
Dewa menggenggam tangan Alia dengan halus,melihat dengan teliti setiap inci wajah cantik dan imut itu.
Dewa prof
Selamat untuk lo Al,iya lo hebat banget,bisa buat gue jatuh sama lo secepat ini,gue menyadari bahwa ingin lo jadi punya gue,bener emang kata para sohib gue,jatuh pandangan pertama itu nyata,dan sekarang benar-benar nyata,dan gue yang menyangkalnya jadi percaya,lucu banget emang seperti gamungkin banget gitu,tapi ini bener dan untuk itu gue mengaku kalah,gue suka sama lo dengan waktu secepat ini.
Autor prof
Dewa berbicara dalam hati sambil melihat wajah cantik itu,Dewa ingin memilikinya,ingin melindunginya ingin jadi seseorang yang selalu ada untuk Alia tapi dia terlalu takut untuk memulainya.
Mata Alia perlahan terbuka bersamaan dengan Dewa yang kelabakan melepas tangan Alia selembut mungkin agar sang empu tak menyadarinya,dan berhasil tinggal bersikap dingin menjadi seperti Dewa biasanya.
"Dewa?"suara serak Alia karena bangun tidur
" isi dulu perut lo kosong"
Bukan jawaban yang didapat Dewa namun Alia yang membalas tatapan tulus Dewa dengan tatapan halus Alia,sangat cantik.Benar-benar mengganggu pikiran Dewa,Dewa mendekatkan mukanya dan terus menatap Alia dengan lembutnya,semakin dekat sampai hanya tersisa jarak antar wajah Alia dan Dewa 2cm dan...
"kenapa?"
Dewa bertanya dengan suara setengah berbisik,aroma mint dari mulut dan aroma khas cowok dari tubuhnya.
"berharap gue cium lo?"
__ADS_1
"enak aja ciuman gue hanya untuk suami gue nanti"
Alia yang sadar menjawab dengan nada yang ngegas tanpa rem,nyolot banget.
"ndak gue bercanda"sambil tertawa ringan
blushh
Pipi Alia bewarna merah muda,senyum Dewa yang sangat indah menambah ketampanan cowok didepannya, bukannya dia dikenal sebagai pangeran tak pernah senyum?,tapi saat ini dia tersenyum didepan Alia yang masih memandang Dewa dengan pipinya yang merona.
"udah cepet makan,sorry tadi cuma bawain roti sama susu"
"emm iya gapapa"
Alia memakan roti yang dibelikan Dewa dengan lahap, sangking lahapnya sampai tak tau jika Dewa memperhatikan Alia.
"lo imut"
Kata Dewa tanpa sadar membuat Alia tersedak dan otomatis membuat Dewa tersadar juga dari lamunannya.
"kenapa?" tanya Dewa tanpa berdosanya
Sedangkan yang ditanya hanya geleng-geleng kepala sambil melanjutkan makan.
__ADS_1
Alia prov
Apa gue salah denger? tapi beneran kok gue nga tuli juga kan?tapi masa iya Dewa bilang kaya gitu kan gamungkin juga,tapi masa tadi yang ngomong setan?kenapa hari ini jantung gue dibuat senam mulu sih,sama hati juga berasa banyak kupu-kupunya gitu.
Author prov
Dewa dan Alia sama-sama memakan rotinya dengan keadaan hening dan pikiran dikepala yang bercabang-cabang kayak pohon,Dewa sekilas memandang Alia dan kembali memakan rotinya lagi,mungkin sekarang hobby Dewa adalah memandang wajah cantik Alia.
Setelah mereka mengisi perut,keadaan canggung mengisi ruangan itu,Dewa yang hanya diam sambil memainkan game dari HP nya,dan Alia yang memandang Dewa sambil setengah berfikir seperti ingin ada yang ditanyakan.
"emmm De.."
"siap-siap gih kita pulang"
"ehh"
Belum sampai Alia melanjutkan bicaranya,sudah disela Dewa,dan itu membuat terkejut Alia,pulang?sedangkan bel masuk baru saja berdering,salagi Alia masih bingung Dewa sudah menggandeng tangan Alia pelan mengajak keluar dari UKS
"Dewa ini belum waktunya pulang?"
"udah iku aja"
"tas gue gatau dimana?"
__ADS_1
Dewa berbalik menghadap Alia,mendekat berbisik
"diem aja,ikut gue"