An Angelic Demon

An Angelic Demon
Bab 9


__ADS_3

aku up lagi nih ya


Pulang sekolah Hellen mampir sebentar kerumah Dania,berhubungan ayahnya Dania yang sedang berbaring lemah di ranjangnya,Hellen turut prihatin dan membawa beberapa cemilan kesukaan Daswar {ayah Dania}.


"lo,pulang nya cepat Hel,gak mampir lebih lama gitu"ucap Jasmin


"Lain kali aja Tan,hari ini ada janji sama bi sisi"balas Hellen.


"oh,iyalah hati hati dijalan ya,tisam buat bibi dan mang ujang" Jasmin


"makasih Tan,semoga om cepat sembuh ya" ucap Hellen sambil bersalim.


Hellen melaju dengan kecepatan rata rata,sesampai didepan pagar rumahnya,Hellen sumriang melihat dua mobil yang terparkir berjejeran di halaman rumahnya.


"mama,papa" gumam Hellen.


Perlahan Hellen ikut memarkirkan mobilnya dengan rapi,kemudian bersiul ria menuju pintu masuk.Namun alangkah terkejutnya Hellen ketika mendengar suara ribut dari dalam rumah,membuat hati Hellen sakit,dan tak mampu bergerak lagi


"ISTRI KURANG AJAR TIDAK TAU MENGHARGAI SUAMI!!"


"KAMU YANG KURANG AJAR DASAR ********!!"


PLAKKKK


suara diiringi isakan tangis


THUMMM


"DASAR P*L*CU* SIALAN KAMU YA G SELINGKUH!!"


lagi lagi peralatan rumah berpecahan


Suara makian dan hinaan terdengar saling bersahutan tanpa ada perantara.Hellen mematung didepan pintu kakinya mulai melemas,rapuh.dua sungai kecil lolos dipipi mungil nya,hatinya teriris perih.perlahan dia membuka pintu itu dan mendapati kedua orang yang sangat disayangi dan diharapkan nya saling berperang tanpa satu pun menyadari kehadirannya.


"KELUAR KAMU DARI RUMAH INI!Dasar JAL*N* TAK TAU DIRI!!"

__ADS_1


"KAW YANG BREKS*K!DASAR LAKI TAK BERMORAL,ENAK SEKALI BERMESRAAN DENGAN ISTRI ORANG LAIN!TAK TAU MALU!!"


"KURANG AJAR"


PLAKKKK


PLUMMMM


TRAKKKK


"KW KIRA AKU SUDI MENIKAH DENGANMU BAJ*NG*N!!AKU AKAN BERCERAI DENGANMU!!DASAR SIALAN"


"AKU JUGA AKAN MENCERAIKANMU!BREKSEK!!"


Hellen tak mampu lagi menahan sakitnya


"HENTIKANNNNN"seru Hellen terisak.Spontan keduan orang itu menoleh.Hellen mendekat berurai air mata dia baru saja menyaksikan perang keluarga nya.


Kepala LIE yang berlumuran darah,wajah SONGHAMIDA lebam akibat pukulan dan sudut bibirnya sobek.


Hellen menepis tangan ibunya yang hendak merangkulnya,dengan sorot marah Hellen menatap mereka,sungai kecil tak kunjung mereda.


"Heheh!apa apaan ini"Hellen terkekeh sedih


"Kenapa kalian melakukan ini?"


"Salah apa aku pada kalian?"


Kenapa menyakitiku!!ha!aaaa"Hellen terisak tangis penuh pilu.LIE dan SONGHAMIDA meratapi salah namun tiada yang mengalah.


Hellen tersungkur di dekat sofa baju seragam sekolahnya masih melekat di tubuhnya.


Rumah yang dulu penuh keharmonisan bagai surga penuh dengan canda tawa kini menjadi rumah yang bagai neraka dihiasi pilu air mata dan kebencian.


"Hellen sayang!maaf kan papa!"

__ADS_1


"Jangan menyentuh ku!"bentak Hellen.


SONGHAMIDA tak dapat menahan sakitnya lagi segera dia keluar dengan koper yang sudah dia sediakan,semuanya di hiasi dengan air mata Kepergian mereka diantar kepedihan.


Hellen berlari menuju kamarnya tanpa menghiraukan seruan permohonan LIE dia terus berlari tanpa peduli tersungkur jatuh dia tidak tau apa yang di rasakannya saat ini.


°°°


dibelakang pintu kamarnya Hellen terisak tanggis hatinya merasa trauma dengan kejadian barusan,bagaikan musuh yang saling membunuh.


Hellen menjambakan rambutnya frustasi sungai pilu masih mengalir di pipinya diserak kan nya semua barang diatas mejanya,hingga semua berserak kemana mana,untuk kedua kalinya air mata kepiluan ini di teteskan Hellen,dulu kepada kekasihnya yang pergi begitu saja tanpa kabar,jejak ataupun masalah,tak ada alasan untuk pergi.


Kini pilu itu kembali terungkit.ibarat terbang tinggi dan kemudian terhempas,terbentur ketanah dan disambut duri kematian dan garam garam kepedihan.(bagaimana rasanya rasakan sendiri😂)


***Hancur sudah hatiku,iblis dan maut di sekitar ku bernyanyi,semakin menebar luka,menguras daya ku,melumpuhkan dan membawaku kedalam gelap diriku,pergi mambawa setengah dari jiwaku,kini hatiku terselubung gelap,menangis sendirian sambil menjerit menahan sakit,menahan sesak karna semakin sakit.***


Banyak bahaya maut yang melintasi otaknya,namun malaikat masih berada dan berpihak pada nya agar tidak melakukan hal hal buruk.Hanya silet yang sempat digores gores kan nya ditangan karna kepedihan.


Darah segar keluar dari bekas tikamannya namun tak ada satupun yang di rasain ya.


ctt:


“Kita sedang dibentuk untuk menjadi


lebih dewasa. Dan ingat? Tak ada


asap jika tak ada api.


Setiap hal ada alasannya.


Kamu hanya akan tahu


jika terus menjalaninya”


---------------Bersambung---------------

__ADS_1


__ADS_2