
" ya sudah bang kalau begitu, saya sangat berterima kasih kepada abang abang semuanya " Dody bangkit dan menyalami semua pemuda itu karena sudah menolong nya.
semua pemuda itu tersenyum, terlihat semua nya senang bisa menghajar preman preman itu.
" Hati hati mas " teriak salah seorang pemuda.
Dody melambaikan tangan nya dan menjalankan motor nya meninggalkan mereka semua.
dengan sangat kencang Dody mengendarai motornya.
setelah keluar dari desa itu, Dody menghentikan kendaraan nya, Dody membuka handphone Kahn dan menghapus sebuah rekaman.
" Pasti Kahn mencari handphone ini " Dalam hati Dody bicara dan sedikit berfikir.
akhirnya Dody menjalankan kendaraan nya lagi, setengah perjalanan, Dody membuang handphone itu di sungai.
" Aman. " Dody tersenyum dan langsung tancap gas.
sesampai di hotel, Dody langsung mengembalikan motornya ke Security dan mengambil KTP nya yang jadi jaminan.
Dody bergegas menuju kamar hotel Cia.
Tok.. tok.. tokk...
Dody mengetuk pintu kamar hotel Cia.
" Siapa " teriak seseorang yang ada di dalam kamar tersebut.
" Dody " jawab Dody lirih.
pintu pun terbuka.
kreekk..
__ADS_1
" Dod, ada apa kesini? " tanya Cia.
" Ini mbk, tadi kunci mobil nya masih saya bawa "
" Oh, iya terimakasih Dod, kamu mau pulang? "
" Iya mbk, saya mau pulang "
Cia menarik tangan Dody masuk kedalam kamar dan menutup pintu lalu mengunci.
" mbak kok saya di tarik, tidak boleh mbk berduaan di dalam kamar " kata Dody yang mencoba keluar kamar.
" Dod, lu ini lugu banget ya, tidak pernah pacaran ya,, hahaha " Cia Mengejek Dody sambil berbaring di ranjang.
Dody terdiam dan tubuh nya bergetar, tidak pernah dia mengalamai hal seperti ini.
" Sini Dod, duduk dekat saya " pinta Cia yang masih berbaring di ranjang.
" Dod, jangan berfikir macam macam, gus juga punya harga diri, sono lu duduk di sofa kalau tidak mau duduk disini "
Dody sedikit lega dan mulai berjalan menuju sofa.
" A..da.. yaa..ng bisa saya ba..aantu mbk?
tanya Dody yang masih bergetar.
" Rumah lu masih jauh apa tidak dari sini?
" Lumayan jauh mbk, ada apa? " Dody berganti bertanya pada Cia, kini Dody sudah seperti biasa, tidak bergetar, tapi masih gugup.
" Bagus. " singkat padat tapi tidak jelas bagi Dody, begitulah jawaban dari Cia.
" Maksudnya bagus bagaimana mbk? ".
__ADS_1
Dody yang bingung mulai bertanya.
" gua bisa ikut lu pulang? "
" Hah.. ee..aa..nn..u.. ee..e " .
" A.. e.. Aa.. ee.. terus, boleh apa tidak? " Cia sedikit kesal dengan Dody.
" boo..lleh mbk, taa..ppii.. " Dody menghentikan bicara nya dan bangkit ke dapur.
" heh Dod, tapi apa? ngapain lu ke dapur? " Cia mengejar Dody kedapur.
Cia melihat Dody mengambil segelas air putih..
Cia berdiri tepat di belakang Dody, saat Dody berbalik badan untuk kembali ke kamar nya, ia dikejutkan dengan kehadiran Cia yang berada tepat di belakang nya.
" wwwooooeee " teriak Dody yang kaget dan menumpahkan segelas air nya di baju nya sendiri.
" yaahh, yyaahh basah Dod " Cia yang tidak tega melihat baju Dody basah membawa Dody ke kamar nya.
" maaf Dod maaf, tidak sengaja, tadi gua penasaran dengan jawaban lu yang terpotong, tapi juga sengaja mengageti kamu.. hehehe " Cia menjelaskan sembari mencarikan baju nya untuk di pakai ganti Dody.
lama banget Cia mencari baju nya, membuat Dody tertidur di ranjang nya
" Nih Dod, baju nya sudah ketemu " Cia beranjak kembali ke Dody, namun di ketahui Dody sudah tertidur pulas.
" Dod, lu sebenernya Ganteng, sopan, tau agama, dan berani, Kahn tidak ada apa apanya di bandingkan lu Dod, sedikit di poles, lu sudah bisa kalahkan Kahn yang sombong itu, tapi sayang lu hanya sopir bus. " Cia mengagung agung kan Dody yang memang menurut Cia, Dody laki laki baik.
tanpa di ketahui Dody, Cia mulai naik ke ranjang dan ikut tidur di samping Dody.
BERSAMBUNG..
AKAN KAH CIA MELAKUKAN SESUATU KEPADA DODY, TUNGGU KELANJUTAN NYA.
__ADS_1