Angka 8

Angka 8
Angka 8 episode 02


__ADS_3

"Kalau begitu bagaimana agar kamu memaafkan saya nak, saya tak punya apa-apa, saya hanyalah tukang becak" Ucap kakek itu memohon maaf dan tanpa sengaja menjatuhkan air matanya.


Rendy yang melihat dan mendengar permintaan maaf si kakek yang tulus kepada pemuda yang tak tahu sopan santun pun mulai kesal dan berdiri menghadap pemuda itu.


"Heii, jaketmu hanya kotor lantas mengapa kau malah meminta ganti rugi, jelas-jelas kakek ini sedang kesakitan kenapa kamu tega masih meminta ganti rugi, dimana hati nurani kamu hahhh!!!!" Bentak Rendy kepada pemuda itu.


"apa urusan mu dengan ku hah!! aku hanya berurusan dengan pak tua itu, tak ada hubungannya denganmu anak muda" balas pemuda itu sambil mendorong tubuh Rendy.


"Apakah kau tak punya mata, kakek itu kesakitan dan barang-barang itu punya pelanggan pertamanya, apakah kau tak pernah diajari sopan santun oleh orang tua mu hah!!!" Rendy mulai naik darah dan mengepalkan tangannya.


Ketiga sahabatnya yang melihat tangan Rendy yang sudah mengepal saling memandang satu sama lain, karena Fabian satu satunya sahabat laki-laki, dia mengambil ancang-ancang agar jika Rendy berbuat yang berlebihan dia bisa mencegahnya.


"gimana ini Airin, aku takut kalo ada diposisi seperti ini" ucap Melly dengan nada suara pelan tepat dekat kuping Airin yang bersembunyi dibelakang Airin.


"udah kita tunggu aja dulu, kita ga bisa menghentikan Rendy yang sedang marah itu, kita serahin aja sama Fabian" Balas Airin.

__ADS_1


"terus gimana kita kuliahnya, ini udah terlambat loh" balas Melly sambil melihat arloji ditangannya.


"yaudah kamu tenang dulu ya Melly" balas Airin agar Melly tenang.


Fabian yang melihat Rendy marah mencoba menenangkan, dan menengahi antara si pengendara motor dan Rendy.


"udah mas, mending mas pulang aja toh mas cuman jaketnya aja kan yang kotor, gaada yang luka" Ucap Fabian yang mencoba membujuk pemuda itu.


"Iya jaket kotor, ga masalah. sekarang coba mas liat motor saya lecet gara-gara pak tua itu" balas pemuda dengan nada tinggi.


"Aduhh gimana ini nenangin si Rendy, ah puyeng gw nenangin dia mah" batin Fabian


Disekeliling mereka terdapat orang orang yang memperhatikan kejadian itu, tiba-tiba ada polisi sedang melintas dan Airin kebetulan melihat polisi tersebut.


"Eh pak... pak... pak polisi!!!" Ucap Airin sambil mengulurkan tangannya agar polisi itu berhenti.

__ADS_1


"Ada apa ini" Tanya Polisi


"Tolong pak, saya beserta empat sahabat saya ini tak sengaja melihat kakek itu dan pemuda pengendara motor itu terjatuh, jadi kami tidak tau siapa yang salah, dari tadi kakek itu sudah minta maaf sambil menahan rasa sakitnya, sedangkan pemuda itu tidak kenapa-kenapa malah meminta ganti rugi. tolong pak bantu selesaikan masalahnya" Ucap Airin menjelaskan yang dia lihat.


"oh begitu, terimakasih atas penjelasannya, mbak beserta 4 sahabat mba bisa silahkan pergi dan lanjutkan aktivitasnya" balas pak polisi.


"Rendy sudah ayoo, sudah ada pak polisi disini biar pak polisi yang menyelesaikan kejadian ini" Ucap Airin sambil mendekati Rendy


Rendy yang tadinya naik darah pun perlahan menjadi tenang, Airin menuntun Rendy untuk meninggalkan pemuda itu dan berpamitan dengan kakek tukang becak itu.


"Kakek kami permisi dulu ya, disini sudah ada polisi yang akan membantu kakek, Assalamualaikum" Ucap Airin


"Oh iya nak, terimakasih udah mau bantu kakek, waalaikumsalam hati-hati dijalan nak" balas kakek itu dengan nada pelan.


Mereka berempat pun pergi meninggalkan tempat itu dan bergegas menuju kampus. sementara pak polisi mencoba menenangkan pemuda dan menyuruhnya pulang sedangkan si kakek pun dibawa ke klinik terdekat untuk diobati. Untungnya yang lewat itu polisi yang berhati mulia.

__ADS_1


__ADS_2