ANAK KEMBAR ALRIKO DAN ALZIO

ANAK KEMBAR ALRIKO DAN ALZIO
MASA LALU 5


__ADS_3

knp aku merasa suhu ruangan ini panas dan tubuh ku sangat tidak nyaman


" ris... " ucap renata dengan lirih


" kak......!!! kk knp"


" pusing sekali ris.... lirih renata . " bawa kk ke kamar tolong ris...


Tak jauh dari mereka seorang pelayan berjalan mendekat ke arah mereka dan menawarkan bantuan dengan niat terselebung


" maaf mbak , mas apa ada yg bisa saya bantu


" mbak apa ada kamar kosong untuk kk saya beristirahat , dia kurang sehat " ucap aris dengan penuh harapan karna tidak tega melihat kk nya yang merasa tidak nyaman


" ada mass.... mari saya antar"


aris membopong kk nya ke kamar yang di beritau oleh pelayan tersebut , hampir 5 menit mereka berjalan dan tiba di depan kamar yg di tuju


" silahkan kan mas.. mbak saya tinggal dulu "' ucap pelayan yang mengantar mereka ke kamar


" Terimakasih mbak..."


pelayan itu mengangguk dan berlalu meninggalkan kk dan adik di kamar itu , tak berserang beberapa menit ada yang masuk dan langsung menyerang aris dengan obat tidur di saputanagn yang di bekapkan ke hidung dan mulut aris akibatnya aris pingsan seketika.


aris dan renata di letakkan beda kamar , aris di ruangan sebelah dengan di jaga oleh 2 pereman dan renata di kamar yang tadi . renata yang sudah tidak tahan akan obat yang di berikan oleh sepupunya itupun sudah mulai mengerang dan melonggarkan baju nya .


tak lama kemudian masuk seorang peria paruh baya yang membayar si kembar karna sudah menyerahkan renata


" wah ...... sungguh pemandangan yang sempurna sayang...."

__ADS_1


renata yang mendengar ucapan peria tua di depannya yang sudah membuka semua pakaian yang dia kenakan menyisakan celana bokser


" siapa kami....... dima adik ku !!!!!" ucap renata dengan lirih dan masih memiliki kesadaran


" jangan takut sayang..... kita kan bermain dengan lembut .... ucap peria tua itu dengan nafsu yang memuncak."


dia langsung menindih tubuh renata dan memaksa mencium renata dengan kasar dan meraba tubuh renata dengan kasar , renata yang memberontak tak memiliki banyak tenaga dan dia sudah di kuasai oleh nafsu akibat efek obat dalam minumanya


" saya mohon lepaskan saya .......... "lirih renata dengan isakannya di barengi air mata yang sudah jatuh


" tenang sayang ... kamu akan menjadi milikku"


lelaki itu memaksa merokok baju renata bersamanya dengan pintu yang di dobrak oleh peria misterius yang sudah tau akan semua renata saudara sepupu renata .


tak lain adalah andreas yang sudah tau akan semua rencana dan dia juga yang membantu renata dalam rencana busuk saudaranya


" dasar ba*****n ...... "buk....buk... bunyi hanyalah yang di lapangan andre ke peria tersebut


" renata ....... apa kami baik' saja ..... ucap andre dengan lirih dan dia juga memberi perintah ke pada bawahannya agar memberikan sisanya


para pengawal membawa peria tersebut ke kamar yang lain


andre sangat terkejut karna melihat tampilan renata yang sudah setengah t*******g karna ulah peria gila itu


" aku mohon bantu aku...... aku sangat menderita ... '" renata yang berucap dengan lirih dan langsung mencium b***r andre dengan rakus .


andre sangat terkejut dan menghentikan kegilaan renata " apa kamu sudah gila..... itu sangat berbahaya "


" aku sangat menderita ..... bantu aku...." ucap renata dengan lirih dan langsung menarik tubuh andre ke pelukan nya

__ADS_1


" apa kamu tau apa yang kamu lakukan ? ren... lepas .. aku tidak ingin mereka hidup mu apa lagi kamu tidak mengenal aku hanya aku yang mengenalmu " ucap andre dengan lirih , karna memang yang selama ini hanya dirinya yang mengenal renata sedangkan renata tidak mengenal andre .


selama ini andre yang membantu renata dari usaha butik hingga restoran dan pada saat malam ini juga dia juga yang membantu renata dari jeratan saudara licik renata .


" aku mohon...... " ucap renata dan langsung melancarkan aksinya akibatnya andre tidak tahan lagi untuk menahan nafsunya


" kamu yang memaksa aku .. aku tidak mau kamu menyesal " andre langsung melancarkan aksinya dan malam itu menjadi malam panjang bagi dua insan yang tidak kenal lelah


di tempat lain andre sudah melancatkan jeratanya untuk sepupu renata dan untuk wartawan yang di sewa sudah masuk ke hotel tepatnya di depan kamar sepupu renata yang tidur dengan kolegan ayahnya .


" dimana..... berita besarnya ? "


" sebaiknya kita langsung ke kamar yang di kirim tadi"


mereka masuk ke kamar yang sudah di tunjuk oleh orang suruh andre dan..


brak.... bunyi dobrakan pintu dari luar


ckrek.....ckrek.... bunyi potretan para wartawan hingga membangunkan dua insan yang tertidur


" apa apan ini..... kalian semua keluar !!!! "


" siapa yang menjebak kami!!!.. " ucap kolegan


hiks.....hiks....hiks...


" saya di jebak tidak mungkin saya tidur dengan manusia tua Bangka ini ..." ucap nya dengan berpura-pura sedih


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2