Antara Kepastian Dan Kesetiaan

Antara Kepastian Dan Kesetiaan
Pertemuan


__ADS_3

Perkenalkan aku adalah Monika, Aku baru masuk sekolah lanjutan, Aku sekelas dengan teman SD yaitu Meri dan Fina, dimana kita selalu bersama, walaupun jarak rumah kita jauh tetapi tidak menjauhkan kita untuk selalu bersama. Bel sekolah berbunyi tanda waktu istirahat datang, aku dan temanku seperti biasa menuju kantin sekolah, membeli jajanan untuk mengganjal perut yang keroncongan. Uang jajan yang kudapat dari orangtuaku terkadang tidak cukup jadi terkadang aku menghemat uang jajan dengan membawa bekal atau berpuasa.


Saat kami berjalan menuju Kantin Sekolah ada seseorang yang memanggil namaku, spontan padanganku melihatnya ternyata dia lelaki tetapi aku tidak tahu siapa dia. Setibanya di kantin Sekolah temanku menanyakan siapa lelaki itu, dan aku jawab tidak kenal, aku baru melihatnya tadi sat ia memanggilku. "cie..cie ..cie.. siapa tuh Monik?" tanya meri padaku, "aku tidak tahu, aku tidak mengenalnya" jawabku, "jangan-jangan pengagum rahasia" tambah Fani, "akh apaan sih, jangan ngawur deh" balasku.


Selesai makan di kantin kita kembali ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi pelajaran selanjutnya akan dimulai. Beberapa jam berlalu bel pun berbunyi kembali tandanya kita pulang, hatiku merasa senang karena rasa kantuk yang ku tahan akhirnya bisa ku rebahkan. Aku tidak langsung pulang karena harus membereskan kelas dahulu agar besok saat jadwal piketku tidak terburu-buru ke sekolah untuk membersihkan kelas dan aku tidak suka jika sudah bersih dan rapih aku berkeringat lagi, itu yang membuatku tidak percaya diri, kecuali jadwal pelajaran olahraga aku selalu persiapkan sabun dan handuk untuk membersihkan muka dan badanku agar aku lebih bersih dan segar saat pelajaran selanjutnya.

__ADS_1


Meri dan Fina biasanya membantuku piket tetapi karena jadwal eskul PMR yang mereka ikuti mulai lebih awal jadi Aku piket sendiri tidak dibantu Meri dan Fina. Memang jadwal piketku bertepatan dengan jadwal ekstrakulikuler PMR yang mereka ikuti.


Setelah selesai piket aku menutup pintu kelas dan menguncinya, Aku pulang melalui jalan sempalan samping sekolah karena jika lewat depan agak jauh jaraknya. Saat Aku berjalan aku terkejut ada yang memanggil namaku langsung aku menoleh padanganku, ternyata dia lelaki yang memanggil saat aku menuju kantin sewaktu istirahat. "Monika!" panggilnya


Sepanjang jalan pulang aku memikirkan siapa orang itu apa aku pernah kenal, apa aku pernah bertemu dengannya di suatu tempat, tetapi aku tidak mengingatnya. Apa mungkin dia teman Meri atau Fina, tapi jika dia teman Meri atau Fina pasti mereka bicara padaku saat dia memanggil namaku, pikirku dalam benak hingga tak terasa sudah sampai rumah. Sesampainya dirumah Aku membersihkan diri sholat dan makan, setelah makan aku siapkan jadwal buat besok sekolah ada PR atau tidak, sudah dkerjakan atau belum. Jika belum mengerjakan PR, aku menyimpan buku PRku di atas tasku, untuk dkerjakan di malam hari, jika sudah dimasukan ke dalam tas terkadang aku lupa. Setelah membereskan jadwal untuk besok sekolah aku membantu ibuku membereskan rumah, mencuci piring, menyapu , mengepel dan menyapu halaman. Jika Ibuku pergi ke pasat bersama Ayahku aku membantu Ibuku menjaga warung hingga sore hari warung tutup. Di malam hari aku belajar mengerjakan tugas-tugasku hingga selesai, kemudian aku beranjak tidur.

