
"Heii Cepat sedikit, sebentar lagi gerbang kampus akan ditutup" ucap Airin kepada para sahabatnya.
"Iya sabar dong" balas Fabian dengan muka yang masih ngantuk.
"sabar gimana, kita ini udah kesiangan berangkat kampusnya tau" Ujar Airin.
"iya iya, bawel" balas Fabian lagi.
sementara Melly dan Rendy yang melihat tingkah dua sahabatnya itu hanya geleng-geleng kepala dan saling tatap-tatapan.
"Ayo ah, lama banget lu jadi cowok" Ucap Melly sambil menarik tangan Fabian.
"nah gitu dong peka sama sahabat sendiri" ucap Airin.
"Ya kan aku juga ga mau kena hukuman gara-gara telat dikit" Balas Melly kepada Airin dengan perasaan sedikit Geregetan karena tingkah Fabian yang masih ngantukan.
"Lu juga, gw bilangkan stop!! jangan begadang mulu gini kan akibatnya" Ucap Melly pada Fabian.
Fabian hanya mengikuti Melly yang sedari tadi menarik tangannya. Lalu tiba-tiba ketika Ingin nyebrang jalan terdengar suara ledakan yang keras disekitar mereka.
"Boomm!!".
Keempat sahabat itu terkaget mendengar suara ledakan yang cukup keras, Fabian yang tadinya ngantuk tiba-tiba seger lagi matanya.
__ADS_1
"Waduh ada perang, ayo kita sembunyi" Ucap Fabian dengan nada tinggi.
Sementara Airin, Melly dan Rendy yang melihat tingkah Sahabatnya seperti orang linglung saling memandang dan menertawakan Fabian.
"Bhahahah, makanya mandi kalo mau berangkat ngampus tuh" Ucap Airin.
"Enak aja lo gw udah mandi kali, cuman abis mandi gw ketiduran abis sholat subuh" Balas Fabian
"Udah udah, yukk kita liat kearah sumber suara ledakan tadi" Ucap Rendy dengan rasa penasarannya.
"Kan kita mau ke kampus, ntar telat loh" balas Melly sambil melihat arloji ditangannya.
"Siapa tau itu ada orang yang butuh pertolongan" balas Rendy sambil berjalan kearah sumber suara.
"udah coba kita ikutin Rendy yukk, sekalipun telat kita dihukumnya kan pasti berempat" Ucap Fabian yang sudah segar kembali sambil mengikuti Rendy yang diikuti Airin dan Melly.
Ya, mereka Berempat itu Bersahabat sejak SMP, sampai kuliah pun mereka berempat masih menjaga dengan baik hubungan persahabatannya.
"Astaghfirullah" Ucap Rendy dengan nada sedikit tinggi dan Kaget.
"Ada apa Rendy" teriak Fabian dan berlari menuju Rendy
Rendy yang melihat Seorang lelaki tua yang tersungkur karena becak yang membawa Barang-barang pelanggan tertabrak oleh motor, secepatnya menghampiri dan menolongnya.
__ADS_1
Fabian, Airin dan Melly pun mengikuti langkah Rendy dari belakang dan juga ikut membantu Rendy menolong kakek kakek.
"Astaghfirullah hal adzim, kek kakek gapapa" Ucap Rendy kepada Kakek itu.
"Kalian cepat bantu merapihkan barang kakek ini yang berserakan dijalan" ucap Rendy kepada ketiga sahabatnya yang tengah melihat kondisi si kakek.
Seketika itu pun mereka bertiga membantu merapihkan barang-barang dan becak si kakek yang berada ditepi jalan yang membuat jalanan menjadi agak macet.
sementara si pengendara motor itu menghampiri si kakek setelah menepikan motor dan menge-cek motornya.
"Hei pak, apakah bapak baru bisa mengendarai becak?? jika baru bisa mengendarai becak sebaiknya bapak belajar nya dilapangan terlebih dahulu, lihat jaket saya kotor kan karena ulah bapak" Ucap pemuda si pengendara motor tersebut.
"Iya maaf nak, gara-gara bapak, jaket kamu kotor saya sungguh minta maaf" Ucap kakek itu yang sedikit menahan rasa sakitnya.
"emangnya minta maaf aja udah selesai? terus gimana dengan jaket saya yang kotor ini" ucap si pemuda itu dengan nada tinggi sambil menunjukan jaketnya yang kotor.
•
•
•
Terimakasih sudah mau mampir ke karya baru ku😊, jangan lupa kasih rate dan like ya biar authornya tambah semangat buat cerita selanjutnya😉.
__ADS_1