Angka 8

Angka 8
Angka 8 Episode 03


__ADS_3

Sesampainya dikampus benar saja, mereka berempat terkunci didepan gerbang.


"Tuh kan kita telat, aku takut dihukum sama dosen" ucap Melly dengan raut wajah panik.


"Udah tenang aja, nanti kita tinggal bilang aja ke dosen kalo tadi kita abis nolongin orang, pasti dosen juga maklumin kok" balas Fabian dengan sifat nya yang khas kepedean.


"Ini pak security kemana sih, kok ga ada dipos" ucap Airin.


"Teriakin ajalah, kelamaan kalo nungguin mah, Pak security....!!!! Pak security....!!!" teriak Rendy.


"Heii... Heii... Ada apa ini ribut-ribut" ucap pak security yang tak berselang lama datang dengan gagahnya.


"Pak tolong pak bukain gerbangnya" Ucap Melly dengan memasang muka memohon.


"Iya pak, tadi kami habis bantu orang yang kena musibah dijalan ketika ingin menuju kemari" Ucap Fabian dengan pembelaan.


"Alah, kamu pikir dengan alasan seperti itu bisa membuat saya kasihan dengan kalian, tidak akan!" balas security yang tak percaya dengan alasan mereka.


"Ayolah pak, kali ini aja bantu kita ya pliss" Ucap Airin sambil memandangi wajah sahabatnya sebagai isyarat agar pak security membantu membuka gerbangnya.

__ADS_1


Pak satpam yang melihat mereka berempat memasang wajah yang berbinar-binar mengisyaratkan sebagai bentuk untuk dikasihani pun tak terkecoh.


"memangnya dengan kalian memasang wajah seperti itu, saya akan membukakan gerbang untuk kalian" balas pak security dengan nada ketus.


"sekarang gini deh, bapak boleh minta apa aja ke kita tapi jangan yang mahal-mahal dan jangan yang aneh-aneh, mintanya yang sesuai dengan kemampuan kita aja, apa bapak mau saya belikan kopi plus rokoknya sebungkus" ucap Fabian dengan menggoda pak security agar mau membukakan gerbang untuknya.


"kalian mau nyogok saya yah, saya bilangin ke dosen kalian yah. kamu pikir saya bisa disogok, emang saya ini lelaki apaan yang begitu mudah disogok, heeeh" balas pak security dengan membuang muka.


"ayolah, kalo kopi sama rokok sebungkus kurang, apa pak security mau nomer hp janda" balas Fabian dengan nada pelan dan kembali bernegosiasi dengan satpam.


Sementara sahabatnya Airin, Melly, Rendy yang melihat tingkah Fabian yang konyol itu hanya menonton dan menyerah kan semuanya pada Fabian agar pak security mau membukakan gerbang.


"iya pak, saya ada nomernya, nih dihp saya" balas Fabian.


"janda mana, cantik ga, terus bodynya kayak gitar spanyol ga" balas pak security dengan pertanyaannya yang bertubi-tubi.


"itu tuh, janda disebrang jalan yang buka warung kopi, pasti bapak tau lah bodynya gimana, lewat gitar spanyol mah pak" balas Fabian berbisik-bisik sambil menunjuk ke arah warung sebrang.


"oh janda disebrang jalan itu, yang punya warung kopi, boleh-boleh mana nomernya" balas pak security dengan sumringahnya sambil menyodorkan hp nya.

__ADS_1


"Eitsss, bapak buka dulu gerbangnya, baru saya kasih nomernya, gimana?" balas Fabian


Pak Security tanpa pikir panjang langsung membuka gerbangnya dengan rasa raut wajah senang. Ya, dia security bisa dibilang fakboii, usianya masih terbilang muda. Airin, Melly dan Rendy yang melihat interaksi orang konyol hanya terbelalak dan saling memandangi satu sama lain.


"Wah Fabian berhasil mengoda pak security" ucap Melly dengan nada pelan kepada dua sahabatnya Airin dan Rendy.


"Iya, aku pikir ga akan mempan" balas Airin


"Muke gileee, si Fabian dapet dari mana tuh nomer Janda, gw kok sampe ga tau, kecolongan nih gw" balas Rendy dengan nada pelan juga


"Nah gitu dong pak dari tadi, terimakasih, kalo gitu saya beserta sahabat saya masuk dulu ya pak, udah telat nih" balas Fabian.


"Yukkk semuanya masuk keburu makin kesiangan nih nanti" ucap Fabian kepada sahabatnya yang melongo dan kembali saling memandangi satu sama lain melihatnya berhasil mengecoh pak security yang dikenal susah untuk disogok.




__ADS_1


mohon maaf jika masih ada typo yang berserakan dan masih kurang nyambung, jangan lupa like dan komennya😊😁


__ADS_2