__ADS_1


Esok hari Aku bangun lebih awal dari biasanya, karena aku yang terakhir pulang membawa kunci kelasku. Aku mandi sholat kemudian merapihkan kamarku membantu membereskan rumah kemudian siap-siap memakai seragam sekolah lalu sarapan pagi dan berangkat ke sekolah. Sesampainya di Sekolah teman sekelasku belum ada yang datang, aku sedikit lega karena aku bisa tiduran di kelas sampai teman-teman sekelasku datang.


Tak lama kemudian teman-temanku pun datang termasuk Meri dan Fina, bel sekolah pun berbunyi tanda pelajaran pertama dmulai saat pelajaran Matematika berlangsung bu guru memintaku sebagai petugas piket untuk mengisi spidol di ruang guru. Aku dan Meri melaksanakan apa yang di perintahkan guru padaku, saat di ruang guru aku diperintahkan oleh pak guru untuk memanggilkan ketua kelas 7 yang berarti kakak kelasku, Aku dan Meri ingin menolak tetapi ini perintah guru masa ditolak kan tidak sopan pikirku dalam hati. Saat berjalan menuju ruang kakak kelas tersebut tiba-tiba Fina datang memanggil kita untuk segera membawa spidol yang sudaj di isi ulang tersebut, karena akan segera di pakai. Meri memintaku untuk tetap memanggil ketua kelas 7 untuk memenuhi perintah pak guru, tetapi Aku menolak daneminta Meri yang memanggilnya. Tetapi Meri menolaknya karena yang diperintah pak guru adalah Aku, "Meri kau saja yang memanggil ketua kelas 7" kataku pada Meri, "tidak akh! kan Monika yang dipanggil pak guru untuk memanggilnya bukan aku loh..!, lagipula kan Monik juga yang menyanggupinya!"balas Meri padaku, "namanya juga diperintah guru masa ditolak kan engga sopan" balasku pada Meri, "sudah-sudah kok jadi bertengkar, ini spidol udah di tunggu bu guru tuh, nanti kena.marah baru tahu rasa!" Fina menyela, "ya sudah aku yang panggil kakak kelas, kalian yang duluan ke kelas, tapi jangan bilang aku nongkrong dikantin ya!" balasku pada Meri dan Fina.


Meri dan Fina pun menuju ke ruang kelas untuk memberikan spidol yang ditunggu bu guru dan lanjut mengikuti pelajaran. Sedangkan Aku mencoba memberanikan diri mengetuk pintu kelas 7 untuk memanggil ketua kelas, ku ambil nafas panjang dan ku ucapkan salam tak ada respon dari dalam ruang kelas, salam kedua pun aku ucapkan dengan suara agak sedikit kencang karena suara bising yang berasal dari dalam kelas sangat keras, tetap saja tak ada respon. Salam kali ketiga pun aku ucapkan dengan keras, tetap saja tak ada yang menjawab salamku, aku pun sedikit kesal karena hal ini membuatku terlambat mengikuti pelajaran matematika, ku beranikan membuka pintu kelas dengan membaca basmalah dalam hati "bismillahirrohmanirrohim" dalam hatiku. Saat pintu terbuka tiba-tiba suara gaduh dari dalam kelas berhenti menjadi diam lalu aku memberanikan masuk kelas dan suara riuh pun menyorakiku disangka mereka aku adalah pak guru, wajahku memerah, malu bercampur marah, aku berkata "maaf mengganggu ketua kelas 7 dipanggil oleh pak guru ditunggu di kantor sekarang", "baik terimakasih Monika" seorang berkata, saat ku lihat dia ternyata orang yang mengajakku pulang bersama saat aku piket, aku keluar dari kelas terdiam bersembunyi dibalik pintu. Ternyata dia ketua kelas 7, sambil berjalan ke kelas aku masih sedikit kaget dan bingung, kok bisa kebetulan begini, pikirku dalam hati. Saat mengikuti pelajaran aku mencoba untuk tidak memikirkannya agar aku tetap fokus saat pelajaran berlangsung.

__ADS_1


__ADS_2