Anak Penyihir Agung

Anak Penyihir Agung
Episode 4


__ADS_3

Tap


Tap


Tap


Aku sekarang berjalan bersama sebastian keruang makan. Baju selutut yang kupakai sedikit berat karena tubuh kecilku yang kurus, mungkin? untung saja Alia dan alea mau merahasiakan luka dipunggungku. bisa bisa balas dendamku gagal.


Baju indah ini terlihat cocok denganku, setelah per debatan panjang akhirnya aku pergi juga keruang makan.


" Nona terlihat gugup, apa nona takut dengan tuan?" ucap sebastian. What!? apa itu karena semalam aku melihat rymond membawa mayat? memang aku sedikit takut sih. Aku menjawab.


" Tidak, aku hanya ragu dia tidak menerima kehadiranku" ucapku jujur. Jujur itu yang aku pikirkan.


" Ha ha, nona tidak perlu ragu. Tuan pasti menerima nona yang imut ini" dia mencoba menghiburku. Tetapi aku harus tetap berterima kasih.


" Terima kasih sebastian" ucapku tersenyum manis. Dia juga memberiku senyuman. Wah, sepertinya aku menyadari kalau sebastian tampan. Tidak seperti waktu aku pertamakali bertemu denganya. Waktu pertama bertemu dia seperti pria parubaya dan sekarang menjadi pemuda tampan.


Kutarik dan kuhembuskan nafasku sekarang didepanku berdiri kokoh pintu ruang makan. Ya kami sudah sampai diruang makannya lebih tepatnya diluar.


Sebastian membuka pintu. Tatapanku mengarah seseorang yang duduk dengan wajah datarnya. Sepertinya kami terlambat.


" Maaf tuan lama menunggu" ucap sebastian menunduk hormat.


" Tidak apa" huff untung kesan pertamaku tidak hilang karena terlambat sarapan bersama.


" Silakan nona" ucap sebastian menarik kursi untuk aku duduki.


" Terima kasih" ucapku sambil tersenyum. Sebastian mengangguk sebagai jawaban. Sedangkan rymond hanya duduk diam melihat interaksi kami.


Perasaan canggung diantara aku dan rymond setelah sebastian meninggalkan kami untuk mengambil sarapan untuk kami. Ku lirik Rymond, seperti semalam ia terlihat tampan hanya rambutnya pendek kalau semalam rambutnya panjang sepinggang.


Tidak berselang lama sebastian datang membawa hidangan yang dibawa oleh dua orang berpakaian maid.


" Silakan tuan dan nona" ucap sebastian berlalu pergi untuk menjauh dari kami.


" mn" Hanya itu jawaban rymond, lumayan dingin. Kutatap makanan didepanku terlihat enak. Rymond sudah mulai makan tanpa menunggu lagi aku langsung melahapnya. Makanan enak untuk lidah dan perutku.


Rymond sepertinya sudah selesai dan sekarang memperhatikanku, aku tidak menyadari itu. Aku masih sibuk dengan makananku sampai mulutku penuh.


" Kau mirip dengan tupai" ucapan rymond mengagetkanku. Sekarang aku sadar rymond tengah memperhatikanku. Wajahku terasa panas karena malu. Sedangkan sebastian yang tidak terlalu jauh dari kami terkekeh. Ah, memalukan.

__ADS_1


Glekk, aku menelan makanan karena kurasa sudah hancur. Aku hentikan acara makanku. Rymond masih menatapku.


" Kenapa berhenti?" tanya rymond yang masih dalam posisinya. Ia menatapku dengan salah satu tangan menyanggah dagu. ukh, ayahku ini sungguh tampan.


" seharusnya saya makan dengan sopan tadi, maaf" ucapku terkesan seperti anak kecil yang takut dimarahi.


" Tidak apa, tadi kau terlihat imut" ucap rymond lembut walau wajahnya datar. Imut? aku? uh, sekarang bolehkah kau kupanggil ayah?.


" Benarkah?" tanyaku terbinar.


" hm, ya" jawab rymond tersenyum agak samar. Rymon tersenyum? Astaga kadar ketampanannya bertambah.


" Terima kasih" ucapku tersenyum lebar. Melanjutkan makan karena perutku belum sepenuhnya terisi dan rymond yang memperhatikanku, yang kubiarkan terus menatapku. Sebastian? dia menatap interaksi kami sambil tersenyum. Entah apa yang dia pikirkan?.


