
Sepanjang jalan aku memikirkan kejadian itu, seperti bermimpi aku dan kak Awan berdua di dalam kelas dan semua itu terjadi, dia orang yang bertindak sesuka hati, tidak memikirkan orang lain mau atau tidak, jika itu yang ada di kepala atau di hatinya maka itu yang ia lakukan, dia memelukku dan tidur di atas pahaku, sungguh kejadian yang sulit ku lupa, dan aku berharap dia tidak lagi menggangguku. Keesokan harinya Meri dan Fina datang padaku bertanya aku pulang jam berapa dan bertanya apa saja yang kemaren kami lakukan, sebenarnya aku malas menjawab pertanyaan kalian, aku takut mereka salah paham tetapi aku mengatakan hubungan aku dan kak Awan hanya sebatas teman tidak lebih, dan aku tidak mau berurusan dengan dia lagi karena Putri akan marah seperti kemarin. Aku meminta Meri dan Fina tidak mengungkit masalah kemarin dan jangan lagi mendekatkanku pada Awan.
__ADS_1
Beberapa hari sudah lewat dan aku berusaha tidak mengingatnya, menjalani kegiatan sehari-hari seperti biasa, tetapi aku tidak ikut eskul basket selama dua pekan karena orangtuaku pergi ke luar kota dan aku harus menemani ibu dan adikku, selain itu aku mencoba menghindar dari Kak Awan saat eskul basket, tetapi aku tetap mengikuti eskul pramuka karena akan di adakan perlombaan sekabupaten, jadi kami giat berlatih mempersiapkan lomba tersebut, aku senang saat eskul pramuka tidak ada kak Awan yang menggangguku, aku menghindar sejauh mungkin agar tidak bertemu dengannya.
__ADS_1
Esok hari cuaca terlihat bersahabat cuaca cerah, aku bermapitan pada orangtuaku dan ku bawa tas ransel yang lumayan berat ku gendong, satu tas ku jinjing yang isinya bekal makanan dan cemilan dan yang satu lagi ku jinjing sepatu cadangan dan sandal, aku siap berangkat ke sekolah dan siap untuk ikut lomba. Sesampainya disekolah semua perlengkapan dan peralatan sudah disimpan didalam mobil, waktu menunjukan pukul 7 pagi rencana jadwal kita brngkt, seluruh siswa diminta untuk naik ke mobil dan guru pembina memperingatkan kita jangan ada barang bawaan yang tertinggal. Semua sudah di dalam mobil baim barang bawaan maupun siswa lalu berangkatlah kita ke tempat perkemahan. Kendaraan yang kita naiki adalah mobil truk kami di dalam mobil sepanjang perjalanan bertepuk tangan dan bernyanyi dendang ria pramuka, saat kami kelelahan kami duduk dibawah beralaskan tikar bawaan kami, karena perjalan yang ditempuh lumayan jauh. Ada yang tertidur ada yang bermain gitar sambil bernyanyi ada yang mengobrol, membaca buku dan aku mendengarkan musik di mp3 ku, aku membawanya untuk pengusir sepi dan penghantar tidur. Aku yang sesekalu menatap kak Awan dan dia sesekali mencuri pandang memberi senyum padaku saat mata kita bertatapan, aku tidak mau berurusan lagi dengannya walaupun Putri tidak ikut dalam lomba ini tapi tetap saja aku lebih baik menghindar. Mobil kita pun sampai di bumi perkemahan, kami pun turun duluan sebelum barang bawaan, saat aku hendak tur:n ia mengulurkan tangannya untuk membantuku tirun dari mobil tapi aku lebih memilih loncat dari mobil, mencoba cuek terhadap sikapnya. Lalu barang bawaan diturunkan satu per satu di bawa ke tempat kapling untuk mendirikan tenda, kami pub siap-siap membangun tenda kami menghias dengan rapih dan bersih agat nyaman dan layak untuk perempuan. Seluruh peserta lomba sudah datang dan selesai mendirikan tenda, acara pembukaan pun akan dimulai semua peserta diwajibkan mengikuti upacara, setiap pangkalan berbaris per regu. Setelah upacara pembukaan selesai kita isoma terlebih dahulu sebelum beranjak ke acara selanjutnya, kami setiap hari selama lomba dibagi jadwal memasak, kami di ajarkan mandiri disiplin dan berani seperti yang tertera dalam dasa darma, jadi tidak perlu kawatir akan kekurangan makan karena kita pun membawa cemilan berat maupun ringan. Lomba demu limba pun berlangsung seru poin demi poin dkumpulkan, target kita tetap menjadi juara 1 dan juara umum yang paling bantak mendapatkan poin emas. Waktu magrib tiba kami mengambil air wudhu dan sholat berjamaah dilapangan, sholat isya pun di laksanakan berjamaah dilapangn setelah itu kami isirahat sambil mendengarkan musik dendang ria terdengar dari tenda panitia. Mataku sudah mengantuk ingin ku pejamkan dan kurebahkan tubuhku, aku pun pergi tidur lebih awal dari teman-temanku. Tenda laki-laki berjarak 10meter dari tenda kami, mereka sering berkunjung untuk meminta makanan dan bermain sambil melihat perempuan cantik dari sekolah lain, ingin tahu siapa, ingin mengajak kenalan tetapi hanya tidak berani takut pada panitia karena panitia berkeliling mengawasi sekeliling tempat perkemahan untuk berjaga-jaga. malam pun semakin pekat udara menusuk tulang kami tertidur lelap hanya beberapa mata yang masih terjaga selain panitia piket jaga dan panitia lomva untuk persiapan besok yang belum terlelap. Aku terbangun karena ining buang air kecil aku meminta Meri dan Fina menemani ke toilet umum, tapi mereka tidak bangun saat ku bangunkan, aku juga kasian mungkin mereka ngantuk berat, aku beranikan diriku ke toilet umum yang 15 meter jaraknya dari tendaku, saat aku keluar dari toilet tiba-tiba ada kak Awan berdiri sepertinya dia juga baru dari toilet, aku pergi duluan tanpa kata membiarkan dia sendiri, aku berjalan dengan cepat menghindari dia mengejarku dan buru-burumasuk ke dalam tenda untuk tidur kembali. Keesokan hari kami bangun dan memersiapkan diri untuk mengikuti lomba demi lomba, ini hari kedua lomba jadwal akan lebih padat dibandingkan hari kemarin, aku hari ini kebagian jadwal memasak untuk makan sore aku hanya mengikuti lomba hingga siang hari setelah ashar aku mulai memasak bersama ihat berdua kami menyiapkan makan sore. Ihat jago dalam memasak dipasangkan denganku merupakan keberuntunganku yang tidak bisa masak. Makanan yang dibuat Ihat rasanya enak sekali saat mentari sudah mulai turun dan sinarnya sedikit meredup perlombaan pun hanya satu mata lomba lagi, setelah asar menjelang magrib kegiatan berhenti, mereka yang kelelahan mengikuti lomba langsung menyantap habis makan walaupun menu makanan yang sederhana tetapi terasa nikmat. Hari perlombaan tinggal satu hari lagi besok jadwal penjelajahan dimana dar pagi hingga siang hari kemudian dilanjutkan acara penutup dan pengumuman pemenang juga pembagian piala. Akhirnya nama kita pun disebut sebagai juara 1 dan juara umum, kami tetap bertahan memegang gelar ini selama 5 tahun berturut-turut. Kami pulang ke sekolah pun senang riang membawa kebanggan untuk sekolah kami.
__ADS_1