Anak Muda Kampung Gua

Anak Muda Kampung Gua
INGIN BELAJAR NAIK MOTOR


__ADS_3

hari ini adalah hari yang pas bagi dewi untuk dia belajar mengendarai sepeda motor. dewi ingin sekali belajar menaiki sepada motor. cuaca yang cerah tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin dan banyak angin yang mengembus.


hari ini dewi memutuskan untuk belajar mengendarai motor. semenjak ia kuliah ia selalu berkeinginan bisa mengendarai sepeda motor. karena ia tau ayah dan ibunya pasti tidak membolehkannya. dewi mengajak suni untuk mengajari ia mengendarai sepeda motor. suni adalah orang yang paling tepat bagi dewi untuk mengajarinya mengendarai sepeda motor.


'sun... hari ini lu ada kegiatan ga?' tanya dewi pada suni di whatssapp


pesan terkirim dan ceklis dua. berarti suni menerimanya. dewi pagi ini sedang menonton TV dirumahnya. dewi merasa bosan dan ingin sekali belajar mengendarai sepedah motor.


suni belum membalasnya sampai akhirnya beberapa waktu kemudian suni membaca pesan dewi.


'ngga... kenapa emangnya?' ujar suni


dewi cepat membalas pesan suni


'ajarin gue naik motor dong sun' ujar dewi to the point.


'sekarang?' tanya suni memastikan


'iya... sekarang' ujar dewi pada suni


'ayo... mau dimana?' tanya suni memastikan


'di... jalan depan aja... depan warung mpok mimi... motor lu di pake ga?' tanya suni penasaran.


'ngga...' jawab dewi memastikan


'gapapa nih gue pinjem motor lu?' tanya dewi pada suni


'iya.. gapapa' jawab suni iklas


'sekarang yok. gua otw yaa...' ujar dewi pada suni


'oke... ketemuan disana yaa' jawab suni sambil mengakhiri chat taan nya


dewi sudah bersiap diri sejak pagi. karena dewi memang benar benar ingin bisa mengendarai sepeda motor. dewi ingin mencoba hal baru yang belum ia pernah coba.


dewi berjalan sekitar 200 meter untuk bertemu dengan suni. dewi sampai terlebuh dahulu sebelum suni. dewi menunggu di kursi warung mpok mimi.


"mpokk... dewi numpang duduk dulu yaa disini" ujar dewi pada mpok mimi

__ADS_1


"iya neng.." jawab mpok mimi


mpok mimi memang baik. dia jarang marah karena sudah tua. tetapi dia mudah lupa karena dirinya dudah beranjak menua. beberapa saat kemudian suni pun datang dengan membawa sepedah motornya. dewi memanggil suni menandakan ada dirinya di bangku mpok mimi.


"woy suni...." ujar dewi memanggil


suni menoleh ke arah yang memanggilnya. lalu menghampiri nya dan memarkirkan motornya. dewi dan suni saling menyapa dan dewi memulai percakapan.


"gapapa nih sun motor lu jadi korban gua?" ujar dewi pada suni


"kaga papa udeh... ayo.. jadi ngga?" tanya suni mempeecepat


dewi mulai duduk di bagian depan motor, sedangkan suni duduk di bagian kursi belakang. dewi mulai menyalakan motor suni. lalu mulai mencoba menggas motor.


"nah lu gasnya pelan pelan. lu seimbangin dulu antara gas stang sama kaki buat nahan." ujar suni menjelaskan di belakang


dewi pertama mencoba dengan perlahan menggas motor dengan perlahan. setelah beberapa saat motor oleng tetapi dewi tetap menggas yang membuatnya nyungsruk ke selokan samping jalan.


"eee. eee.. eehhh" ujar dewi sambil tetap menggas motor.


*gubrak* suara motor suni jatuh


dewi dan suni nyungsruk di sekolan pinggir jalan. selokannya memang tidak terlalu tinggi dan masih banyak tanaman di sekelilingnya jadi dewi dan suni tidak terlalu sakit saat jatuh.


