
Lampu kelap kelip, suara bising oleh musik, banyak siswa siswi tertawa dan berjoget. Pesta kemenangan ini memang sekaligus pesta perpisahan kelas XII.
Ciana datang bersama Lean tampak sangat serasi sama sama tampan dan cantik juga genius.
"Len lu bareng gue aja yaa, sambil nunggu Guzel disini nanti biar gue ambil minum buat kita" Lean tampak pergi mencari minuman buat mereka dan ternyata disana sudah ada Guzel yang memegang nampan dengan tiga minuman dalam gelas.
"Lu nya jus melon kan kesukaan Ciana? Nih udah gue ambil sekalian punya kita" Guzel menyerahkan jus melon ketangan Lean.
"Makasih Zel gue emang cari ini buat Ro.. maksud gue Ciana" Lean tersenyum hangat pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Iya iya gue tau, tau banget kalo lu tuh lagi kasmaran sama Rolen, ehh" Guzel tau bahwa Lean selalu memanggil nama Rolen bukan Ciana seperti yang lainnya.
"Baiklah ayo kita kesana Ciana pasti udah nunggu kita" akhirnya Lean dan Guzel pergi ketempat Ciana berada.
Setelah menerima jus pemberian Lean, Ciana pamit menghampiri sahabatnya Citra yang sedari tadi sudah mengirim pesan. Lean yang terlihat kecewa saat Ciana pergi berusaha tersenyum saat Guzel mengajaknya berdansa.
"Akhirnya gue terbebas dari rasa ga nyaman, huuff" Ciana menghela nafas. Bukan Ciana tidak tahu kalau selam ini Guzel sangat tidak suka padanya, dan Ciana juga tahu kalau selama ini Guzel menyukai Lean. Karena pernah suatu hari Guzel datang menghampirinya dan berkata bahwa dia menyukai Lean sudah sejak SMP, Ciana tidak ambil pusing karena dia tidak berniat untuk pacaran dengan siapapun dia ingin fokus pada prestasi dan pendidikan.
"Udahlah kita cerita aja nih setelah esok jadinya gimana, Dokter Citra" Ciana yang tau kalau sahabatnya di terima di fakultas kedokteran sengaja memanggil sahabatnya itu Dokter Citra.
__ADS_1
"Gue lusa dah berangkat ke sana Cia, walaupun cuma di Depok tapi gue udah mutusin mau kost aja" Citra yang merupakan anak satu satunya sebenarnya ingin mencoba mandiri walaupun sang mommy pasti tidak memberi izin.
"Gue mungkin Minggu depan dah terbang ke L.A Cit, doain yah" Ciana memang melanjutkan kuliah di luar negeri satu kampus dengan sang kakak Ciara.
"Lu udah ngomong sam Lean kalo lu lanjut ke L.A Cia? Citra begitu penasaran kenapa Ciana tidak bercerita pada teman satu tim nya itu. "Gue denger Lean lanjut ke Inggris, mantap sih emang kalian ini belum genap 17 tahun udah mau kuliah aja, tp wajar sih karena kalian berdua loncat kelas".
Lama semakin lama jus melon yang diberikan Lean padanya habis, dan entah mengapa dia merasa pusing dan kegerahan. "Cit gue ke toilet dulu deh yaa" Ciana bergegas ke toilet karena merasa ada yang aneh pada tubuhnya dia memutuskan untuk pulang. Dia keluar dari tempat itu sendirian dan mencari taksi di pinggir jalan.
Lean yang kebetulan dalam mobil bersama Guzel berhenti saat melihat Ciana sedang mencegat taksi sambil sesekali memijat pelipisnya. "Len lu kenapa? Mau pulang bareng gue aja? Yuk gue anterin" Ciana melirik kearah Guzel dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Gue dijemput Lean, lu anterin Guzel aja" Ciana pergi menjauh dari mobil Lean, dia merasa semakin panas dan kepalanya semakin pusing.