
"Oh iya silahkan kalian masuk" balas pak security yang lupa dengan kesepakatannya bersama Fabian tadi.
"Yaudah kami berempat masuk ya pak, terimakasih, Assalamualaikum" ucap Airin.
"Waalaikumsalam" balas pak Security dengan senyum sumringah.
ketika mereka berempat masuk dan sudah lumayan jauh tiba-tiba pak security baru teringat dengan kesepakatan itu.
"Waduhh, saya kelupaan, saya kecolongan sama bocah-bocah itu, kurang ajar" ucap Pak Security berbicara dengan dirinya sendiri sambil menepuk jidatnya.
"Hmm... awas aja tuh bocah, pulangnya saya tunggu disini, saya bakal tagih ucapan dia tadi" gumam pak Security dalam hati.
Sementara Airin, Melly, Rendy keheranan dengan kejadian digerbang tadi dan sambil bertanya-tanya dalam diri mereka sendiri.
"Sejak kapan Fabian punya nomer hp janda warung seberang, padahalkan kita berangkat sama pulang kampus selalu bareng" gumam batin Airin.
"Duh, untung aja ada Fabian jadi aku udah ada didalem kampus" gumam batin Melly yang seperti biasa dengan sifat kecemasannya.
Sementara Rendy, dia langsung menanyakan pada Fabian langsung.
"hehh... Sejak kapan lu punya nomer hp janda diwarung seberang itu, kok gw ga pernah liat lu mintain nomernya, padahalkan kita berangkat sama pulang ngampus selalu bareng" tanya Rendy.
"Oh itu, gw juga sebenernya ga punya nomernya" balas Fabian dengan santainya.
__ADS_1
"Hahh...!!!" serentak Airin, Melly dan Rendy kaget.
"loh, kenapa kok pada kaget" balas Fabian yang juga ikutan heran melihat sahabatnya kaget.
"berarti tadi lo bohongin pak Security" balas Airin.
"emm, hehehe" balas Fabian sambil nyengir kuda.
"Untung aja tadi pak Securitynya lupa kalo mai kamu kasih nomer hp siteteh warung seberang itu, jadi kita bisa masuk deh" balas Melly
"iya sih untungnya dia lupa, tapi kalo nanti dia ketemu sama lu truss nagih janji lu tadi gimana?" balas Rendy
"Oh, soal itu mah urusan belakangan aja yang penting kita buruan masuk kekelas nya mumpung masih ada waktu beberapa menit lagi" balas Fabian sambil berlari kecil.
"Uh... untung pak dosen belum datang" Ucap Melly.
"Eh iya untung, alhamdulillah" ucap Airin.
"Udah, yuk ah kita masuk" Ucap Fabian
Ketika mereka berempat masuk kelas seluruh mahasiswa yang ada dikelas memperhatikan mereka, namun tak mereka hiraukan.
Tak berselang lama pak dosen pun sudah tiba dikelas dan memulai pelajaran hingga jam ngampus selesai.
__ADS_1
Jam pelajaran pun selesai, mereka seperti biasa pulang bersama namun sesampainya digerbang kampus, mereka dicegat oleh pak Security.
"eits...eitss...eitss mau kemana kalian" tanya pak satpam sambil membentangkan tangannya.
"ya mau pulang lah pak, kan jam ngampus udah selesai, masak kita mau nginep" balas Fabian.
"ehh kamu, kamu ini lupa atau gimana sih, katanya mau ngasih saya nomer janda yang diwarung sebelah, manaa!!" balas pak Security.
"Alah bapak, giliran menyangkut soal cewe aja gesit bener" ucap Fabian dengan gaya santainya.
"heii kamu, janji itu harus ditepati, mana sekarang nomernya, atau saya akan lapor pada kepala kampus bahwa kalian mencoba menyogok dan menipu saya" gertakan pak Security.
"Eh....ehh... eh... jangan dong pak, iya iya saya bakal kasih sebentar" balas Fabian sambil mengeluarkan hp nya dari kantong celana.
"Waduh gawat, dia (Fabian) beneran punya nomernya kaga ya" gumam batin Rendy.
"Waduh bahaya kalo sampe Fabian beneran ga punya nomernya, apalagi sampe dilaporin ke Kepala Kampus, bisa bisa kena hukuman kita" gumam batin Melly.
Sementara Airin hanya diam, karena sudah tau rencana yang ada diotak kepala sahabat konyolnya itu.
"Nih pak, saya sebutin ya 08xx xxxx xxxx" balas Fabian.
"Beneran kan ini, kamu nggak lagi bohongin saya" balas pak Security.
__ADS_1
"ya nggak lah, coba aja bapak telpon" balas Fabian untuk meyakinkan pak Security, tapi sebenernya dia juga takut jika ketahuan bohong.