Analogi Cinta

Analogi Cinta
Gladi


__ADS_3

Acara yang telah dipersiapkan tinggal H-1, hari ini gladi buat mereka. Hujan deras pun tidak membuat niat mereka luntur. Semangat panitia untuk datang ke gedung lebih besar daripada derasnya hujan serta petir yang datang.


Yola yang sedang beres beres gedung bersama Kak Rosa tertawa karna lelucon yang mereka buat sendiri. Bukan hanya Kak Rosa sebenarnya, ada kakak kelas Yola yang lain yang juga suka sama tingkah laku Yola. Bukan Fitri dan temannya tentunya ya.


Disaat semua panitia telah berkumpul, sepasang mata mencari keberadaan seorang cowok. Ya, Yola tidak menemukan keberadaan Anry.


Saat dia sudah selesai menyapu dan membersihkan meja, dia duduk sambil mengelap keringatnya. Dilihatnya beberapa orang yang sedang mendekor gedung. Cantik sekali, batinnya. Tak lama kemudian, datang lah seorang laki laki yang basah kuyup sambil membawa tasnya. Ya, itu Anry.


Yola yang melihatnya sangat merasa kasihan kepadanya. Namun, dia langsung membuang pandangannya, jangan sampai ada yang melihat nya memandang seorang Anry. Apalagi yang empunya wajah melihat dia, hahaha.


Anry naik ke atas panggung, dan meminta maaf karna dia datang telat. Dan dia memberi alasan mengapa dia telat datang gladi. Semuanya memaklumi sang ketua, karna faktanya memang hujan diluar sangat lebat, ditambah lagi Anry tadi keruang kepala sekolah dulu untuk mengurus beberapa hal.


Setelah gladi selesai, Yola yang saat itu menunggu temannya, ya, Citra. Citra adalah teman dekat Yola di organisasi ini. Selain itu, Citra juga masih keluarganya Yola.


Yola yang menunggu Citra di gedung melihat orang orang berpergian untuk pulang. Banyak tawaran yang datang untuk mengantar Yola sebenarnya, termasuk Ando. Namun semuanya ditolak Yola. Dia masih setia menunggu Citra, karena dia ada janji setelah ini.

__ADS_1


Saat lelah menunggu Citra sambil berdiri, dia memutuskan untuk berjalan pelan sambil mencari tempat yang bisa didudukkan sambil menunggu.


Tiba tiba datanglah laki laki yang menggunakan motor sendirian. Dia berhenti menghampiri Yola yang sedang berjalan pelan sambil menunduk mengikuti sepatunya yang berjalan. Siapa lagi kalau bukan Anry.


"Sendirian?", tanya Anry.


Yola yang melihat kalau itu Anry pun kaget.


"Eeh, iya bang", jawabnya gugup.


"Ini bang, nunggu Citra", jawab Yola lembut.


"Nggak mau bareng?", tanya Anry tanpa ragu.


Iya, jarak rumah Anry dan Yola hanya 1 km.

__ADS_1


Yola yang mendengarnya pun, sangat terkejut dan menjawab, "Eeh nggak usah bang, makasih".


Anry pun mengangguk sambil mengangkat bahunya tanda paham.


Tak lama kemudia pun, Citra datang dan meminta maaf kepada Yola karna dia telat jemputnya. Dia lupa kalau disitu ada abang kelasnya, Anry.


Anry yang melihat kalau Yola sudah di ada temannya pun, merasa lega. Dan dia pamit ingin pulang deluan. Citra dan Yola mengangguk paham dan mengiyakan. Tak lupa Yola mengatakan terimakasih kepada Anry sambil tersenyum.


Dalam hatinya dia mengatakan, "hati hati bang".


Di perjalanan pulang, Yola senyum senyum sendiri. Citra yang melihat dari spion pun menanyakan gerangan. Yola menceritakan apa yang terjadi.


Indah sekali saat itu, pikirnya.


Haloo hai semuaaa, makasih banget yang udah baca noveltoon pertama aku ini. Maaf ya kalau masih ada typo atau pun kalimat rancu. Jangan lupa like dan komen agar author semangat terus. Semoga kalian terhibur dan kalian semua sehat selalu ya💙

__ADS_1


__ADS_2