Antagonis The Novel

Antagonis The Novel
Part 𝟗 & Part 𝟏𝟎


__ADS_3

𝐏𝐀𝐑𝐓 𝟗


Zeleon melihat ke arah Ciana yang sedang meng*mpati putra mahkota, ia terkekeh di dalam hati melihat wajah lucu tunangannya itu. Terkekeh di dalam hati gak tuh><.


"Sudah selesai meng*mpatnya?" tanya Zeleon setelah melihat bibir Ciana berhenti berkomat-kamit.


Ciana mendengus kesal kemudian menarik lengan tunangannya menuju tempat para hidangan berada. Ciana tidak minat sama sekali mendekati kumpulan para Gadis gadis pengg*bah itu. Dan Zeleon? Dia hanya ikut saja. Karena dia tidak pernah mengikuti acara pesta sebelumnya, ia hanya mengikuti medan perang saja.


Ciana melihat kue bulat dan ada lubang di tengahnya. Bisa di bilang didunia Ciana dulu adalah donat, yap donat adalah jajanan yang paling Ciana suka apalagi dengan toping cokelat ditabur keju atau kacang. Beuh mantep poll. Disini hanya ada toping coklat saja, tapi tidak apa-apa karena itu juga enak. Ia berniat memakannya sendiri tapi karena kasihan melihat orang di sampingnya ini hanya diam saja seperti patung ia berniat menawarinya. Tapi sebelum Ciana menawarinya, tiba-tiba Seorang Gadis dengan pakaian sederhana mendekat. Ciana seperti familiar dengan muka Gadis itu, tapi siapa?


Hayo siapa tu?


𝐏𝐀𝐑𝐓 𝟏𝟎


Tapi sebelum Ciana menawarinya, tiba-tiba Seorang Gadis dengan pakaian sederhana mendekat. Ciana seperti familiar dengan muka Gadis itu, tapi siapa?.


Ciana ingat sekarang, Gadis itu adalah pemeran utama, Yurian. Seorang rakyat biasa, yang di undang oleh putra mahkota. karena pria itu mulai menyukai Gadis rakyat biasa itu. Tapi kenapa Yurian mendekat ke arah mereka, damn! ralat Yurian tidak mendekat ke arah mereka tapi ke arah Zeleon saja, dan dengan tidak sopannya dia melewati Ciana tanpa melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Bukan kah tidak sopan seorang rakyat biasa melewati Gadis bangsawan tanpa menyapanya?" sindir Ciana.


"M-maafkan saya yang hina ini N-nona,"


Yurian menunduk, tangannya mengepal kuat.


"Apakah anda merasa tersindir Yurian? padahal saya sedang bertanya dengan tunangan saya, mengenai pelayan pelayan itu," Ciana menyeringai ketika melihat tangan Yurian mengepal kuat.


Zeleon hanya diam saja. Ia melihat wajah senang tunangannya kemudian ia melihat wajah yang di imut-imutkam Gadis di sampingnya ini, cih naj*s.


"Em ... a-apakah Tuan Zeleon mau kue ini? kue ini sangat enak." Yurian mengambil kue donat dan di sodorkan ke arah Zeleon.


"Saya tidak suka makanan manis," tolak Zeleon.


Ciana menahan tawa ketika tunangannya itu menolak mentah mentah tawaran dari Yurian. Kemudian tiba-tiba sebuah ide muncul di otak Ciana, dengan cepat dia merubah ekspresi sedih.


"Yah ... padahal tadi aku juga mau nawarin kue ini." Ciana menunduk lesu melihat kue donat lezat yang ada di tangannya.

__ADS_1


'Yes! dia gak suka makanan manis, jadi aku tidak perlu berbagi kue donat ini dengannya! horeee,' batin Ciana.


Duke Zeleon bejalan melewati Yurian dan mendekat ke arah tunangannya. Lalu ia mengangkat tangan Ciana yang memegang kue, kemudian memakannya.


'Eh apa-apaan ini! kata tadi ga suka, sekarang malah habis tak tersisa, huh dasar' batin Ciana.


"Enak,"


𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐋𝐔𝐏𝐀


𝐋𝐈𝐊𝐄


𝐊𝐎𝐌𝐄𝐍


𝐕𝐎𝐓𝐄


𝐅𝐎𝐋𝐋𝐎𝐖

__ADS_1


𝐃𝐀𝐍 𝐓𝐀𝐌𝐁𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 𝐅𝐀𝐕𝐎𝐑𝐈𝐓


𝐍𝐄𝐗𝐓 𝐄𝐏𝐈𝐒𝐎𝐃𝐄 𝐒𝐄𝐋𝐀𝐍𝐉𝐔𝐓 𝐍𝐘𝐀


__ADS_2