Anak Penyihir Agung

Anak Penyihir Agung
Episode 1


__ADS_3

' Anak tidak berguna tidak pantas tinggal dikeluarga ini'


' sayang, tenangkan dirimu dulu'


Suara samar- samar terdengar di telingaku.


Suara seorang manita marah- marah dan pria yang menenangkannya.


Bukankah aku ayah tidak akan pulang malam ini dan suara wanita itu bukan suara pelayan wanita dirumahku.


Apa yang terjadi? semuanya menjadi gelap. Dingin, dimana ini? bukannya aku dikamar.


Sekarang aku merasa sakit dipunggung. APA APAAN INI!!.


Banyak sekali pertanyaan yang kulontarkan di benakku.


Kucoba membuka mataku. Yang pertama kulihat adalah langit langit ruangan yang usang.


ukiran gaya eropa melekat dilangit langit yang usang tsb. Tunggu! apa?!


Tersadar, aku mencoba duduk tapi rasa sakit merayap dipunggungku, saat ini posisiku tengkurap. Ini nyata, rasa sakit dan perih ini nyata.


Kupaksa untuk berdiri dan berjalan menuju cermin usang disudut ruangan. Dan...


" A-apa?!"


Ketika sampai dicermin aku terkejut, melihat pantulanku dicemin.


Tubuh kurus, kulit putih seputih salju, rambut hitam, mata biru safir, hidung kecil mancung, serta bibir tipir merah muda, wajah anak kecil ini sunggu cantik.


Tangan kecilku menyentuh wajahku. Dimana rambut dan mata coklatku?. Hanya satu kata dibenakku,


TIMETRAVEL


Bukannya aku belum mati? bagaimana bisa aku disini?, Pikirku. Kalau tidak salah, aku mengerjakan Tugas yang diberikan dosen sebelum tidur.


Oh, iya. Selesai aku mengerjakan tugas, aku menamatkan novel yang aku baca sebelum tidur. JANGAN-JANGAN!!


Rambut hitam selutut dan mata biru safir ini, Rupa ini? gambar yang ada disampul novel!.

__ADS_1


" Aku benar-benar transmigrasi kenovel yang aku baca itu" ucapku tak percaya.


" sungguh sial" umpatku kesal. Begitulah sialnya aku, bukan trasmigrasi ke tubuh putri kerajaan, putri duke, atau putri baron.


Sialnya lagi aku transmigrasi kenovel judulnya 'Dark Witch Princess' ceritanya bermula gadis lemah yang tidak diinginkan keluarga yang membesarkannya hingga ia tenggelam dalam rasa sakit dan keputusasaan menjadikan gadis itu berhati hitam. Menggunakan kekuatan gelap untuk membunuh dan saat itulah ia bertemu cintanya.


Bukannya berbahagia malah dihianati dan terbunuh oleh orang ia cintai. Dan itulah akhir si penyihir gelap yang tersakiti TAMAT.


Tokoh utama gadis yang menyedihkan. Tetapi malangnya gadis itu pemilik tubuh yang aku tempati, lebih tepatnya gadis itu aku. VERLINA CALISTH.


Selesai merenung jalan ceritanya, aku melangkah menuju tempat tidur yang usang. Merasakan ada orang yang mendekat, aku langsung minggir kesamping dan...


Byurr


Dan benar saja. kalau aku tidak menghindar, aku pastikan akan basah kuyup.


" hei, apa kau tahu apa yang kau lakukan" tanyaku datar. Kulihat orang yang menyiramku terkejut, mungkin karena tidak kena. Hanya bocah berani menjahiliku, kalau tidak salah dia adikku yang berbakat, Hedie calisth.


setelah diam beberapa saat, ia menjawab


" oh, kakak aku sedang menyiram kotoran" ucapnya sambil tersenyum.


'Mencari masalah dengan orang yang salah, bodoh sekali ' batinku menyeringai.


" adikku yang berbakat, sepertinya kau buta? atau kau bodoh? kau sama sekali tidak bisa melihat ruangan yang bersih ini atau_" aku menjeda lalu melnjutkan.


" Kau bodoh tidak dpat membedakan orang dengan kotoran" ucapku sinis. Dan..


Jlebb


Sunggu menusuk. Kulihat dia menahan amarah mendengar kata buta dan bodoh. Tidak hanya itu kulihat dia melotot tidak percaya.


Ekspresi itu membuatku terkekeh, jujur aku suka ekspresi itu.


Baiklah akan aku panggil dia hedie, tubuhku saja yang anak kecil tapi jiwaku orang dewasa. Dia mau melawan orang yang perpikir dewasa? pasti kalah telak.


" kenapa kau diam? apa perkataanku tadi benar?" kulihat wajahnya memerah setelah mendengar perkataanku tadi, lebih tepatnya pertanyaan.


kesal, dia keluar dari ruangan yang aku tempati. Kulihat ia melangkahkan kaki tergesa gesa sambil menunduk karena kesal.

__ADS_1


" oh, adikku lebih baik jangan menunduk nanti nabrak tiang jadinya" ucapku menasehati terkesan mengejek.


Ia mengepal tangan dan melangkah penuh kekesalan.


kudengar langkah kakinya menjauh.


Heh


Dengusku, lalu menatap sinis dan melangkah kepintu yang dilalui hedie.


kututup pintu, pandangan ku kini menatap tangga terlihat elegan dengan ukiran eropa.


*Tap


tap*


Belum beberapa langka seseorang menyodorkan kaki ingin membuatku tersanduk tepat didepan tangga, ya dia hadie.


Aku menyadarinya tetapi aku berpura pura tidak menyadarinya. Dan...


*Dugh


Aakh*


Bukannya aku yang kesakitan tetapi melah dia yang mengerang kesakitan sambil memegang kakinya. Eit, sakit ya?.


" Ah, ada apa denganmu adikku?" tanyaku polos seakan akan tidak tahu yang telah aku lakukan.


Kulangkahkan kaki menuruni tangga dengan anggun tampa memperdulikan adikku hedie yang kesakitan.


Lorong yang kulewati memiliki banyak pintu dengan ukiran elegan.


" Hmm, sepertinya keluarga calisth memiliki selera yang unik" ucapku berpikir sambil melihat ukiran dengan permata berwarna hijau.


Keluarga calisth, keluarga yang melahirkan anak anak berbakat seperti adikku, hedie calisth. Hedie selalu dibangga banggakan bahkan membandingkan aku dengannya. yah, begitulah. Aku dianggap duri dikeluargaku, bagaimana tidak? diumurku yang ke7 tahun saja tidak bisa sihir. Di anggap sebagai penghalang bagi keluargaku naik pangkat, dari merquess kepangkat yang diatasnya. Aib bagi keluargaku.


Heh, sungguh hina.


Langkahku terhenti ketika mendengar suara tak asing ditelingaku. mencoba untuk menguping percakapan dengan melihat lewat sela sela pintu.

__ADS_1


" Lihat, apa yang keluarga ini sembunyikan?" gumamku seraya tersenyum misterius.


__ADS_2