Antara Kita,Dan Kia

Antara Kita,Dan Kia
Menyebalkan


__ADS_3

Sepulang sekolah Alia menunggu kakaknya dihalte depan SMA Praka sambil memandangi hujan turun dengan irama yang membuatnya tenang.ya alia suka hujan suka akan kedamaiannya.


b*****t


setelah mendengar dengan jelas teriakan kebencian itu,tanpa sengaja Alia melihat laki-laki berseragam sekolah sama dengannya tengah terkapar tak berdaya akibat pukulan dikepala belakang mendadak oleh orang tak dikenalnya, Alia panik dan tak tau harus apa,sampai akhirnya memutuskan berlari dibawah hujan menghampiri laki-laki satu sekolah yang pingsan ditengah jalan basah masih terguyur hujan.


"ternyata beneran pingsan?"sambil menepuk pelan pipi laki-laki itu.


Alia bingung karna sungguh tak memungkinkan jika dia membopong laki-laki yang justru lebih tinggi darinya,akhirnya Alia mempunyai ide yang lebih memungkinkan,dan tanpa fikir panjang Alia berlari memanggil satpam, setelah satpam membopong tubuh laki-laki itu,diamengikuti dibelakang satpam yang membopong laki-laki itu sampai ke UKS.


"kenapa belum sadar?"


batin Alia ketika masih menunggu pria itu


jarum pendek menunjukkan hari semakin sore,sekolah sudah kosong anak exstra juga sudah pulang tapi Alia tak bisa meninggalkan laki-laki tak dikenalnya yang masih kelihatan nyaman berbaring di ranjang UKS,tapi sayangnya dia juga tak menunjukkan kesadarannya.


"oh tuhan kenapa aku terjebak disituasi kaya gini?menunggu dia sadarkan diri sedangkan aku tak tau dia siapa?"


tiba-tiba ponselnya berdering panjang,tertera nama kakak Alia disana(bang Aldo),tanpa babibu alia menggeser tombol hijau ke sisi kanan layar


"halo"


"maaf dek abang baru bisa nghubungin kamu,benar2 minta maaf,kamu udah pulang?"


"huftt" sebelum menjawab alia menarik nafas menahan kesal dan kecewa karena menunggu lama hingga kejadian ini menimpa dirinya.


"kenapa baru ngabarin?emmm belum Alia masih dirumah temen"


"oo gitu sekali lagi maafin abang dek yaa,jangan ngambek adek abang"terdengar suara memohon diujung sana

__ADS_1


"gimana ngak kesel sama abang,abang seenaknya ga ngabarin...."


"udah dulu dek ya"


belum saja melanjutkan bicaranya,telfon sudah dimatikan Aldo, Alia marah,kesal dan merasa bersalah karna terpaksa berbohong agar tidak ditanyai macam-macam lagi dengan abangnya.


setelah memasukkan kembali handphone kedalam saku seragamnya, Alia diam-diam memperhatiannya seseorang yang tidak dikenal tapi sudah membuatnya panik,repot menunggu,dan parahnya berbohong untuk mencari alasan kepada Aldo.


Tapi perlahan jari-nya bergerak pelan,kelopak matanya terbuka menampakkan mata elang tajam seperti siap membunuh siapa saja hanya dengan tatapan itu.


Dia memandang Alia penuh tanya meski masih dengan wajah datarnya.Alia-pun sadar dan segera mengambil segelas air putih di nakas.


setelah air diteguk sampai habis pandangannya kembali mengarah ke Alia.


"kenapa?"


"apanya?"


"kenapa ni orang bicaranya setengah-setengah apa kepalanya bermasalah setelah dipukul orang tadi? atau mungkin malah amnesia?"batin alia setengah ngeri jika apa yang dibayangkan adalah nyata


"apa lo gaingat?lo pingsan beberapa saat setelah orang itu memukul belakang kepala lo itu?"


dan dia hanya manggut-manggut tanda mengerti


"rahasiakan ini,kalo sampai berita ini kesebar,lu orang pertama yang gue cari"


"kenapa harus gue?"


"karena lo sudah tau apa yang harusnya ngak lo tau"

__ADS_1


dia kembali menatap,namun kali ini lebih lekat ke arah mata Alia, Alia tak bisa berkutik hanya bisa menggerutu didalam hati karna merasakan atmosfer yang buruk.


laki-laki tak tau berterima kasih melainkan yang dia dapat adalah sebuah ancaman.gerutunya


dia cepat tersadar dari lamunannya ketika laki -laki itu bersuara lagi


"nama lo"


"kepo"


"siapaa"dengan nada yang semakin dingin


"Alia,kenapa?"


laki -laki itu berdiri dan terus mendekat menuju arahnya,sampai Alia melangkah mundur tapi sayangnya punggung Alia sudah menyentuh tembok dan tak bisa menghindar lagi,tiba-tiba wajah laki-laki itu mendekat,semakin mendekat dan membisikkan kalimat yang membuat Alia terkejut,menegang,bingung sekaligus bertanya-tanya.


"Alia mulai saat ini lo dalam pengawasan gue,jangan pernah macam-macam atas hal apapun itu"


"seenaknya banget lo"


"apapun itu lo harus mau"


Alia diam termagu karena perkataan laki-laki tak dikenalnya,menyadari dia keluar dari UKS, Alia berteriak memakinya tak peduli lagi jika dia mendengarnya,bahkan Alia berfikir bahwa dia mendengarnya maka akan semakin bagus.


"dasar laki-laki g*** ga tau terima kasih,gajelas,apapun yang buruk semuaanyaa untukmu”


"udah ditolongin,ditunggu,ditinggal lagi"


yang mendengarnya hanya terus melangkah tanpa memperdulikan perempuan imut yang sedang marah-marah padanya,tanpa disadari senyum hanyat tercetak indah dibibir ranumnya,biarlah hanya dia dan tukan yang tau.

__ADS_1


dan untuk Alia yang melihat laki-laki tidak tau diri itu semakin melangkah meninggalkannya semakin merasa kesal,jengkel,dan marah,namun dia tersenyum menyedihkan mungkin keadaan ikut menertawakannya saat ini.


__ADS_2