Anak Kita

Anak Kita
BAB 1 Juara (Lagi)


__ADS_3

Lagi dan lagi duo Ciana dan Lean menjuarai olimpiade kimia tingkat Nasional, hal yang selalu membuat kedua orangtua mereka bangga atas prestasi keduanya.


Selesai foto bersama, Ciana yang sering di sapa Len oleh Leander itu segera pamit kepada guru pembimbingnya dan pergi bersama kedua orangtuanya.


"Len jangan lupa nanti malam kita pesta" seru Lean dengan lesung pipi yang menghiasi senyumnya.


"Oke Lean, sampai jumpa nanti malam" Ciana memeluk Lean kemudian masuk kedalam mobil karena Ayah dan Ibunya sudah menunggu. Ciana pergi dengan melambaikan tangannya pada Lean.


Begitulah Ciana dan Lean yang sangat akrab, bahkan Lean hanya memiliki dua teman perempuan yaitu Ciana teman satu timnya dan Guzel sahabatnya dari kecil. Guzel merupakan anak sahabat dari Papa Kusuma jadi mereka pun bersahabat, Guzel gadis yang sangat manis dan baik setidaknya dia baik saat bersama Lean.


Di sekolah Guzel tidak memiliki teman karena dia hanya akan selalu bersama Lean saja. Satu kelas, satu bangku dan kemana pun Lean pergi selalu saja Guzel ikut.


Di lain tempat Guzel sedang gusar kala telpon nya tidak diangkat oleh Lean. Selalu saja tidak tersambung, entah memang Lean sedang sibuk dengan acara acara atau sibuk dengan Ciana.

__ADS_1


"Ayo dong Lean, kemana aja sih telpon nya ga nyambung terus" Guzel akhirnya melempar ponsel mahalnya itu keatas kasur.


Lean sendiri baru saja sampai rumah beserta orangtuanya. "Sayang jangan lupa sholat dulu, kemudian baru istirahat" ucap sang mama pada sambil mengelus kepala anaknya.


"Lean kamu beneran ga ada rasa sama Ciana? Padahal papa harap kalian itu berjodoh" lagi dan lagi papa Aldy bertanya entah sudah yang keberapa kalinya. Benar sekali papa Aldy dan mama Nia sangat ingin jika anaknya bisa berjodoh dengan Ciana anak sahabat mereka.


Dari ujung tangga sana Lean hanya tertawa geli melihat papa dan mamanya yang selalu saja bertanya hal yang sama setelah bertemu dengan Ciana.


"Bu gaunku yang warna hijau mana yaa?" Ciana sedang sibuk memilih baju yang akan ia kenakan malam nanti saat pesta.


"Ingat sayang gaunmu itu semuanya warna hijau, dasar Tinkerbell" memang benar semua baju dan gaun kebanyakan warna hijau, Ciana memang sangat suka dengan warna hijau. Menurutnya hijau itu romantis, entah pemikiran darimana.


"Yang ituloh Bu lengan panjang, yang plikset ada umpak di depan.... nah ini dia" Ciana segera mandi dan sholat magrib sebelum berangkat ke pesta.

__ADS_1


Tepat pukul 19.00 WIB suara klakson mobil terdengar diluar pagar rumahnya, terlihat mobil Lean memasuki gerbang rumah Ciana.


"Assalamualaikum" ucap Lean depan pintu besar rumah Ciana.


"Waallaikum salam, Ibu Ayah aku langsung berangkat sama Lean yaa" ucap Ciana saat menjawab salam dan membuka pintu ternyata Ayah dan Ibu Ciana juga ada disana mengantar anaknya itu ke teras rumah.


Lean dan Ciana bersalaman kemudian pamit pergi ke pesta.


"Jangan kemalaman yaa nak pulangnya, kabari kami kalau kamu ada apa - apa" ucap Ayah Ciana


Didalam mobil Lean terlihat handphone nya menyala dan berdering, saat dilihat ternyata itu panggilan dari Guzel. Lean yang lupa memberi kabar akhirnya mengangkat panggilan tersebut, "Ya Zel maaf gue abis jemput Ro.. maksud gue Ciana" di sebrang sana Guzel cemberut mendengarnya "Ya udah sampe ketemu di pesta ya Lean, bete banget gue pikir lu bakal jemput kayak biasanya".


Guzel yang kesal memikirkan cara bagaimana caranya supaya nanti di pesta dia hanya berdua saja dengan Lean tanpa diganggu oleh Ciana, walaupun sebenarnya Lean yang mengajak Ciana supaya bareng.

__ADS_1


__ADS_2