Anak Muda Kampung Gua

Anak Muda Kampung Gua
GADIS MANIS


__ADS_3

Hari ini adalah hari jumat. Jumat pagi yang sangat terang di daerah perkampungan yaitu kampung dodong. Seorang gadis muda yang manis dan memiliki lesung pipi berangkat menuju tempat kerjanya. Berangkat pukul 07.45 dengan mengendarai sepedah motornya dan memakai seragam rapih yang sudah disediakan dari tempat ia bekerja. Gadis muda itu cukup bisa membuat siapapun yang melihatnya tersenyum karena dirinya memiliki paras yang manis dan tidak membosankan. Pagi itu ia sudah bersiap siap menggunakan pakaiannya dengan rapih dan bergegas menuju tempat ia bekerja


“rambut udah rapih, make up udah… baju udah rapih… sepatu udah rapih.. saatnya berangkat” ujarnya di depan kaca


Di rumah hanya ada ia seorang diri. Semua orang sudah berangkat kerja dan ke sekolah masing masing. seluruh keluarganya sudah berangkat di pagi hari bahkan sebelum gadis manis ini terbangun.


“Oke… saatnya berangkat… rrumah jangan lupa di kunci…” ujarnya pada diri sendiri


Gadis itu memasukan kuncinya ke dalam tasnya dan menyalakan motormya dan memakai helm lalu berlalu pergi…. Dijalan sudah mulai sepi karena seemua orang sudah berangkat ke kantormya masing masing. Juga sudah berangkat ke sekolahnya masing masing.


Gadis ini selalu berparas ceria dan menjalaankan tugansya dengan sangat bahagia. Perjalanan darri rumahnya ke tempat ia bekkerja sekitar 2 kilo meter. Gadis ini mengendarai sepeda motor dengan santai dan tenang. Sesampainya di lokasi semua teman teman di tempat is bekerja sudah mulai membersihkan dan membereskan barang barang. Gadis ini bekerja sebagai pelayan di hari itu.


“Leni!” panggilan temannya ke gadis ittu.


Ya.. wanita itu bernama leni. Dia bekerja di salah satu restaurant pizza yang cukup terkenal di seluruh indonesia. Yaitu pizza hut.


“Yaa?” jawabnya pada temannya yang memanggilnya


“Itu lu di panggil pa diki” ujar teman leni


“Ohh dimana?” tanya leni


Leni cukup terkejut karena selama ini ia berfikir ia sepertinyaa tidak pernah melakukan kesalahan saat bekerja. Atau punya masalah dengan partner kerja.


“Di ruangannya” jawab diki yaang sedang membereskaan beberapa meja.


Leni bergegas menemui pa diki yaitu seorang mannager pusat di restaurant tempat leni bekerja.


*Tok* *tok *tok* suara leni mengetuk pintu

__ADS_1


“Assalamualikum..” ujar leni sambil mengetuk pintu ruangan pa diki.


“Waalaikumsalam….” Ujar pa diki “silakan masuk”


Leni bergegas masuk ke ruangan pa diki. Suasana hati leni saat itu sangat tidak beraturan Antara berdebar karena takut terkena masalah. Attaupun karena hal lainnya yang berbau negatif. Leni sangat tidak karuan perasannya, apalagi setelah melihat pa diki telah menunggunya. Posisi pa diki saat itu sedang duduk di bangku nya dsn terlihat sedang menunggu leni.


“Silakan duduk..” ujar pa diki kepada leni dengan mengisyaratksn tangannya


“Baik pa.. terima kasih..” ujar leni


Pa diki menjelaskan tentang cara kerja leni selama ia bekerja… leni saangat berdebar perasaannya saat itu.


“Kamu selama ini saya amati dua minggu ini kerjanya cukup bagus ya… di laporan saya kamu sudah pernah menjadi waiters, koki masak , dan door man.” Ujar pa diki


leni mendengarkan dengan seksama dan mencoba memaknai maksud omongan pa diki.


