
Mereka berdua keluar UKS dan menuju parkiran dimana mobil bewarna biru mengkilap milik Dewa terlihat berjajar anggun disana,Dewa berjalan sambil memegang tangan Alia dengan tergesa-gesa.Setelah Alia masuk Alia dibingungkan dengan keberadaan ranselnya yang sudah didalam mobil cowok itu.
"kenapa tas gue disini?"
"sabuk pengaman"
"haa?"Alia semakin bingung mendengar jawaban Dewa
"sabuk pengaman lo"
Dewa mulai melajukan mobilnya dengan santai menuju gerbang sekolah,Alia yang deg-deg an karena pulang diwaktu jam pelajaran malah dibuat melongo dengan pak satpam yang tersenyum ceria ke Dewa dan hanya dibalas anggukan dan senyum tipis oleh Dewa,batin Alia bertanya-tanya pikirannya terisi hal yang aneh-aneh apalagi suasana canggung berdua dengan Dewa dimobil menambah nilai plus tingkat aktif pemikiran over berkelana Alia.
"emmm ki..ta ke..ma..na"tanya Alia dengan nada gugup
"lo kenapa"
"emang kenapa"
"gue gamau culik lo"
"eh" membuang muka kearah jendela karena salah tingkah sendiri.
__ADS_1
Setelah perjalanan lama juga membosankan Alia diperlihatkan dengan suasana kebun teh yang sangat asri,tak jauh dari sana terlihat rumah pohon yang didepannya ada danau kecil dengan satu perahu dipinggirnya,Alia tak sabar melihat keindahan alam itu langsung turun dari mobil padahal mesinnya saja masih nyala,tanpa mempedulikan Dewa,Alia berlari-lari kecil melewati barisan kebun teh menuju rumah pohon dengan wajah berseri-seri memandang apa yang didepannya dengan rasa takjub,namun tiba-tiba ia terkejut karena seseorang menepuk pundak Alia pelan"sungguh mengagetkan"batin Alia
"Jangan lari-lari nanti jatuh"
Dengan beberapa kalimat sudah mampu membuat Alia berjalan santai tetap dengan mata berbinar,tangannya menyentuh pucuk2 dedaunan teh,senyum merekah seperti tak ada beban satupun dihidupnya,Sedangkan Dewa berjalan santai sambil memasukkan tanggannya ke saku celana dan menebar senyum hangat,menyapa siapapun yang bekerja dikebun teh itu.
Pandangan Alia teralihkan,Dewa seperti sudah sering ketempat ini,kelihatan dari akrabnya para pemetik daun teh dan Dewa,lagi! Alia menemukan sisi lain dari si es kutub,dia mampu berbaur dengan sangat hangat bahkan kepada satpam disekolahnya tadi,sebenarnya ada apa dengan dewa si es kutub yang bisa menjadi api kecil yang menghangatkan?berasa seperti bunglon yang bisa berubah-ubah.
Setelah mereka berdua sampai didepan rumah pohon yang berhadapan langsung dengan danau,Dewa menyuruh Alia naik keatas,Alia sedikit terkejut saat berada didalam rumah pohon dan menemukan beberapa foto anak perempuan yang tersenyum lebar dan laki-laki kecil desampingnya sedang merangkulnya gadis imut itu meski dengan muka datar
"gue dan teman kecil gue"
"eh..udah gue kira sih kalo anak laki-laki itu elo,mukanya datar banget soalnya"
"sepertinya lo kenal baik sama pekerja disini?"
Setelah hening agak lama akhirnya Dewa menjawab pertanyaan kepo Alia
"gue selalu kesini jika merindukannya"
"merindukannya?"
__ADS_1
"hm Kiara,temen kecil gue"
"emang dia kemana?"
Tatapan tajam itu menatap mata Alia,namun kemudian Dewa tetap melanjutkan apa yang dia ceritakan,awalnya Dewa juga akan menduga jika Alia akan bertanya hal tentang Kiara,dan Dewa sudah siap menceritakan untuk cewek didepannya itu,karena baginya itu bukanlah masalah.
"Kiara ke Amerika 8 tahun yang lalu,dan yang lo lihat itu foto terakhir sebelum dia ke Amerika"
"dia ninggalin lo?"
"hm,dia kesana untuk berobat karena penyakit yang dialaminya,jadi gue sering kesini jika gue merindukannya"
Dewa bercerita dengan santai,dan Alia dengan rasa ingin tau dan terkejutannya,tak sopan memang karena hal itu mungkin privasi seorang Dewa,tapi ya sudahlah,Dewa juga tidak keberatan dengan pertanyaan kepo Alia
"kenapa lo ngajak gue kesini jika merindukan Kiara?"
"karena untuk pertama kalinya gue kesini tanpa ada rasa merindukan Kiara,dan yang ngebuat rasa rindu itu berubah adalah lo"
Deg
Alia prov
__ADS_1
Mata itu,sebuah kejujuran menatapku dengan tatapan tajam tapi terselip kehangatan didalamnya,haruskah aku mempercayai seorang cowok yang selalu ada untukku tanpa disengaja?takdirkah?