
Pukul 5 sore,semua siswa sebagian pulang dari sekolah,mereka menerobos rintikan hujan yang masih kunjung belum mereda.Sekolah kini terasa sepi,begitu juga dengan gadis berkulit putih dengan rambut hitam tebal,rambut panjangnya diterpa angin membuat pesona yang indah,dengan badget nama yang bertulis HELLEN CLAUDIA-CHAN,di baju seragam putihnya.
Karna tidak membawa payung Hellen Memutuskan untuk tetap menunggu di halte,gadis yang akrab menyapa Hellen.
"Belum pulang Hel"
"Belum dan,jemputan masih belum datang."keluhnya sambil memandang langit yang begitu mendung.Gadis keturunan inggris itu mendekati Hellen dan menggandeng lengan nya.
itu DANIA AGATOS,satu satunya sahabat Hellen sejak pertama menginjak kan kakinya di SMA.seorang gadis yang betah dekat dengannya disaat semua teman nya yang lain satu per satu pergi karna tidak betah dengan sikap cuek dan judes Hellen.
"Thu mobil Jemputan kamu datang"seru Hellen pada sahabatnya itu.Dania melepaskan gandengan nya dan berjalan menuju mobil jemputan.
"Jalan duluan ya,by"pamit Dania
"Iya hati hati"balas Hellen sambil melambaikan tangan nya.sekolah kini semakin sepi,alhasil tinggal Hellen sendiri yang masih berdiri sambil mengutak-atik handphone nya dengan wajah kesel.
Langit mulai gelap,senja perlahan datang,bersama semburan jingga yang meluas di langit,menghantarkan matahari untuk beristirahat,sebuah senyuman hadir dibibirnya,kala mata nya memandang langit yang mulai kemerahan karna hujan rintikan sudah reda total.Namun hatinya masih risau,berkali kali dia menghubungi kontak keluarga-nya jawabannya selalu sibuk.Hingga akhirnya Hellen memutuskan untuk berjalan kaki,sambil mencari angkot.
"Tinn!!"
__ADS_1
bunyi klakson motor dari belakang membuatnya kaget,Hellen menggerutu kesal,dan menghentikan langkahnya.hatinya berkata bahwa dia sudah berjalan di jalur yang benar,kecuali di tengah jalan ya,wajar jika ada kendaraan yang mengkalkson nya.
"Jalan masih luas kali!!"cibirnya lalu kembali berjalan. Baru beberapa langkah berjalan,bunyi klakson itu kemudian terdengar lagi,malah kini bunyinya dua kali dari sebelumnya.
Hellen kesel,kemudian tubuhnya berbalik sambil memasang wajah marah dan mengepal kan tangan nya,baru saja dia ingin ingin membuka bicara untuk menyemprot pengendara usil itu,dengan kata kata,namun mulutnya mengatup tertutup karna terkejut.
"kak nathan?"binggung
seseorang dihadapannya saat ini sedang duduk santai diatas motor nya,hanya memandang datar tanpa ekspresi.Motornya masih menyala helm di gantung di lengan kiri nya,dan sekali lagi klakson nya kembali berbunyi dengan nada sangat panjang.
Hellen terlonjak kanget,lamunanya pecah,jantung nya berdetak kencang tak karuan,melihat cowok dihadapannya tak lain kakak kelas XII yang paling popoler disekolah-nya.
"Apaan sih"omelnya kaget
"Apa??"hellen semakin kanget dengan napas sesak.
"Gak budek,kan?naik!"seru nathan mengangkat dagunya sebagai petunjuk.
Hellen diam,otaknya berpikir keras,kalau semudah itu dia menerima tawaran padahal dua hari lalu melakukan penolakan saat diajak kencan oleh seorang dihadapannya ini.Namun tumpangan itu sangat dibutuhkannya karna senja sudah menghantarkan gelap.Tetapi dia memutuskan untuk kembali menolak.
__ADS_1
"Gak butuh!"ucapnya asal,bahkan meskipun dadanya berdebar kencang didalam sana,jantungnya seakan meloncat keluar,matanya tetap tak lari dari kedua mata tajam milik cowok itu.
Itu dia kakak kelas yang paling populer dan berkali kali mengajak Hellen kencan,namun ditolak,cowok yang nyaris sempurna dengan kepintaran dan ketampanan nya,plus dengan gaya yang cool,sukses membuat,cewek cewek genit semakin gemes dengannya.Karakternya dingin,agak sombong,irit senyum,bicaranya suka ketus tanpa titik koma.Namanya NATHAN MILANO.Cowok yang sukses bikin Hellen merasa di neraka,setiap kali Nathan mengaku bahwa Hellen pacarnya.Hingga saat ini gosib itu meluas disekolah dengan kekuatan jaringan 4G lite.Sindiran dari fans nya Nathan membuat hati dan kuping Hellen panas.ya,bagai di neraka.
"Gak butuh?"ambigu
"Dah malam loh,gak takut ntar lho disambar maling?"bujuk nathan.
"Gak butuh ya gak butuh!"cibir Hellen lagi,memincingkan matanya kemudian berbalik dan melanjutkan langkahnya,meski didalam sana jantungnya meronta ronta pengen keluar.
Nathan diam sejenak diatas motornya,lalu menjalankan motor ninja nya mendahului Hellen,dengan ekspresi cuek,Hellen masih berjalan,kemudian Nathan turun dari motornya dan menarik pergelangan Hellen otomatis tubuh munggilnya menggikut,Nathan menyeretnya menuju motor,yang berada tepat didepannya,tanpa mendengarkan teriakan Hellen yang meronta ronta,Nathan memasang kan helm kosong di kepala Hellen,kemudian mengangkat tubuh Hellen di jok belakang motornya.
Hellen akhirnya berhenti menjerit,dalam hatinya mengeluarkan seribu satu kata bacotan,saat tubuhnya kontak fisik dengan Nathan,memang tidak terlalu lama hanya dalam hitungan beberapa detik saja,namun keterkejutan dan rasa kaget gadis itu tidak dapat berkompromi,hingga warna merah merona muncul di kedua pipi tembemnya,kini dia hanya menunduk satu kata pun tak muncul dari bibirnya.
"Biasa orang pendek,naik motor gede aja susah,malah pake basa basi,alasan banget!"ketus Nathan sambil menaiki motornya dan memakai helm.Motornya pun melaju cepat melewati jalanan kota yang sangat ramai.Dari belakang Hellen tergaga mulutnya,dengan ekspresi marah,mendegar celutukan dari Nathan,tangannya dikepalkan,hatinya ingin menumbuk kepala Nathan,namun helm yang si kenakan cowok itu membuat nya berpikir dua kali. Baru saja Nathan membuatnya tersipu,sekarang malah membuatnya naik darah,entah berapa tensi,dia tidak pernah berpikir akan berhadapan dengan cowok seperti Nathan.
Hellen tidak bersuara sepanjang perjalanan,hanya tebak tebakan dengan perasaannya,lagian percuma bicara dengan orang yang pelit bicara dan super cuek,yang ada ntar diabaikan,sama saja ngundang emosi,lebih cari nyaman saja.
---------------Bersambung---------------
__ADS_1
Jangan lupa vote,like dan voment ya gays spam aja juga gpp😊
Salam hangat dari aku:iramadwi