"iya paa terima kasih.. hehehe" jawab leni sambil memberikan senyuman manisnya yang memiliki lesung pipit


"kamu saya berikan komisi tambahan berupa uang tambahan dari hasil kerja kamu bulan ini" ujar pa bos kepada leni


"bener nih pa?" ujar leni terkejut senang dan sedikit terharu


"iya... ini hasil laporan dari bawahan saya tentang hasil kerja kamu di sini . akan ada beberapa orang yang mendapatkan tambahan gaji salah satunya kamu" ujar pa bos


"makasih paa.. " ujar leni sambil tersenyum malu


"komisi akan turun berbarengan sama gaji kamu bulan ini ya" jelas pa diki


Setelah percakapan itu leni kemabali menjalankan fugasnya sebagai waiters hari itu. saat leni keluar dari ruangan pa diki. teman temannya menunggu kehadiran nya dan memiliki rasa ingin tau yang lebih.

__ADS_1


"len... kenapa?" tanya aril teman partners waiters dewi


"gapapa" jawab leni sambil mengelap meja meja yang kotor


"seriusan?" tanya aril penasaran


"iyaa.. ini meja mana aja nih yang udah di bersihin?" tanya leni pada temannya aril


"meja nomor 1 sampe 6 udah.. sisanya belum" ujar aril menjelaskan ke leni


"oke..." jawab leni


leni bergegas membereskan meja meja yang masih kotor dan belum dibersihkan. teman teman leni masih memerhatikan leni saat ia sedang mengerjakan tugasnya. leni tidak mau menceritakan kisahnya karena menurutnya itu akan membuat iri teman temannya yang belum mendapat komisi tambahan dari pa diki.


leni meeupakan salah satu pekeeja yang cukup gesit dalam bekerja. dia selalu mendapat nilai baik dari para pelanggannya. leni memang diajarkan oleh ibu dan ayahnya untuk menjadi pribadi yang unggul dalam bekerja. jangan setengah setengah dalam bekerja. karena dalam bekerja ia akan dinilai oleh banyak pihak yang membuat label baik buruknya terhadap dirinya. begitu pula dengan beberapa hal menjalani hidup. bila sudah masuk dalam suatu industri mau tidak mau harus mengikuti apa yang industri itu pinta dan menerima segala konsensuensinya. kata kata itu yang menjadi pedoman bagi leni dalam memulai untuk mendapatkan uang sendiri.


"kita open yaa..." ujar salah satu partner yang paling tua di restoran pizza tersebut


"iya.. " jawab semuanya..


Restaurant buka pukul 08.35. semua ready di tempat masing masing. leni sangat penasaran dengan orang orang yang mengamati kerjanya. leni melihat memang ada beberapa kaka tingkatnya di restaurnant itu yang memimpin di perusahaan tersebut. tapi apakah mereka? selama itu leni berfikir mencari tau siapa yang mengawasinya. Saat leni keluar tadi leni melihat beberapa teman temannya menunggu kehadirannya. sedangkan teman teman yang lain hanya terdiam tanpa menoleh atau pun memerpedulikan.


"semuanya siap siap ya... restaurant udah buka" ujar ka fadil sebagai pemimpin hari itu.


"oke" jawab serentak


hari itu teman teman leni seperti mengawasi cara kerja leni. entah itu hanya perasaan leni atau memamng itu terjadi. sehabis leni bertemu dengan pa diki, semua teman temannya memerhatikannya. mungkin tidak semua sih.. tapi sebagian dari mereka memang terlihat jelas memerhatikan leni.


"ini saus abis nihh...." ujar salah satu pegawai yang sedang memeriksa beberapa botol saus yang masih kosong

__ADS_1


"oh iya..." ujar salah satu pekerja lainnya.


Pegawai yang melihat itu bergegas mengisi ulang botol sausnya dan menaruh nya kembali ke meja yang masih kosong.


__ADS_2