
Maaf typo, soalnya belum berpengalaman buat novelnya. Jadi, isinya apa yang terpikir dikepala. MOHON DIMENGERTI.
Lanjutt...
*****
Bruk..
"Ah akhirnya aku mengerti juga." ucapku sambil menjatuhkan diri dikasur empukku.
"Catty, apa yang harusku lakukan aku bosan?" tanyaku pada boneka kucing yang kupeluk. Bagiku ini sungguh kekanakan tapi untuk tubuhku yang berusia 10 tahun itu sudah biasa.
Tok
Tok
Tok
Kutebak itu adalah sebastian.
"nona tuan memanggil nona untuk minum teh ditaman" tebakanku benar itu sebastian yang mengirim ajakan rymond padaku.
"Ya, tunggu sebentar" aku harus cepat bersiap siap. Merapikan rambut dan bajuku yang berantakan.
Kubuka pintu, tertampang jelas sebastian yang menungguku.
"Ayo sebastian!" ajakku pada sebastian dengan tersenyum. Mengulurkan tangan.
Sebastian membalasku dengan mengangguk dan membalas uluran tanganku.
***
Hari ini benar benar cerah walau sebentar lagi akan siang. Sebastian masih mengandeng tanganku menuju tempat rymond berada. Bunga bunga ditaman ini sangat indah. Eh, apa itu labirin dari tanaman bunga mawar? setelah ini mungkin aku akan kesana.
Sekarang aku sudah duduk berhadapan dengan rymond. Saat sepanjang perjalanan aku selalu memperhatikan bunga bunga yang kami lintasi. Jadi tidak terasa sudah sampai.
Rymond selalu saja tampan dimanapun.
Teduh sekali karena kami melakukan acara minum teh dibawah pohon. Hembusan angin menenangkan sekaligus mnyegarkan.
"nyam, nyam" kunyahku menikmati kue kue cantik nan enak ini. Sedangkan rymond memperhatikanku.
"hehe" kekeh pelan rymond saat melihatku tetapi aku masih bisa mendengarnya. Apa? kutoleh rymond yang tersenyum lembut padaku.
__ADS_1
Akh, ini terjadi lagi kedua kalinya. Ini memalukan untukku. Walau malu aku masih saja melanjutkan makanku, kue ini sangat enak.
"sebastian teh!" ucap rymond rymond pada sebastian yang berada dibelakang rymond. oh maafkan aku sebastian melupakanmu, karena aku sibuk dengan kue kue cantik didepanku.
"baik tuan" setelah mengucapkan itu sebastian menjentikkan jarinya dan muncullah nampan berisi teko, sihir memang luar biasa. Wanginya teh menghentikanku.
Sebastian menuangkan teh dimasing masing cangkir kami. Mmn, memang harumnya teh itu menenangkan.
"Harum dan rasanya enak, ini teh apa ya?" Gumamku pelan.
"Ini teh Lavender ungu, apa nona menyukainya?" tanya sebastian setelah mendengarku bergumam. Hm, pantas warna tehnya gelap agak sedikit keunguan dan harum yang menenangkan.
"iya, apa teh ini sebastian yang buat?" tanyaku ada sebastian dengan nada anak kecil.
"ya teh ini saya yang buat"
"Teh buatan sebastian enak"
"ah, terima kasih nona. Nanti saya ajarkan cara membuatnya" ucap sebastian tersenyum.
" Benarkah?" tanyaku terbinar.
" ha ha, iya nona" Entah mengapa suhu disini menurun.
"Sebastian!" Suara dan suhu yang dingin itu berasal dari rymond. Yang menatap sebastian dingin.
"Mundur 10 langkah, lakukan!!" perintah rymond penuh penekanan. Eh? ada apa dengannya?.
( huhu dasar gak peka / Author uwu )
"baik" ucap sebastian mengikuti perintah rymond. Aku tidak peduli. Aku hanya merasa sedikit kasian dengan sebastian.
