
𝐏𝐀𝐑𝐓 𝟏
cerita tentang transmigrasi ke dunia novel yeng bertema kerajaan.
perjalan seorang antagonis yang bertekad merubah alur agar dirinya tidak mati tragis dan mencintai seseorang yang juga mencintainya.
"B-b*d*h aku b*d*h,"
"Ya kau b*d*h,"
"Benar aku bodoh karena aku telah m-mencintaimu,"
"Beraninya kau!"
"H-harusnya aku mencintai seseorang yang mencitaiku saja!"
"Huh emang ada yang mencintaimu?"
"Tentu saja a-ada, aku kan cantik,"
📓📓📓
"Hayoo, apa tuu?" tiba-tiba dari belakang muncul tangan yang memegang pundak Ciana.
"Is, ngagetin aja!" Ciana menyingkirkan tangan sahabatnya itu dari pundaknya.
"Serius banget, baca apaan?"
"Novel, tadi nemu di selorokan." Ciana memperihatkan sampul novel yang sedang ia baca tadi.
Raya sahabat Ciana duduk di samping Ciana sambil mengambil novel yang ada di tangan Ciana. "What? sejak kapan di selorokan mu ada novel?"
"Bukan selorokan ku tapi selorokannya si anak kacamata,"
"Itu si namanya bukan nemu tapi nyolong!" Raya memukul lengan Ciana.
__ADS_1
Ciana mengusap lengannya yang baru di pukul. "Ganggu aja si, udah sana aku mau nerusin baca!" Ciana kembali mengambil novel yang ada di tangan sahabatnya itu.
"Dih ngusir ni ceritanya." Raya berdiri. "Eh ada anak kacamata, cepu lah!" ucapnya sambil berlari ke arah anak yang memakai kacamata.
Ciana tersentak. "Berani kamu cepu Ray, ku sl*ding p*l*kmu!" ancam Ciana.
Sedangkan Raya, ia tetap berlari tapi bukan lagi mengarah ke Anak yang memakai kacamata namun berlari ke arah kelas. "ANAK KACAMATA BUKU MU DICOLONG SAMA CIANA!"
Anak yang memakai kacamata langsung melihat ke arah Ciana yang sedang memegang novel. "HEH CIANA BALIKIN NOVEL AKU!" Anak kacamata itu berlari ke arah Ciana.
"Emang k*mpr*t Raya ini, ni juga Anak kacamata pelit banget masa minjem novel aja ga boleh!" Ciana berdiri kemudian berlari ke halaman sekolah.
𝐏𝐀𝐑𝐓 𝟐
"CIANA BALIKIN GA!" Anak kacamata terus mengejar Ciana.
"GA! KAMU JUGA PELIT BANGET SI, CUMA MINJEM NOVEL AJA!" teriak Ciana sambil berlari ke arah gerbang sekolah.
"MBAHMU CUMA! ITU MAHAL WOI AKU BELI," andai Ciana merakasakan apa yang ia rasakan. Udah beli novel mahal-mahal eh dengan enaknya temen baca novel mahal tadi gratis. Ulangi GRATIS!.
"HALAH BI–"
Ciana menoleh ke arah kanan, ada
mobil yang tengah melaju kencang. Belum sempat mengelak mobil itu sudah menabraknya hingga membuat tubuhnya terpental jauh.
Ciana merasakan sekujur tubuhnya sakit, dan mencium bau anyir. "A-aduh sakit banget anj*ng, b-berasa mau m*ti. Eh j-jangan deng, aku masih banyak dosa sama belom balikin ni buku s-s*alan yang bikin aku kayak gini," kemudian mata Ciana perlahan-lahan menutup sebelum semuanya benar-benar gelap.
📓📓📓
"B-bodoh aku bodoh,"
"Ya kau bodoh,"
"Benar aku bodoh karena aku telah m-mencintaimu,"
__ADS_1
"Beraninya kau!"
"H-harusnya aku mencintai seseorang yang mencitaiku saja!"
"Huh emang ada yang mencintaimu?"
"Tentu saja a-ada, aku kan cantik,"
seseorang itu jengah. "Cepatlah kau mati! agar hidupku tenang," kemudian Seseeorang itu dengan tidak berperikemanusiaan mem*ngg*l kep*l* wanita yang berada di depannya.
📓📓📓
Terlihat Seorang perempuan cantik sedang terbaring lemah di atas ranjang yang berlapis emas.
"Eughh ... eh dimana ini?" Perempuan itu menggaruk tengkuknya.
Tidak lama pintu besar yang bernuansa emas itu terbuka. "N-nona sudah bangun!" Wanita paruh baya itu sedikit berlari mendekat kearah perempuan cantik yang berada di atas ranjang.
"Belom, aku masih tidur," Perempuan itu memutar bola malas.
"Apakah nona masih pusing?"
"Namaku Ciana Bi, bukan Nona," jelas Ciana.
"N-nona sepertinya masih sakit, sebaiknya saya panggilkan tabib sekarang," Wanita itu lasung berlari keluar ruangan.
JANGAN LUPA
KOMEN
FOLLOW
VOTE
LIKE
__ADS_1
DAN TAMBAHKAN FAVORIT YA GUYS
SEE YOU DI EPISODE SELANJUTNYA