***


Beneka yang kupeluk sangat lembut, walau sedikit kekanakan. sekarang aku ada dikamarku dan duduk disofa kamarku setelah selesai makan rymond menyuruhku istirahat.


Oh, iya. Bertanya tentang boneka yang kupeluk? boneka kucing ini kudapatkan dari sebastian katanya 'anak usia seperti nona selalu bermain dengan boneka agar tidak kesepian' begitulah katanya. Itu hanya tubuhku dan jiwaku dewasa.


" Aku bosan" gumamku pelan tapi masih bisa didengar oleh alia yang berada disampingku.


" Nona bosan? Mau saya ajak jalan jalan" ajak alia padaku. Ide bages untuk menghilangkan bosan. 'Oh iya, bukankah aku ingin tahu tentang dunia ini bergentung dengan novel saja tidak cukup. Kalau begitu...'


" Nona mau membaca buku diperpustakaan?" tanya sebastian mengagetkanku. Entah mengapa aku tidak merasakan kedatangan sebastian?.


" iya" ucapku singkat.


" Baiklah mari saya antar nona" ajak sebastian mengulurkan tangan.


" Terima kasih sebastian" ucapku menyambut uluran tangan sebastian dengan senang hati.


" Alia dan alea saya pergi dulu" ucapku berpamitan dengan alia dan alea yang tiba tiba berada disamping alia.


***


Woah!


takjubku setelah sampai didalam perpustakan. Begitu banyak buku yang disusun dirak rak bertingkat.


Bagi mahasiswa jurusan bisnis buku adalah teman untukku, teman untuk menjadi pebisnis handal

__ADS_1


" mmn, ini dia!" Setelah sekian lama mencari akhirnya ketemu juga buku yang aku cari.


" Sebastian boleh kupinjam buku ini dan membacanya dikamar?" tanyaku pada sebastian yang berdiri tak jauh dariku.


" Boleh nona"


" Kalau begitu ayo pergi!" ucapku menarik tangan sebastian pergi. Sebastian tersenyum.


'Nona imutku ceria dan manis' batin sebastian terkekeh.


Sedangkan aku bersemangat untuk mengetahui apa saja tentang dunia ini.


Kita lihat hal apa yang menakjubkan tentang dunia ini.


***


Sekarang aku tahu tentang dunia ini. buku tebal yang menghabiskan banyak waktu untuk dibaca berjudul 'sejarah Landtonia' berguna juga walau hanya menjelaskan benua yang aku tempati, LANDTONIA.


Untung bahasa disini bisa kumengerti.


Dari kekaisaran dari benua landtonia yang berjaya.


Kita keintinya saja. Didunia ini dibagi beberapa ras, ada yang menampakan diri bahkan berbaur dan ada yang memilih untuk bersembunyi agar tidak terganggu dunia luar. Ras dibagi menjadi;


• ras rubah dan serigala, mereka sering hidup bersama bahkan ada yang campuran,


• ras peri, Mereka bisa dari tumbuhan atau benda benda alam rupa mereka seperti manusia.


• ras siluman, jarang dijumpai karena kemampuan membaurnya dan rupanya seperti manusia memudahkan mereka untuk membaur,


( Note: mengapa ras rubah dan serigala tidak termasuk karena rupa mereka memang manusia dan mempunyai telinga dan ekor sesuai rasnya. Sedangkan siluman bisa juga tetapi mereka memakai sihir untuk berubah dan bisa mengambil bentuk hewan.


• ras kelinci, rupanya seperti manusia yang mempunyai telinga dan ekor( penjelasannya sama seperti rubah dan serigala),


• ras mermaid /duyung, Taukan manusia setengah ikan.


• ras iblis, jarang terlihat kerena memilih hidup menyandiri.


• ras manusia, ada yang spesial dan ada yang biasa,


Hampir semua yang ada didunia ini mempunyai sihir kecuali seseorang yang tidak mempunyai inti sihir didalam tubuh sejak kecil.

__ADS_1


( penjelasan bukunya begini saja ya🤗, soalnya authornya malas mikir apa saja penjelasannya, segini aja jadinya. JANGAN LUPA KETIK LIKE, KOMEN DAN VOTENYA YA TERIMA KASIH 😗😗)


__ADS_2