Aku masih diam. melihat itu rymond berkata...
"Ada apa? kenapa tidak lanjut makan?" tanya rymond padaku yang sedang termenung.
"Bonekaku ketinggalan dikamar" Eh!? tanpa sadar aku mengucapkan itu. Akh, sudah beberapa kali aku melakukan hal memalukan ?! tolong kuburkan aku yang memalukan ini!.
Rymond masih menatapku yang termenung. walau luarnya aku hanya diam, dipikiranku sudah kacau.
Jtakk..
Rymond menjentikkan jari dan muncullah boneka yang aku katakan tadi.
__ADS_1
"Apa benar yang ini?" tanya rymond.
"Benar" jawabku memperhatikan bonekaku yang berbentuk kucing.
'bagaimana dia bisa tahu?' gumamku dalam batinku sambil memeluk catty, benekaku.
"Ada lagi?" tanya Rymond lembut.
"Tidak dan..." aku menjedah lalu melenjutkan. " Terima kasih ayah." ucapku tersenyum lebar tulus seperti ada bunga bunga yang indah bertebaran. Akhirnya aku bisa menyebut kata 'Ayah' dikehidupan keduaku.
Kulihat rymond kagat mendengar kata 'ayah' dari mulutku. Dia tersenyum lembut lalu membalas.
"Apapun untuk putriku" ucapnya lembut. Kami saling tersenyum sedangkan sebastian memang tidak ada disini. dia saat kembali kedalam karena ada urusan. Hahh~ hari yang begitu indah. Terima kasih untuk kehidupan keduaku.
***
"La, la, la, la~"
"Berjalan jalan ditaman dan melihat bunga mawar merah yang cantik membuatku senang." ucapku berjalan menyelusuri labirin bunga mawar sendirian.
Tentu saja sudah mendapat izin dari rymond. Kurasa ia menjadi posesif karna tidak memperbolehkan sebastian menemaniku.
Katanya ekhem, ekhem..
"lebih baik kau ditemani dengan pelayan yang aku kirim untukmu." Lah, kenapa? Kalau dengan sebastiankan aku bisa tahu jalannya dan sekalian cuci mata wajah tampannya sebastian, hehe.
"kenapa dengan sebastian?" tanyaku sambil memeluk boneka. Boneka yang empuk dan lembut. Tunggu! lupakan saja tentang boneka. Kembali ke cerita..
"Dia masih ada tugas yang belum selesai" ucap rymond sambil meminum teh dengan anggunnya. Kalau ditemani alia nanti tidak tidak menyenangkan karena dia terlalu serius sedangkan Alea terlalu berisik dan banyak bicara, walau mereka kembar sikap keduanya bertolak belakang.
"Kalau begitu...bolehkah aku pergi sendiri" ucapku menggunakan tatapan memelasku. Ew, itu menjijikan tapi aku terpaksa melakukannya.
Bagiku itu menggelikan, jangan tanya rymond. Baginya itu terlihat mengemaskan membuatnya luluh dan akhirnya menyetujuinya.
Aku tidak memikirnya lagi yang penting aku bisa menikmati hariku ini. Tanaman bunga mawar menjulang tinggi dan membentuk labirin, bisa tingginya setinggi pinggang ayahku. Tentu saja aku tidak bisa melihat jalan keluarnya, aku hanya mengikuti instingku.
Dress selututku memudahkanku berlari. Ini menyenangkan! menghirup udara wangi dari bunga, ini seperti aku terbebas dari beban yang aku pikul. Sekali kali menikmati masa kecilku ini, hehe.
*Srekk..
Srekk*..
"mn" Aku menoleh ke asal suara itu.
__ADS_1
Eh? apa itu? aku menyentu benda berbulu lembut dan halus, ini ekor?.
"Hei, bisakah kau lepeskan ekorku."