
Setelah pertemuan hari itu, aku mencoba untuk melupakannya, ku anggap itu hal biasa, aku tidak mau pikiranku terlarut dalam masalah itu. Hari-hariku berjalan seperti biasanya, menjalani aktivitas sekolah dengan kegiatan belajar dan eskul serta keseharianku dirumah membantu ibu dan belajar. Kami di Sekolah di wajibkan mengikuti minimal dua ekstrakulikuler Aku mengikuti eskul pramuka dan basket, sedangkan Meri dan Fina mengikuti eskul pramuka dan PMR, aku tidak ikut eskul PMR karena eskul basket dilaksanakan selasa dan kamis eskul pramuka hari jumat, eskul PMR hari selasa jika aku mengambil eskul PMR akan bentrok dengan eskul basket. Setiap hari jumat aku, Meri dan Fina eskul pramuka bareng, hari selasa jug kita bareng walau beda eskulnya aku di basket, Meri dan Fina PMR. Setiap selasa kita sesekali membawa baju ganti untuk lanjut eskul tanpa pulang dulu ke rumah, untuk menghemat uang jajan kita membawa bekal makan. Hari kamis aku eskul basket dan juga piket kelas bersama Meri dan Fina seperti biasa aku tidak pulang karena takut tidak cukup waktu dan cukup melelahkan. Meri dan Fina setelah piket mereka pulang sedangkan aku tidak. Aku pergi menuju mushola sekolah untuk sholat duhur, sebelum solat aku mandi dulu d kamar mandi mushola agar badanku lebih segar, setelah sholat aku makan lalu membaca buku perpustakaan sambil menunggu teman-temanku datang. Tak lama temanku datang yaitu gea dan andi, gea tidak sekelas denganku sedangkan andi sekelas denganku, terkadang jika aku tidak bersama Meri dan Fina aku bersama Andi, kami akrab sekali karena rumah kita berdekatan dan aku pun terkenal tomboy potongan rambutku pun lelaki, di sekitar tempat tinggalku aku adalah anak yang tomboy selalu bermain dengan teman lelaki. aku dekat dengan Andi sampai-sampai teman-teman menganggap kita pacaran, tapi kita tidak memperdulikannya. Andi adalah anak yg broken home ayahnya menikah lagi dan ia kurang perhatian, terkadang ia bercerita tentang keluarganya sambil menangis aku hanya bisa mendengarkan saja tidak bisa membantunya. Orangtua Andi kaya raya mempunyai kontrakan puluhan pintu, dan juga usaha sewa ruko, tetapi Andi tidak pelit dan sombong ia selalu berbagi: dengan kami dan dia tidak malu berteman dengan kami. Andi orang yang sangat baik.
__ADS_1
Siang itu waktu aku hendak pulang sekolah dengan Andi karena Meri dan Fina eskul PMR saat dijalan belakang sekolah ada yang memanggilku seorang wanita " Monik!" panggilku dengan lantang aku pun menoleh dan berkata "ada apa?" jawabku "maaf siapa ya?apa aku mengenalmu?" tanyaku padanya "jangan pura-pura deh lo, gue cuma mo bilang jangan dekati Awan dia itu milik gue, kalau lo masih dekatin dia, awas lo! lo bakal tahu akibatnya" ancamnya padaku. Andi pun spontan langsung pasang badan melindungiku dan berkata " eh putri.. ada urusan apa lo ngancem-ngancem si Monik emang Monik salah apa ama lo, dan dia g ada hubungannya dengan Awan, dan li juga g da hubungan spesial kali dengan Awan dia itu bukan pacar lo!" balas Andi membelaku sekaligus mindungiku. Putri dan kedua temannya akhirnya pergi meninggalkan kita. Aku bertanya pada Andi siapa itu Awan dan siapa Putri, Andi pun tertawa sambil mengejekku, "yang bener aja loh Monik! lo engga tahu Awan dan Putri?" tanyanya padaku aku jawab "engga tahu", tapi aneh kalau lo engga tahu Awan dan Putri kenapa lo bisa dilabrak gitu, seolah-olah lo ngerebut Awan dari tangan Putri" kata Andi sambil terheran.Awan dan Putri itu pasangan Serasi tahun ini banyak gosip kalau mereka pacaran dan orangtua mereka saling kenal dan mereka berdua sangat kaya. Awan adalah ketua Osis dan Meri ketua tim cheerleaders basket sekolah karena Awan juga ikut basket, jadi mereka itu couple. "Awan orang perfect deh dia itu ganteng, kaya, smart dan dbidang olahraga juga ia juara" jelas Andi padaku tentang Awan. "Akh aku engga peduli yang penting aku sekolah, belar dapat nilai tinggi dan lulus agar aku bisa dapat beasiswa" jawabku pada Andi mengacuhkan permasalahan tersebut.
