
" aish..... " renata pergi meninggalkan si kembar yang sedang merapikan barang" mereka .
sesampainya di kamar renata merapikan sisa pakaian yang belum sempat dia beresken ke dalam koper " kayaknya cuman tinggal ini aja yang belum di masukkan " setelah selesai dengan kegiatanya renata menjalankan runitas mandi nya , selesai dengan semua renata berjalan ke arah dapur untuk memasak makan malam untuk keluarga kecilnya
" bi... makanya udah siap tinggal di sajikan di meja makan iya ... saya mau manggil si kembar dulu ..." ucap renata sedikit berteriak
renata berjalan kearah pintu kamar sikembar dengan pelan " sayang .........." ucap renata dengan berteriak sambil membuka pintu kamar yang menampilkan wajah kedua anak nya yang kesal karna kaget
" mama........ kalo kami kena serangan jantung terus mati gima ma....." ucap kedua malaikat renata
" ya maaf sayang ...... " renata menampilkan senyum yang mengembang di pipinya
" udah siap beres' nya?... "
" udah ma " ucap zio singkat
__ADS_1
" makan malam udah siap kita makan dulu besok pagi kita kan berangkat subuh nanti kalok kalian nggak makan terus sakit jadinya mama nya sedih " ucap renata dengan penuh derama
" mama... jangan sedih riko kan jadi sedih " ucap riko dengan raut wajah yang sayu
" mama sama riko nggak ada bedanya sama' penuh derama " ucap zio sambil berjalan keluar dari kamar menuju ruang makan
" ayo sayang kita makan " ucap renata sambil mengamdeng tangan mungil riko
kini mereka sudah berkumpul di meja makan dan makan dengan damai , selesai makan mereka beristirahat di kamar masing ' untuk keberangkatan besok pagi
waktu sudah menunjukkan 7:00 para penghuni rumah sedang sarapan pagi untuk keberangkatan kembali ke tanah air mama mereka
" nggak ma..... " ucap mereka serentak
" ok..... ya udah yok kita berangkat nanti ketinggalan pesawat "
__ADS_1
mereka merapikan barang bawaan ke dalam mobil dan berangkat ke bandara , sesampainya di bandara mereka langsung mengikuti prosedur yang harus di ikuti
" ma.... kita naik pesawat yang mana ...." ucap riko
" yang itu sayang ... ayo ke sana "
mereka berjalan ke arah pesawat dan naik an duduk sesuai dengan nomor tiket yang mereka pesan
" ma ..... nanti kakek sama nenek datang menjemput kita ke bandara ? " ucap zio
" iya sayang ..."
kini mereka sudah terbang di atas awan yang menghiasi bumi dengan keindahan
" tak terbayang pahit manis yang sudah ku lewati dengan banyak perjuangan , mungkin hanya langit yang tau apa yang terjadi dan bumi yang paham akan pijakan kaki ini "
__ADS_1
" masa sulit kadang mengajarkan kita untuk mengerti apa artinya hidup bersyukur "
BERSAMBUNG.............