
Disisi lain setelah keluar dari perkumpulan manusia itu Zeleon mencari keberadaan sang tunangannya tapi nihil. Ia tidak menemukannya, sudah hampir setengah jam ia mencari tapi tetap ia tak menemukannya.
"Dimana kau?" gumam Zeleon.
Tidak lama terdengar benda jatuh dari lantai dua istana, ya acara pestanya berada di lantai satu. Semua orang melihat ke luar ruangan, sebenarnya Zeleon tidak peduli. Ia hanya fokus untuk mencari tunangannya yang hilang, tapi setelah mendengar teriakan para gadis bangsawan yang ketakutan. Ia bergegas menuju ke arah kumpulan Orang itu.
'Semoga itu bukan kau,' batin Duke Zeleon.
Karena tadi ia mendengar sebuah teriakan bahwa benda yang jatuh dari lantai dua itu adalah manusia dan Orang itu adalah Seorang Wanita. Setelah Zeleon membelah lautan manusia itu, ia bernafas lega karena Wanita itu bukanlah tunangannya. Karena ia tidak memakai gaun berwarna putih. Setelah itu ia pergi dan mencari seseorang, bukan tunangannya melainkan Ayah mertuanya.
"Ayah mertua," sapa Zeleon.
"Ya ada apa? Mana anakku?" tanya Duke Celius sambil melihat ke sekeliling tubuh calon menantunya itu.
"Hilang, aku sudah mencarinya dari tadi tapi tidak menemukannya," ucap Zeleon dengan wajah yang masih datar.
"Bagaimana bisa hilang?! Kau tidak becus sekali," Duke Celius terlihat sangat marah sampai mukanya memerah.
"Maaf,"
Duke Celius tertegun, calon menantunya ini jarang atau bahkan tidak pernah meminta maaf. Kali ini? Ia meminta maaf ya walaupun ekspresi tetap saja datar.
Duke Celius berdehem. "Ya, sekarang cepat kau cari lagi. Sampai ke ujung dunia jika perlu." perintah Duke Celius.
Zeleon mengangguk kecil kemudian berjalan meninggalkan Ayah mertuanya itu yang sedang berpikir keras.
__ADS_1
"Ciana hilang? Mungkin dia sedang berjalan jalan di halaman istana. Tidak mungkin juga Anakku itu hilang atau tersesat, dia sangat hafal seluk beluk istana ini. Dasar Calon menantu, membuatku kaget saja!" monolog Duke Celius.
📓📓📓
Zeleon sekarang berda di halaman menuju tempat kereta kudanya berada. Terlintas di pikirannya yaitu Ciana kelelahan dan ingin tidur di kereta kuda. Ia membuka kereta kudanya, dan kosong tidak ada orang sama sekali. Ternyata pikirannya itu salah, saat ia hendak pergi dari kereta kudanya ia mendengar suara yang familiar tepat di samping kereta kudanya. Yaitu di kereta kuda milik ayah mertuanya, kemudian Zeleon mendekat dan kemudian membuka pintu kereta kuda itu. Yap gadis yang sedari tadi ia cari ternyata sedang tidur disini dan lihat tidur macam apa ini, tidak mencerminkan seorang bangsawan.
Tanpa ba bi bu lagi Zeleon langsung memeluk erat tubuh Ciana, sehingga membuat sang empu terusik.
"Kau tau aku mencarimu kemana-mana dan kau malah enak tidur disini," gerutu Zeleon.
Bukannya Ciana semakin terusik karena mendengar suara Zeleon malah ia kembali ke dalam mimpinya. Zeleon melihat itu hanya bisa mendengus kesal, kemudian ia sedikit melonggarkan pelukannya agar Ciana tidak kehabisan nafas.
📓📓📓
"Ya ya ini aku bangun, ganggu orang lagi tidur aja!" dengan perasaan dongkol Ciana bangun kemudian berjalan ke arah kamar mandi.
"Nona anda cantik sekali," puji pelayan yang sudah merias wajah dan rambut Ciana.
Ciana mengangguk, ya ia cantik hari ini dan hari esok-esoknya lagi. Haha narsis amat neng, harus. Ciana hari ini mengenakan gaun santai selutut berwarna peach dan gaya rambut dicepol dua dan menyisakan poni depan. Itu membuat Ciana semakin cantik dan lucu. Walaupun Ciana tau tatapan para pelayannya itu melihat gaya rambut ia aneh, bodo amat yang penting ia terlihat cantik.
Ciana berlarian kecil khas anak kecil di lorong bernuansa emas dan putih ini menuju ruang makan. Ayahnya sudah menunggunya untuk makan bersama.
Pintu besar itu terbuka kemudian Seorang Gadis lucu masuk. "Ayah, maaf karena sudah membuat Ayah menunggu lama," ucap Ciana sambil berlari kecil ke arah Duke Celius.
"Ya anakku, jangan berlari," peringat Duke Celius.
__ADS_1
Ciana meringis melihat ekspresi Ayahnya penuh peringatan. "Ya Ayah, tapi tidak janji." Ciana duduk di kursi untuk makan tentu saja, ia sudah tidak sabar memakan hidangan yang lezat ini.
Ayah dan Anak ini sudah selesai dengan acara makannya. Dan disinilah Ciana berada, di taman bunga belakang mansionnya. Ciana sangat senang karena pemandangan di depan matanya ini sangat indah, hamparan bunga tulip dan bunga kecil berwarna putih yang cantik. Andai disini ada benda pipih yang sering di sebut handphone, ia sudah foto foto sampai penuh memonya. Terus mengunggahnya pasti seketika ia akan menjadi selebgram.
Ciana memetik beberapa bunga kecil untuk ia jadikan sebuah buket. Buket dengan bunga kecil itu sangat cantik dari pada buket dengan bunga mawar merah, menurut Ciana.
Setelah memetik dan membuat buket tadi, Ciana sekarang sedang berjalan-jalan mengelilingi mansion besar milik Ayahnya yang tampan itu sambil membawa buket buatannya tadi. Cuaca hari ini tidak panas dan tidak mendung, gimana tuh bayangin sendiri ya, Pas untuk Ciana jalan jalan. Ciana yang sedang asik berlarian ke sana kemari dan para pelayan yang mengejarnya karena takut nonanya itu terjatuh, setika berhenti tepat di depan Pria tinggi dan juga tampan.
"Kenapa kau berlari? kalau jatuh bagaimana?"
***
Jangan lupa
like
komen
vote
follow
dan tambahkan favorit ya
see you episode selanjutnya
__ADS_1