An Angelic Demon

An Angelic Demon
bab 3


__ADS_3

Bel masuk berbunyi,seperti biasa semua siswa dengan seragam putih abu abunya,memulai pelajaran,les pertama untuk kelas Hellen adalah pelajaran olahraga,semua siswa berganti pakaian dengan secepat kilat, berhubungan karna guru olah raga yang super duper kiler.(hmm,guru olahraga aja sudah super super kiler,apalagi guru matematika nya,pasti duper super killer,bayangin aja deh.)


Pluit berbunyi sangat kencang,semua siswa kelas XI-1 berbaris dilapangan.semua berbaris dengan rapi ditengah lapangan untuk melakukan pemanasan.


"Hari ini kita akan melakukan penilaian ujian praktek,mohon serius"seru pak Rico sambil mengusap ngusap kumis hitam tebal miliknya.Suaranya cetar membahana menggunakan toak,selalu memecahkan gendang telinga bagi sang pendengar.


dibawah matahari pagi Hellen dengan semangat empat lima nya yang berkibar untuk mengikuti ujian,mereka mengaitkan kedua tangan,menggangkatnya tinggi tinggi sambil berjinjit,disaat teman temanya berhitung satu sampai delapan mereka malah asyik bercanda,Hellen menceritakan semua kejadian sore itu bersama situkang irit senyum.si xowok populer dimata para cewek cewek,yang sukses membuat cewek centil semakin genit.


"Beruntung banget sih kamu!"


"Kampret!beruntung apanya?malah bikin aku semakin tersiksa tau gak!"


"Yaiyalah,disaat semua cewek yang lain yang berlipat lipat seksi,cuantik,mengelilinginya,eh malah ngejar ngejar kamu,Yang nolak dia berkali kali.beruntung amat kan?dikejar cowok populer,kamu aja yang gak nyadar nyadar nyet!!"celoteh dian panjang lebar.


"Cakapmu ajalah,aku malas debat dengan gadis cerewet sepertimu!"ucap Hellen kesel sambil melakukan pemanasan.


Pemanasan pun berakhir,ujian berlangsung satu persatu dipanggil sesuai absen untuk melakukan praktek gulingg depan dan handstand.Satu les pun berakhir,tersisa dua les lagi,karna praktek sudah usai,pak Rico membiarkan siswa untuk bersenang senang dalam hal melakukan olahraga yang bebas sesuai selera.


Seperti biasa tanpa pikir panjang Hellen bermain volyball bersama best friend nya hingga les berakhir.

__ADS_1


Bel istrahat masih belum berbunyi,Hellen sudah terlihat. Sangat capek dan kehausan,botol minuman nya dilempar sana sini ujung ke ujung,hingga tidak menyisakan setetes pun,itulah susahnya jika les Olahraga,sebelum les berbunyi,tidak boleh ada yang keluar dari lapangan,apalagi ketahuan ke kantin,pasti dihukum habis habisan hingga teler(hahaha gak teler teler amat sih..😅)


°°°


°°°


Hellen duduk manis di pojok lapangan,dibawah pohon nan rindang dimana terhindar dari cahaya matahari yang transparan dan menyengat.Hellen memperhatikan sekelilingnya amburadul,hatinya semakin gerah,hingga akhirnya menutup mata dan menggibas ngibaskan tangan nya di wajah agar berangin .Namun seketika dia merasa dingin di pipinya,dengan kaget serta sedikit menikmati,perlahan membuka mata.Hellen kaget melihat sosok cowok tinggi,putih berada disampingnya sambil menyerah kan sebotol air mineral dingin.


" ne minum,pasti aus kan?"tawar Nathan.Hellen mematung dalam keadaan diam,hatinya binggung bercampur kaget.


"Buat aku?"tanya hellen pelan.


Hellen menerima minuman yang di tawarkan Nathan.(Rezeki mah gak usah ditolak-author.)


"Makasih kak"balas hellen ragu,namun memunculkan sedikit senyuman tipis,sambil membuka segel tutup botol yang masih utuh dan menenguk nya,untuk menghilangkan rasa gerah,dan hausnya.


"Yaudah aku,masuk dulu ya!"ujar Nathan pamit,senyum dibibir nathan terukir manis,senyum itulah yang selalu dinanti para fans Nathan saat dekat dengannya.namun sekejap senyuman bibir tipis itu di biarkan terukir di depan mata Hellen dan teruntuk dirinya sendiri,mem buat sang putri terhanyut didalamnya.


Hellen mengganguk membalas senyuman Nathan.Mata yang bulat besar menatap punggung Nathan dengan datar menyaksikan kepergian nya.Dania tenggang dilapangan melihat kronologis kejadian yang tepat didepan matanya barusan.

__ADS_1


"Aku gak mimpi kan??"bisik Dania dalam hati sambil menepuk nepuk pipinya yang memerah merona.Dania tersadar dari lamunannya dan menghampiri hellen.


"Ganti pakaian,yunk"bujuk Dania


"Hmm,good lh"sahut Hellen sambil berdiri dari tempatnya menuju ruang ganti.Selesai ganti pakaian,mereka ke kantin untuk makan.Ternyata bukan hanya Dania yang menyaksikan kejadian itu.Sesampainya di kantin,baru saja mereka duduk,lagi lagi mereka jadi pusat perhatian massal,terutama Hellen.Nyata nya gosib sudah tersiar kesatu sekolah,nasi sudah jadi bubur,kini hanya menerima kenyataan.


"Pasti ulah ayu dan beti " gumam Hellen dalam hati.Ayu dan Beti memang terkenal ratu gosib,meski masih junior namun gosip dari Meraka selalu sukses tanpa jeda.


"Kamu mesen apa hel?"


"Bakso plus Aqua aja"balasnya dengan hati memanas akibat gosib murahan.Baru saja hatinya membeku karna ulah nathan namun kini kembali panas akibat gosipan hot dari fans Nathan,di plus suara amburadul dari komplotan para cowok yang tak bermoral dan selalu bikin ulah berada si pojok kantin.Bernyanyi dengan iringan gitar,dengan syair dan nada entah siapa pencipta nya,dah mati apa belom.Berisik suara itu memecahkan gendang telinga Hellen membuat hatinya bertambah geram darahnya meningkat drastis,ingin menonjok sesuatu untuk melepaskan kekesalan.


"Udah hel,sabar,biarin aja,ntar diam sendiri juga mereka,kamu itu harus strong!"tukas Dania menenangkan.


"makan dulu ntar telat masuk,mampos kita"


Dania memang berupa malaikat bagi Hellen selalu menciptakan kenyamanan dengan berbagai jalan keluar saat kesusahan Hellen berkeliaran.


---------------Bersambung---------------

__ADS_1


tinggalin jejak ya!!!!😊😊


__ADS_2