
ππππ ππ
πhappy readingπ
"Enak," ucap Zeleon.
"Harusnya kan kau tidak mau," ucap Ciana kesal.
"Tapi aku mau." ucap Zeleon sambil membersihkan tangan Ciana yang terkena cokelat.
Di balik adegan romansa itu, ada yang sedang berapi-api tidak suka. Siapa lagi kalau bukan si rakyat jelata, Yurian.
'Harusnya aku yang di posisi itu, kenapa jadi bangsawan j*lang itu sih!' batin Yurian.
Karena tidak sanggup melihat adegan romansa selanjutnya, Yurian pergi tanpa berpamitan. Biasa rakyat biasa b*ngsat, gak tau tata krama.
"Lihat lah, wanitamu itu sedang marah. Apakah kau tidak ingin minta maaf?" tanya Ciana sambil melihat tingkah cent*l si Rakyat biasa.
Zeleon sedari tadi melihat wajah dingin tunangannya itu, tersenyum dalam hati. "Apakah kau mau aku meminta maaf?" tanya balik Zeleon.
'Ck, harusnya bukan kayak gini dramanya. Ku kira dia sudah menyukaiku, ternyata belum. Apakah efek dari pemeran utama sangat kuat? Tapi aku tidak berefek apapun pas ketemu sama putra mahkota itu, aneh,' batin Ciana.
__ADS_1
Ciana mengangguk sebagai jawaban, ia merasa kesal karena jawaban dari mulut tunangannya itu tidak sesuai ekspektasinya.
"Maaf." Zeleon menggenggam tangan Ciana dan masih dengan ekspresi datarnya.
"Ha?" Ciana ngebug, tunggu kenapa duke Zeleon meminta maaf ke Ciana. Seharusnya kan ke Rakyat jelata itu, oh apakah Zeleon telah salah mengartikan ucapan dari Ciana.
"Sudahlah terserah mu!" Ciana menyentakkan tangannya sehingga terlepas dari genggaman sang tunangan. Kemudian dia berjalan ke tengah karna acaranya akan di mulai. Zeleon? Dia mengekori Ciana, Zeleon lebih cocok menjadi kesatrianya sekarang dari pada tunangannya.
πππ
Sekarang adalah acara yang di tunggu tunggu oleh para bangsawan jomlongers untuk mencari pasangan, yaitu dansa. Dan itu hal aneh bagi Ciana, karena di kehidupan Ciana dulu tidak ada yang namanya dansa. Adanya dance aye-aye, nyinden kkn, dan lainnya.
ππππ ππ{ππ’ππ§π π‘π’π₯ππ§π }
πhappy readingπ
"Apakah boleh kalau tidak ikut dansa?"
"Kau tidak mau dansa?" tanya balik Zeleon.
Ciana hanya mengangguk kecil. Ciana ingat kalau di cerita ini, bangsawan yang mempunyai pasangan harus mengikuti acara dansa. Masalahnya Ciana tidak bisa dansa, bagaimana kalau misalnya nanti ia menginjak kaki tunangannya. Ah itu memalukan.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, kita kebelakang saja," ucap Zeleon dan di angguki oleh Ciana.
Karena mereka sekarang sedang berada barisan depan, jadi mereka harus menembus lautan para bangsawan yang sedang berbondong-bondong mencari pasangan hidup mereka. Akibat itu, tautan tangan Ciana dan Zeleon terlepas. mereka terpisahkan oleh jarak dan waktu huo huo, eh salah server.
Ciana yang merasakan tangannya terlepas dari Zeleon, langsung menoleh dan Zeleon sudah hilang bak di telan lautan bangsawan ini. Ciana tidak ada niatan mencari tunangannya itu toh nanti pasti ketemu, sekarang yang ada di otak Ciana hanyalah secepatnya keluar dari para manusia ini. Tidak lama kemudian Ciana keluar dari manusia itu, huh akhirnya.
Ciana melihat sekeliling, ia tidak melihat batang hidung tunangannya itu. Kemana Zeleon pergi, apakah masih berada di lautan manusia itu. Ah sudahlah, bodo amat sekarang ia hanya ingin tidur. Ia sudah lelah dengan semua drama ini, saatnya mengistirahatkan tubuhnya yang mungil ini. Tapi bagaimana caranya, ia tidak tau arah jalan pulang, aku tenggelam dalam lautan dan tak bisa berenang ... eh malah nyanyi, balik topik.
Akhirnya Ciana memutuskan untuk ke kereta kuda, bukan kereta kuda milik Zeleon tapi kereta kuda milik ayahnya. Tanpa ba bi bu Ciana langsung merebahkan dirinya di kursi, kemudian perlahan Ciana menutup matanya dan akhirnya gelap.
Disisi lain setelah keluar dari perkumpulan manusia itu Zeleon mencari keberadaan sang tunangannya tapi nihil.
ππππππ ππππ
ππππ
πππππ
π πππππ
ππππ
__ADS_1
πππ πππππππππ π ππππππ
ππππ πππππππ πππππππππππ