kabar tentangmu,jadi aku memutuskan untuk datang sendiri melihat kondisimu!dan aku membawa ini"jelas Andre sambil menyerahkan kantong plastik bawaannya tadi.
"Aku tidak tau makanan Favorit kamu apa,jadi aku belikan semua,yang aku tau!"tambah Andre.
Hellen menerima pemberian Andre,dia merasa malu dengan perbuatannnya sendiri.
"ehmm,makasih yah Andre,yang tadi ma.."
"shutt gak papah"balas Andre,membungkam bibir Hellen dengan jari telunjuknya.Hellen mengganguk paham.
"baguslah,kalau begitu,aku bisa tenang!"Andre merasa lega,sedangkan Hellen hanya terkekeh melihat kekonyolan Andre.
Mereka berbincang panjang Lebar,bercanda tawa dengan riang,hingga suasana terasa cegakam,saat Andre mengatakan kepemilikannya atas Hellen,Andre mengklaim Hellen sebagai miliknya satu satunya,berbagai penolakan yang dilakukan Hellen tapi semua nya tidak ada yang berhasil,kelihatannya Andre sudah tegas dengan pendapatnya.
"Tapi...Ndre!"
"Tidak ada tapi tapian,Hellen aku mencintaimu,ini tulus dari hatiku,kamu milik ku seorang,dan siapapun yang berani merebutmu,akan aku bunuh semua"ucap Andre serius sambil memainkan pisau lipat miliknya yang selalu menemani perjalannnanya.Hellen merasa takut,dengan apa yang baru saja dilakukan Andre.
"kamu gak usah takut,aku gak akan nyakitin kamu kok,kamu itu jantung aku dan mana ada orang menyakiti jantungnya sendiri"jelas Andre mendekati dan mengelus lembut rambut Hellen.
"Andre aku bukan milik siapa siapa"pinta Hellen mengelak.
"ya justru itu,karna lho bukan milik siapa siapa!kalau kamu milik seseorang mana mungkin aku berani gangu"jelas Andre berbaring diatas sofa milik Hellen.
tiba tiba ponsel Andre berdering,mereka berbicara singkat,tapi penuh dengan intinya.
"Okay aku Otw!"balas Andre.
"Aku pergi dulu ya darling!ingat pesan aku yang tadi,sekarang kamu milik Andre Georgino,bukan milik siapa siapa!"
"dan ingat ni pintu jangan ditutup tutup,ntar aku kagak bisa masuk,awas jangan sampai aku pecahin"ancam Andre lalu menghilang.
Dada Hellen naik turun
"Yaampun dia benar benar gila"ucapnya lemas,melihat Andre yang melompat dari balkon.
-----------Bersambung------------
__ADS_1