"iya iya.." jawab dewi


saat itu kondisi lingkungan sangat sepi. untungnya dewi dan suni tidak apa apa. dewi turun dari motor dan mengangkat motornya untuk berdiri kembali. suni dan dewi kembali berdiri dengan posisi semula


"lu gapapa dew?" tanya suni memastikan


dewi membersihkan sisa sisa tanah yang menempel pada pakaiannya.


"gapapa... ini palingan baju gua aja yang kena tanah. kalo elu gimana? lu ada yang luka ga?" tanya dewi pada suni


suni mengecek kondisi tubuhnya.


"gue gapapa nih.. alhamdulillah.." ujar suni


suni dan dewi membersihkan sisa sisa tanah yang masih menempel

__ADS_1


"nih sekarang masih mau ngelanjutin ga?" tanya suni memastikan


"masihh dongg.. masa baru jatoh sekali aja udah nyerah." jawab dewi pasti


dewi dan suni masih melanjutkan mengendarai motornya. dewi mulai menyalakan motornya kembali.


"bismillahirahmanirahim" ujar dewi sembari memulai menyalakan motornya.


dewi dan suni mulai menyalakan motornya lalu belajar mengendarai motor kembali. dewi mulai menjalankan motornya kembali. suni dan dewi kambali berjalan dengan motornya.


"nge gasnya pelan pelan aja wi. terus fokus pandangan nya ke depan" ujar suni mengarahkan dewi


dewi fokus pandangannya ke depan. suni mengarahkan dewi dengan sangat baik. dewi mengarahkan motornya dengan sangat baik. suni berjalan dengan kecepatan standar. suni mengawasi dewi dengan sangat baik. di perjalanan kampung dodong tidak banyak orang yang lewat. dewi masih kagok ketika melewati polisi tidur. dewi masih harus berhenti ketika harus melewati polisi tidur.


"coba pelan pelan lu gas deh wi" ujar suni pada dewi yang memeberhentikan motornya tepat di depan polisi tidur


"gue masih takut sun" ujar dewinpada suni


suni terus memberikan motivasi agar dewi bisa melewati polisi tidur tanpa berhenti. dan sampai akhirnya suni berhasil dan dewi pelan pelan melewati polisi tidur yang ada di setiap ia lewat.


"gila sihh.. gue deg degan banget kalo lewat polisi tidur" ujar dewi pada suni


dewi berhasil melewati polisi tidur. lalu kembali berjalan. sekarang suni dan dewi harus melewati jalan yang menanjak. dewi yang melihat tanjakan dari kejauhan membuat jantungnya berdegub kencang.


"sun.. gua takut dah kalo lewat tanjakan." ujar dewi pada suni


"pelan pelan aja. lu nge gas nya pelan pelan terus jangan goyang goyang stangnya" ujar suni menjelaskan


dewi mencoba semua yang suni perintahkan. dewi mulai menggas motor secara perlahan.


"bismillahirahmanirahim" ujar dewi


dewi menggas motor perlahan hingga akhirnya berhasil sampai walaupun dengan kecepatan yang sangat rendah. suni mementoring dari jok belakang. jantung dewi sangat berdegub kencang hingga membuat dewi sangat gemetar. suni melihat tangan dewi yang gematar dan dewi memang terlihat tidak tenang tetapi suni mencoba untuk tetap tenang agar dewi bisa menyetir dengan fokus.


"wuahhh ya allah deg degan banget gue" ujar dewi pada dirinya sendiri sesampainya di atas tanjakan.


"iyaa gue juga deg degan duduk di di jok belakang di saat lu yang nyetir nih" ujar suni menjelaskan.


dewi masih melanjutkan perjalanan dengan mencoba menaikan kecepatannya. suni mencoba menaikkan kecepatan berkendaranya hingga akhirnya berhasil. suni berhasil menaikkan kecepatannya.

__ADS_1


"wuiihhh hahahaha serem juga nih.. tapi seruuu" ujar dewii sembari menaikan kecepatan berkendaranya


suni mcengawasi dewi dengan tajam agar dewi dan dirinya baik baik saja sampai tujuan. sampai akhirnya suni dan dewi berhasil sampai di tujuan akhir yaitu


__ADS_2