
ππππ π
"Jangan berlari Ciana, nanti kau terjatuh!" peringat Duke Celius sambil mengacak kecil rambut Anaknya itu.
"Ya ya, tapi bisa tidak jangan merusak rambutku Ayah!" Duke Celius terkekeh melihat wajah kesal Anaknya.
"Ayo berangkat, Zeleon sudah menunggumu," Ciana mengangguk sebagai jawaban.
πππ
Kereta kuda bernuansa emas dan putih itu berhenti tepat di depan bangunan besar nan mewah. Yap itu adalah istana raja, dimana ada Seseorang yang sangat Ciana benci di dalamnya.
Tangan Ciana di tarik agar melingkar di lengan gagah Zeleon. Ya, Ciana berangkat bersama tunangannya ini. Duke Celius? Dia ada urusan sebentar jadi dia akan menyusul nanti.
Banyak bangsawan wanita yang melihat ke arah mereka, lebih tepatnya melihat Zeleon. Cih, dasar. Ya maklum, mereka kan belom pernah melihat pria tampan. Ciana juga sih belom pernah, tapi kan gak sealay mereka.
Duke Zeleon berjalan masuk ke dalam ruang utama istana, tanpa memperdulikan para Wanita yang melihat dengan tatapan iuh menj*jikan, h*us bel*ian.
Tiba-tiba ada suara kencang yang mengagetkan Ciana, ingin sekali menonjok orang itu. tapi tidak bisa, dan dia hanya bisa mem*ki Orang itu dalam hati.
"Tuan Zeleon dan Nona Ciana memasuki ruangan!"
Semua orang yang berada di ruangan melihat ke arah mereka. Ciana gugup karena dilihat banyak orang, yap Ciana dulu kalau di suruh maju kedepan untuk presentasi selalu gugup. Berbeda dengan orang di sebelahnya, Zeleon hanya menampilkan wajah datarnya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, terdengar lagi suara kencang itu.
"Putra mahkota memasuki ruangan!"
Ya semua orang juga melihat kearah seseorang yang sedang menuruni tangga dengan gagahnya, termasuk Ciana. Pria itu tampan, Ciana jadi tidak tega membencinya. Tidak-tidak dia adalah pembunuh Ciana dahulu, Ciana harus membencinya.
"Apa kau melamun?" tanya Zeleon sambil melihat wajah cantik milik tunangannya itu.
"Eh? ouh ya sedikit." Ciana mengangkat tangannya kemudian menempelkan jari telunjuk dan jempolnya.
ππππ π
"Apa kau suka dengan Putra mahkota?" tanya Zeleon lagi, kali ini dia agak mengeratkan rahangnya.
'Apakah dia cemburu? lucu sekali jadi pengen ngarungin,'
"Kalaupun kau suka, aku tidak akan memberikanmu kepadanya,"
"Dasar aneh," gumam Ciana yang masih bisa di dengar oleh Zeleon.
Zeleon pernah mendengar rumor bahwa tunangannya ini sangat tergila gila dengan Putra mahkota, tapi setelah melihat raut wajah Ciana saat melihat Putra mahkota, ia tidak percaya tentang rumor itu.
"Selamat datang Zeleon dan tunangannya, terima kasih karena telah datang ke acara pesta saya ini,"
__ADS_1
'Apa?! Dia bahkan tidak menyebut namaku. Apakah dia begitu tidak suka kepadaku? Hei! Seberapa gantengnya sih lo, dasar cowo muka kayak kodok. Sok sok an nolak cewe secantik gue! gue tarik ucapan gue tadi kalo lo itu tampan, lo orang paling jelek semuka bumi ini!' batin Ciana menggebu-gebu.
Zeleon melihat wajah dingin Ciana, ia tahu bahwa tunangannya ini sedang marah. "Ya, selamat ulang tahun putra mahkota. Semoga dewi memberkati anda," putra mahkota hanya mengangguk sebagai jawaban, kemudian netranya beralih ke arah Gadis cantik yang memakai gaun berwarna putih, menambah kesan betapa sangat cantiknya gadis ini. Tapi sayang di mata Putra mahkota Ciana hanyalah wanita yang murah dan tidak tahu malu.
"Apakah kau tidak ingin mengucapkan selamat kepadaku?"
Ciana tersentak kemudian ia berdehem dan merubah raut wajahnya menjadi biasa saja. "Selamat ulang tahun putra mahkota," ucap Ciana tanpa minat.
Putra mahkota tertegun, ia tidak biasa melihat perubahan Ciana. Biasanya Ciana akan memanggilnya dengan namanya. Sekarang Ciana memanggilnya dengan Putra mahkota. "Ya, terima kasih. Kalau begitu saya pergi dahulu, silahkan nikmati hidangannya." kemudian Putra mahkota berjalan ke arah tamu lain.
Zeleon melihat ke arah Ciana yang sedang mengumpati putra mahkota, ia terkekeh di dalam hati melihat wajah lucu tunangannya itu.
dalam hatiππ
ππππππ ππππ
ππππ
πππππ
ππππ
π πππππ
__ADS_1
πππ πππππππππ π ππππππ
ππππ πππππππ πππππππππππ