
Alia duduk di brangkar UKS dengan Dewa yang sedang sibuk mengobati luka berdarah tadi,melihat wajah Alia yang menggigit bawah bibirnya karena menahan rasa sakit Dewa menaikkan kaki Alia ke pangkuannya agar lebih mudah dan rasa sakitnya berkurang.
"shhh "
"tahan sedikit"
Mata Dewa memandang wajah Alia,mereka saling tatap,yang dilihat Alia adalah mata elang Dewa yang menampakkan kelembutan bukan tatapan tajam seperti ingin membunuh mangsanya lagi,entah apa ada yang berbeda dengan Dewa hari ini yang jelas membuat Alia seperti akan luluh terhadap lingkupan seorang cowok didepannya ini,sandiwara?atau memang tulus?tetapi matanya tak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia sedang bersandiwara.Ya benar,dia menatapnya dengan pandangan sangat tulus.
"masih sakit al?"
"ndak udah mendingan,makasih"
"bukan lutut dan siku,tapi hati lo"
Alia langsung saja memandang Dewa dengan ekspresi bingung apa maksud dari pertanyaan Dewa? bukan jawaban yang didapat tapi Dewa yang berdiri dan memegang tangan Alia.
__ADS_1
"gue tau lo ngak akan baik-baik saja setelah mulut gatau diri itu ngatain jelek tentang lo,apalagi kalimat-kalimat gila itu,jangan takut ada gue,lo aman sama gue"
Alia benar-benar dibuat melongo mendengar ucapan panjang x lebar x tinggi seperti rumus matematika,namun hatinya berdebar mendengar ungkapan lembut itu,benarkah ini Dewa?yang katanya most wanted irit bicara,kasar,dan dingin kaya es kutub?apa jangan-jangan dia habis kerasukan mba kunti dihalaman sekolah?
"blushh" pipi Alia memerah,sedangkan Dewa semakin melihat wajahnya bahkan semakin dekat.
"lo sakit?"
"udah mendingan"
kalimat itu membuat Alia refleks memegang kedua pipinya yang merasa hangat,malu banget,tertangkap basah oleh Dewa.
"lo tidur,gue kekelas,kalo butuh apapun minta ke penjaga UKS,istirahat pertama gue kesini**"
Lagi kalimat panjang Dewa membuat Alia salah tingkah,hatinya berdebar-debar,sayangnya Alia kembali seperti sebelumnya beranggapan perhatian dari Dewa hanya sebatas khawatir ke seorang teman,teman? sejak kapan mereka berteman?hanya pertemuan buruk yang membawa mereka sampai ke titik ini.
__ADS_1
Setelah Dewa keluar dari UKS Alia merebahkan dirinya dibrangkar dan memandang langit-langit putih ruangan UKS itu,fikirannya sudah berkeliling kemana-mana,karena 1 cowok bernama Dewa,diliriknya jam tangan Alia yang terpasang indah dipergelangan tangannya,menunjukkan jam 8 lebih 20 menit, ternyata sudah selama itu Dewa menemaninya.
Bosan sudah pasti,Alia mencari ponsel untuk mengobati rasa bosan sayangnya tadi dia menaruh ditas yang tadi tergeletak ditanah saat dia jatuh, semoga saja tas nya terselamatkan.Tak tau lagi harus apa akhirnya memutuskan untuk tidur sebentar sebelum nanti kembali ke kelas,sekian lama memejamkan mata akhirnya benar-benar terlelap.
"cklek"
Suara pintu UKS terbuka menunjukkan cowok bermuka tampan bak anime hidup siapa lagi kalo bukan Dewa,dia berjalan menuju tempat Alia berada sambil membawa kantong kresek berisi dua roti dan satu kotak susu setidaknya cukup untuk mengganjal perut Alia,karena jika pesan makanan akan membutuhkan waktu lama dan Dewa bukan tipe cowok yang bisa menunggu ketika terburu-buru.Dilihatnya Alia masih tertidur dan Dewa hanya bisa melihat wajah cantik,dan imut Alia,Dewa terperangkap kepada kecantikan cewek didepannya itu.
Sedangkan Nadia,Keyla,dan Putri yang keduluan masuk oleh Dewa hanya bisa berdiri menghadap jendela melihat Dewa yang kemudian mengenggam halus tangan Alia.
"oh my God demi apaa?" Keyla dengan suara cemprengnya
"jangan keras-keras suara lo,Dewa tau lo yang dijadiin mangsa srigala belakang rumahnya" Putri memperingatkan
"syahdunyaa bener-bener lagi liat drama korea reallife"
__ADS_1
Kata Nadia dengan setengah membuka mulutnya,membuat Putri,dan Kayla memandang Nadia serentak,dan menyeret Nadia pergi dari jendela UKS