
Sudah sekitar dua bulan Ciana tinggal bersama sang kakak Ciara di L.A dan sudah sudah memasuki dunia perkuliahan. Semuanya kembali normal seolah tidak pernah ada kejadian di malam itu.
"Kak Ra nanti jangan lupa belikan buah yang banyak, hoaammm aku ngantuk lagi mau tidur mumpung tugas udah selesai dan hari ini ga ada kelas" akhir-akhir ini nafsu makan Ciana memang meningkat.
"Iya tapi ingat jangan kebanyakan tidur nanti pusing Cia" Ciara bergegas pergi karena sang kekasih sudah menunggunya untuk berangkat ke kampus bersama.
Ciara sudah semester akhir di kampus yang sama dengan Ciana, berbeda dengan sang adik yang ingin menjadi ilmuan Ciara lebih suka dengan bisnis seperti Ayahnya.
Alarm berbunyi sangat kencang membuat Ciana bangun dari tidurnya kemudian dia melihat ada notifikasi yang masuk ke email nya. Ciana tergugu saat melihat siapa yang mengiriminya email dialah Leander laki-laki yang beberapa bulan ini hampir dia lupakan setelah kejadian malam itu.
Sebelum membaca pesan yang masuk Ciana justru teringat sesuatu yang beberapa bulan ini tidak ia rasakan yaitu sakit saat hari pertama haid bahkan dia lupa kapan terakhir kedatangannya.
Sambil membungkam mulutnya dengan tangan, jantung Ciana berdetak kencang dan air mata mulai menetes "Ini ga mungkin, tapi aku tidak merasakan apapun apa aku harus memeriksanya?" Ciana bermonolog sendiri.
__ADS_1
Ciana segera mandi dan berganti pakaian, dia harus memastikannya apakah dirinya hamil atau tidak. Satu yang dipikirkan Ciana saat ini yaitu pergi ke apotek membeli testpack.
Dengan mata berkaca-kaca dan jantung yang berdetak kencang Ciana membungkam mulutnya menahan agar suara tangisnya tidak terdengar melihat hasil testpack ditangannya "Garis dua, Lean aku hamil anak kita" gumam Ciana
Ciara yang baru pulang dari kampus dikagetkan dengan Ciana yang tiba-tiba memeluk dirinya hingga menangis "Cia ada apa? kamu kenapa?" tanya Ciara namun adiknya masih diam seribu bahasa dan hanya menangis.
Ciara mengusap punggung adiknya dengan penuh kasih sayang "Dek ada apa? ayo cerita sama kak Ra" pada akhirnya Ciana melepaskan pelukannya dan memberikan alat tes kehamilan pada kakaknya.
"Baiklah kalau untuk ayah dan ibu, tapi tidak dengan Lean kak biarkan ini semua aku yang menanggung tanpa melibatkan orang lain" Ciana memohon pada sang kakak untuk tidak memberitahukan Lean maupun keluarganya.
.........
Di Indonesia Ibu sedang menangis mendengar kabar bahwa Ciana sedang hamil akibat kejadian malam itu, "Sayang bahkan Ciana belum genap 17 tahun, ini akan beresiko karena Cia belum cukup umur untuk hamil dan melahirkan" Ucapnya pada suaminya.
__ADS_1
"Tapi Cia bersikukuh untuk merawat bayinya Bu, ya sudah kita ikuti saja keinginan anak itu. Ayah ga tega untuk memaksanya aborsi dan lagi itu berdosa" ayah mengusap wajahnya dengan kasar karena Ciana tetap pada pendiriannya untuk tidak melibatkan keluarga Lean.
"Sebaiknya kita segera ke L.A yah kasihan Ciara pasti kewalahan karena biasanya permintaan ibu hamil itu sangat aneh" namun sebenarnya Ciana sudah bilang bahwa mereka akan baik-baik saja karena Ciana tidak mengalami mual dan muntah layaknya ibu hamil pada umumnya. Dia juga tidak meminta hal yang aneh selain buah-buahan dan waktu tidur yang cukup sering.
Ditempat lain justru ada mama Nia yang setiap pagi merasa mual dan muntah "Ma apa kita berhasil memberikan adik untuk Lean? ayo sebaiknya kita periksa ke dokter kandungan" sudah sekitar sebulan ini memang mama Nia mengalami gejala morning sickness.
"Ga mungkin pa usiaku sudah tua dan baru selesai massa haidku, jadi ini ga mungkin aku hamil lagi" mama Nia merasa aneh dengan dirinya.
Karena papa Aldy terus memaksa akhirnya sekarang mereka ada di dokter kandungan untuk memeriksa kondisi mama Nia. "Tidak ada kantung janin disini pak, Bu kemungkinan tidak terjadi kehamilan" Ucap dokter yang melakukan USG.
"Lalu dok mengapa istri saya ini seperti mengalami morning sickness?" papa Aldy masih keheranan akan hal itu.
"Baiklah pak ini saya kasih rujukan untuk ke poli dalam, silahkan nanti periksakan ibu disana" setelah itu papa Aldy dan mama Nia pamit dari ruangan itu.
__ADS_1