Anak Penyihir Agung

Anak Penyihir Agung
Episode 3


__ADS_3

Sinar bulan menyinarinya , wajah itu? mirip denganku!.


*****


Diterangi sinar bulan kami masih saling menatap. 'Pria itu mirip denganku, apa dia ayahku?' aku terus memikirkan itu, sampai...


" TUAN!!" panggil seseorang cukup keras memecah keheningan malam.


yang kutatap orang itu, tatapanku terpaku melihat benda seperti telinga dikepalanya.


" Oh, sebastian sepertinya penyamaranmu terbongkar?"


Sebastian?! orang yang memiliki telinga itu sebastian? dimana aku ini?.


" Ini karena tuan jika tidak langsung menerobos pelindung, saya tidak akan berubah wujut asli saya dan bla... bla... bla... bla" oceh sebastian.


Perasaan aku atau apa? sepertinya suhu disini semakin menurun, apa perasaanku saja?.


" Sebastian!" kaget dengan suara dingin itu, sebastian berhenti mengoceh dan takut.


Aura dingin dimana mana membuatku tidak nyaman. sebastian berlutut ala kesatria menyucapkan maaf.


" Maafkan saya tuan Rymond" ucapnya sopan.


Jadi, pria mirip denganku namanya Rymond. Rymond?! RYMOND CALISTH.


Bukankah itu penyihir agung terkuat dikekaisaran. Pemuda paling berbakat dan seseorang yang pernah menolong verlina saat akan tertangkap. Dia ternyata ayahku.


" Kenapa bisa ada tamu diruangan ini?" ucap Rymond melirikku.


" Ah, maafkan saya lama meninggalkan nona sendirian" lirih sebastian meminta maaf.


" T, tidak apa apa" Ah, lagi pula aku tidak takut.


" Sebastian jawab!" perintah rymond penuh penekanan. kulirik dia, ada apa dengannya? ia terlihat kesal.


" i, iya tuan. Ini nona Verlina tuan." ucap sebastian memperkenalkanku.


Ia menatapku dan mengulurkan tangannya. ' Mau apa dia?' batinku waspada. Tapi...


" Kau ternyata sudah besar" suara dingin tapi penuh kelembutan membuatku kaget. seraya tangannya mengelus kepalaku lembut. Ternyata dia tidak memukulku. Tunggu! untuk apa ia memukulku?.


Ia terus mengelusku lembut hingga suara sebastian menghentikannya.


" Tuan sebaiknya tuan suruh nona istirahat karena hari sudah malam dan nona terlihat lelah" ucap sebastian menghentikan kegiatan rymond.


Rymond menatap sebastian. Seolah mengerti arti tatapan rymond sebastian berkata.

__ADS_1


" Baiklah, mari nona saya antar kekamar" ajak sebastian padaku. Entah kenapa aku seolah lupa dengan telinga dan ekor sebastian.


Menginggalkan rymond yang menatap bulan sambil bergumam. Entah apa yang ia gumamkan?


***


Lagi lagi mengelusuri lorong dengan bantuan lentera. Apa lampunya mati? atau zaman ini tidak ada lampu? sudahlah ikuti saja.


Menatap sebastian aku bertanya. " anu, sebastian kenapa kau telinga dan ekor hewan?" tanyaku polos penasaran.


" Ha ha, itu karena saya berasal dari ras rubah nona" jawab sebastian tertawa kecil.


" Tidak hanya ras saya, ada juga bermacam ras lainnya" sambung sebastian.


Ternyata didunia ini ada beberapa ras. Mungkin besok aku harus mulai membaca buku tentang dunia ini.


" Nona sekarang kita sudah sampai" Kutatap pintu besar yang didepanku. Yang kusuka dari pintu itu adalah ukiran mawar dengan permata birunya.


Masuk keruangan itu yang menjadi kamarku seperti biasa ruangan penuh dengan permata biru disinari bulan sangat indah.


" Nona saya tinggal. Selamat malam nona semoga mimpi indah" ucap sebastian seraya akan meninggalkan kamarku.


" Iya, selamat malam sebastian" ucapku dan sebastian menutup pintu pintu meninggalkan kamarku.


Aku berbaring ditempat tidur. Aku masih tidak menyangka alur cerita novelnya berubah.


' selamat malam '


***


Sinar cahaya pagi menembus sela sela jendela yan ditutupi gorden.


sreng...( anggap aja suara gorden yang digeser:))


" Ukh" erangku terganggu dengan sinar matahari. Perlahan mataku terbuka. bangun menatap seseorang sambil mengucek ucek mataku.


" Oh, nona sudah bangun?" ucap seorang wanita berpakaian maid dengan rambut merahnya yang sedikit mencolok.


" uh, iya. kau siapa?" tanya ku setelah sadar dari tidur nyenyakku.


" Maafkan saya belum memperkenalkan diri" ucapnya memberi hormat.


" Nama saya Alia, saya ditugaskan untuk jadi pelayan anda" sambungnya memperkenalkan diri sopan. Seorang bangsawan harus sopan disini.


" lalu, siapa orang yang ada disana?" tanyaku menunjuk seorang maid berambut hijau yang sedang duduk disofa.


" Alea dimana sopan santunmu pada nona?!" ucap Alia sedikit membentak maid yang duduk disofa. Lalu melanjutkan. " Maafkan dia nona, dia _ " ucapan alia terpotong oleh maid berambut hijau.

__ADS_1


" Saya alea senang bertemu dengan nona. Saya disini ditugaskan untuk melayani nona bersama alia. jadi nona mohon bantuannya" ucap panjang lebar maid rambut hijau dengan senyum lebarnya.


Bukankah dia yang duduk disofa tadi? sepertinya dia orang yang ceria, pikirku.


" Iya, mohon bantuannya" ucapku dengan senyum manisku.


" Kyaa! nona imut sekali!" ucap alea sedikit berteriak. Hah? ternyata aku sangat kecil. kenapa aku baru sadar sekarang?.


Aku masih dalam pelukan alea sedangkan alia memarahi alea.


plukk


Huff, akhirnya aku bisa melepaskan diri dari pelukan alea karena pukulan dari alia yang kesal.


Kruyuk~


suara perutku menghentikan pertengkaran mereka.


" Nona maafkan ketidaksopanan kami, saya akan mengambil sarapan untuk anda" ucap alia berlalu pergi.


Berapa saat alia datang dengan membawa mangkuk.


" Nona saya kembali"


" Alia, apa itu?" tanyaku yang dianggukan alea.


" nona ini sarapan untuk nona, daun embun pagi" jawab alia menyerahkan mangkuk berisi daun padaku.


" Daunnya cantik" ucapku terbinar melihat daun yang aku ambil dari mangkuk. Daun berwarna biru dan ungu itu. ' apa bisa dimakan?' batinku penasaran. Tanpa berpikir banyak, aku langsung memakannya dan...


" Manisnya~" ucapku terus mengunyah daun itu.


" Baguslah kalau nona menyukainya" ucap Alia senang.


Aku masih menikmatinya tiba tiba...


Tok


Tok


Tok


" nona boleh saya masuk?" Itu suara sebastian.


" masuklah" setelah mendapat jawaban sebastian masuk dan memberi hormat.


" Selamat pagi nona, tuan mengundang nona untuk sarapan bersama "

__ADS_1


Apa? rymond mengundangku makan bersama? Alur cerita yang sulit ditebak.


__ADS_2