
Sepulangnya sekolah, Yola segera beres beres rumahnya, membantu pekerjaan rumah sang ibu. Sesudah berbenah dengan dirinya sendiri, Yola masuk kekamar dan merebahkan badannya. Dia mengambil handphone nya dan melihat ada pesan masuk. Siapa? Tentu saja itu Anry. Anry membalas chat nya.
Anry: "Are you okay?"
Yola: " I'm okay."
Anry: "Okay Yol, aku mau menanyakan sesuatu. Apa benar kamu menyukai aku?"
Yola yang melihat itu begitu kaget. Tangganya tiba tiba tremor. Bagaimana bisa dia menanyakan tentang perasaannya? Yola memberanikan membalasnya setelah sekitar 15 menit memikirkannya.
Yola: "Jujur, iya bang."
Anry: "Yol, sebelum kamu suka sama aku. Aku udah suka duluan sama kamu. Ada alasan kenapa aku nggak bisa mengutarakannya duluan, karna memang kita nggak bisa bersama."
Yola mengerutkan dahinya, dia bingung.
Yola: "Kenapa bang?"
__ADS_1
Anry: "Aku nggak bisa mengatakannya sekarang. Secepatnya kamu akan tahu, Yol"
Yola hanya membaca pesan tersebut. Dia nangis, kenapa saat dua orang insan yang saling memiliki perasaan, tidak bisa bersama? Kenapa? Yola tau ini hanyalah cinta monyet, dia tidak ingin lebih. Hanya saja, pertanyaan pertanyaan dilontarkannya dalam hatinya.
Tiba tiba dia menelpon kak Rosa, dia menceritakan semuanya dari awal. Dia berharap kalau ada sebuah jawaban darinya. Nyatanya? Nihil. Bukan jawaban yang diperolehnya, melainkan pertanyaan balik yang diberikan kak Rosa.
Keesokan harinya, Yola datang ke sekolah seperti biasanya. Ejak dan Wanda menghampiri dia. Seperti biasanya mereka selalu bergosip dan menertawakan lawakan mereka. Namun, Ejak dan Wanda merasa ada hal yang aneh dari Yola. Dia tidak bersemangat.
Dan Yola menceritakan kepada mereka.
Saat istirahat, Yola ke kantin bersama Rosa. Rosa yang masih tidak percaya akan hal yang di beritahu Yola kemarin malam, menjadi percaya begitu Yola menunjukkan bukti percakapannya.
"Hai Ros", sapanya.
"Woi Ry, hallo juga", balas Rosa.
Lalu Anry pergi begitu saja. Mengapa? Mengapa dia mengabaikan Yola? Yola yang saat itu merasa tidak dianggap, sangat sedih namun dia lagi dan lagi mampu menutup kesedihannya.
__ADS_1
Disisi lain, Rosa yang melihat raut wajah Yola semakin paham, kalau Yola benar menyukai Anry. Begitupun sebaliknya.
Seminggu setelah itu, ternyata dia kembali chat Yola.
Yola yang saat itu sedang bermain bersama adiknya, kaget ketika melihat notification dari Anry.
"Hallo Yola. Gimana? Kamu udah tau alasan kita nggak bisa nerusin perasaan ini?"
(Yola terdiam sejenak)
"Hai bang. Maaf bang, aku belum menemukan alasan itu. Kalau abang berkenan mau memberitahu, aku dengan senang hati mendengarnya🙏"
"Kamu suku Batak, aku juga. Di Batak, ada marga yang nggak bisa bersama. Aku yakin orang tua kamu udah beri tahu tentang ini, namun kamunya aja yang nggak mau tau tentang adat Batak. Silahkan tanya orang tua mu dulu, Yol😊"
Yola yang saat itu membaca balasan pesannya, langsung berlari menghampiri orang tuanya. Dan dia lupa bahwa orang tuanya sedang tidak dirumah.
"Maaf bang, sekarang mereka lagi nggak ada di rumah. Gapapa, aku dengar dari abang aja."
__ADS_1
Anry yang melihat balasan Yola, memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam dalam. Ada sesak di dada yang membuat dia tidak sanggup untuk menjelaskan alasan tersebut.
Hallo semuanya! Terima kasih buat yang masih setia bacain novel pertama aku ini. Maaf agak alay awalnya, tapii author yakinnn ketika Yola dan Anry beranjak dewasa, cerita ini nggak kalah keren nya! Semoga kalian sehat selalu ya, jangan lupa like, komen dan vote terus supaya authornya makin semangattt💙