
Hari ini adalah rapat organisasi, semua anggota organisasi kecuali Yola sangat antusias untuk membahas acara yang akan diselenggarakan ini.
Kenapa Yola? Yola masih sangat malu dan takut untuk menghadiri rapat itu. Dia hanya duduk bersama teman sekelasnya.
Disisi lain, Anry mencari dimana anggotanya yang satu itu.
Saat itu sedang jam kosong, jadi siswa lain sedang tidak belajar.
Yola tidur di kelasnya, hanya 15 menit tiba tiba dia terbangun. Dia terbangun karena dia merasa bahwa dia mempunyai tanggung jawab buat acara tersebut, dan dia tidak boleh melibatkan urusan pribadinya kedalam kepanitiaan ini.
Wanda: "Loh mau kenapa Yol? Bangun bangun udah megang notebook?", tanya Wanda keheranan.
Ejak: "Iya nih, mau kemana sih?"
Yola masih sibuk mencari berkas berkas yang akan dibawanya.
Yola: "Mau rapat nih.", sambil mencari pulpennya.
__ADS_1
Wanda: "Yakin kamu? Mereka aja nggak ada yang nyariin kamu daritadi. Padahal rapatnya jam 9 kan? Ini udah 9.30 loh, Yol."
Ejak mengangguk, arti membenarkan perkataan Wanda.
Yola terdiam sejenak dan berkata, "Hmm yaudahlah ya, urusan pribadi ya pribadi. Bagaimanapun juga aku masih ada tanggung jawab nih."
"Aku pergi dulu ya, doain aku hehe", lanjutnya.
Ejak dan Wanda saling melihat dan mengangkat pundak serempak, tanda keheranan sambil melihat kepergian sahabatnya itu.
Sesampainya di depan aula, dia mengetok pintu dan tak lupa mengucapkan salam sambil tersenyum. Orang yang pertama kali dilihatnya adalah Bang Anry yang sedang duduk didepam untuk memimpin rapat tersebut.
Saat semua orang melihat kedatangan Yola, Kak Rosa, kakak kelas nya yang juga teman Bang Anry menyambut Yola dengan senyuman. Dia menyuruh Yola duduk di samping Anry.
Wajar saja, Yola adalah sekretaris di kepanitiaan itu.
Gugup? Pasti. Tangan Yola dingin. Hatinya dag dig dug. Pikirannya tidak karuan.
__ADS_1
Rapat pun selesai.
Tidak ada satu katapun yang diucapkan Anry kepada Yola mengenai masalah kantin kemarin. Yola yang periang menjadi canggung saat berhadapan dengan Anry. Bahkan bukan hanya dengan Anry, semenjak kemarin, dia sudah canggung terhadap orang orang sekitar. Malu rasanya.
Saat pembelajaran bahasa inggris dimulai dikelas Yola, Yola sangat excited sekali. Kenapa? Guru bahasa inggris itu merupakan guru favoritnya. Yola merupakan anak yang humoris, rajin dan pekerja keras. Tak heran guru guru menyukai sikapnya.
Maam Every: "Yola, can you help me?"
Yola: "Sure, Maam. What can i do for you?"
Yola datang ke meja Maam Every, dan betapa terkejutnya dia bahwa dia diminta memanggil Anry untuk diskusi tentang lomba yang akan berlangsung.
Anry akan mengikuti lomba di beberapa hari kedepan. Dan Yola? Yola yang juga pandai bahasa inggris diminta Maam untuk ikut diskusi karena tahun depan Yola akan menjadi perwakilan sekolah tersebut.
Yola mengajak Wanda untuk kekelas Anry. Setelah perdebatan cukup panjang, akhirnya Wanda lah yang memanggil Anry. Anry keluar dan tak heran dengan keberadaan Yola. Karna dimana ada Wanda selalu ada Yola. Ya, Anry memerhatikan hal tersebut.
Halooo, terimakasih udah baca yang kedua ini. Semoga kalian semua suka ya. Maaf kalau masih ada typo. Like dan komen terus ya. Supaya authornya lebih semangat lagi. Jangan lupa jaga kesehatan💙
__ADS_1