__ADS_1
Hari selasa aku dan Andi eskul basket sebelum dmulai biasanya kita melakukan pemanasan lari keliling lapangan basket sebanyak 5 kali agar badan kita tidak kaget. kemudian kita melakukan gerakan pemanasan meregangkan otot-otot dan tiba2 aku terkejut melihat sesosok lelaki yang terlambat datang dan langsung mempimpin pemanasan. Dia itu adalah kakak kelas yang suka memanggilku saat aku ke kantin dan yang pernah mengajak ketemuan di jalan belakang sekolah. Beberapa kali aku latihan basket baru kali ini aku melihatnya, apa aku tidak menyadarinya atau memang dia yg baru gabung di eskul basket ini, tetapi jika ia baru gabung mana mungkin dia memimpin pemanasan ini, pikirku dalam hati. Guru pembina basket pun datang beliau mengambil alih askul. Selama eskul kita tidak ada obrolan atau pun bertatap muka, aku dengan andi dan dia sibuk dengan temannya. Setiap akhir kegiatan eskul dilakukan pertandingan, dia ikut pertandingan dan terlihat keren saat melakukan shoot, selama pertandingan dia banyak mendapatkan poin dan tim dia menang telak, tanpa sadar aku ikut bertepuk tangan dan bersorak atas kemenangannya. Setelah eskul basket berakhir Aku dan Andi pun pulang, saat dijalan ia menghadang kami dan meminta aku untuk tidak pulang dulu, aku menolaknya karena hari sudah sore, ia memaksa untuk berbicara padaku hanya beberapa menit saja, aku menyetujuinya asalkan Andi ada ikut menemani. Dia meminta ijin untuk menyayangiku, "Monik, ijinkan aku menyayangimu, ijinkan rasa dihati ini tumbuh karena saat melihat senyummu hatiku bahagia dan lebih bersemangat" ucapnya padaku. Aku terkejut bahwa dia ingin menyayangiku dan aku membuatnya bahagia, tapi aku bingung hal apa yang membuatnya suka padaku, "maaf kak! aku tidak begitu mengenal kakak aku juga tidak tahu kenapa kakak bisa suka padaku?" tanyaku padanya. " Aku juga tidak tahu mengapa aku suka padamu, tapi cinta itu tidak butuh alasan, dan aku hanya meminta ijin mencintai dan menyayangimu, aku tidak memaksa Monik menerima kakak" tegasnya padaku. Aku masih bingung dan bengong apa yang seharusnya aku katakan " berikan aku waktu untuk memikirkannya, walau hanya meminta ijin tanpa memaksa aku untuk menerima kakak, tapi aku butuh waktu, maaf kak waktu sudah sore aky harus pulang" kataku padanya menyudahi obrolan sore itu. " baiklah, hati-hati dijalan" ucapnya padaku di sertai senyuman manus diwajahnya. Aku dan dan Andi pun berjalan pulang, "Monik! katanya kamu itu engga kenal sama Awan tetapi kenapa kamu berbicara padanya?" tanya Andi heran padaku. "Jadi itu adalah Awan?" tanyaku padanya kaget saat tahu bahwa orang yang berbicara padaku adalah Awan "yang aku tahu nama dia adalah Suryana bukan Awan!" tambahku pada Andi semakin heran "nama panjang dia Awan Panji Suryana, pantes aja kamu itu dilabrak putri, eh ternyata bener Awan nembak kamu, hati-hati loh dengan Putri, waspaalah..waspadalah..." Andi menjeladkan sambil mengingatkanku. "Aku ingin menolaknya tetapi tidak bisa karena dia hanya meminta ijin dan dia tidak menembakku, dan aku juga tidak mau menerima dia jadi kekasihku, Andi aku minta jangan ada yang tahu hal ini, aku takut Putri marah padaku."jawabku pada Andi. Andi menyetujuinya bahwa hal in adalah rahasia, dia jadi saksi mereka tidak ada hubungan apapun.
__ADS_1