
"*Dia temen gue mulai orok,dan sayangnya 8 tahun lalu dia pergi ke Amerika untuk berobat karena penyakitnya,dan anehnya penyakit itu akan kambuh jika ia terkejut karena menerima suatu kenyataan yang membuat dia tak terima,dan terakhir kalinya itu karena gue"
**8 tahun lalu***
Gadis kecil berlarian di tengah-tengah kebun teh dengan senyum mengembang menghampiri anak laki-laki dengan wajah dingin itu,gadis dengan paras imutnya tersenyum dengan begitu ceria seakan-akan anak laki-laki didepannya adalah pangeran hidupnya,tak memedulikan seorang bibi yang mengejar dengan peluh didahinya karena kelelahan mengejar putri tuannya.
"bibi fotokan Kia sama Dewa bi"
"iya non,tapi jangan lari-lari gitu nanti jatuh"
"buruan bi sini"
gedebukk
Kiara jatuh tersandung,dan menangis karena melihat darah yang keluar dari lututnya,Dewa kecil yang terkejut berlari menghampirinya,beserta bibi yang berusaha membuantu Kia berdiri,sayangnya Kia menolak dan hanya mau dengan Dewa kecil,dengan terpaksa Dewa memapahnya dan membantu duduk dibawah rumah pohon,Kia yang tadinya menangis langsung tersenyum karena Dewa kecil yang meniup-niup lukanya,namun kemudian digantikan dengan bibi yang akan mengobati lukanya.
__ADS_1
"hati-hati kalo jatuh nangis, cengeng banget"
kata Dewa kecil dengan nada datar namun masih terselip kekhawatiran.
"Bibi fotoin Kia sama Dewa dong hehe"
"tapi non?"
Tak mempedulikan tatapan datar Dewa,bibi terap memotret mereka berdua dengan Kia yang tersenyum lebar,dan Dewa yang mearangkul dilengkapi ekspresi datar sambil memandang kearah Kiara.
"tapi non,kan den Dewa nya..."
"gapapa bi"
"horeee"
__ADS_1
Mereka berdua naik ke rumah pohon dan bercerita tentang apa yang dilaluinya saat tidak bersama,lebih tepatnya hanya Kia yang bercerita,dan Dewa hanya menanggapi dengan singkat sambil makan kue yang dibawakan bibi sambil sesekali melihat raut wajah ceria Kia.
"Dewa,nanti kalo udah besar mau nga nikah sama Kia?"
Dewa melebarkan matanya,sangat terkejut,bagaimana bisa Kia teman dari kecil yang sudah dianggap adiknya sendiri mengajak menikah ketika besar nanti?
"nggak"
"ishhh Kia memang masih kecil,tapi Dewa cinta pertama Kia"
"Kia waktu akan terus berlalu,dan kita juga akan berubah,Kia udah Dewa anggap seperti adek Dewa sendiri jadi samapi dewasa pun,Dewa nggak akan menikahi Kia"
"Dewa jahat,hiks...hiks...Dewa udah nggak sayang Kia,hiks..hikss
"bukan gitu Kia,Dewa hanya sayang Kia sebagai adik Dewa"
__ADS_1
Bukan berhenti,tapi tangis Kia semakin kencang,dan lama-kelamaan Kia seperti sulit bernafas,asma bawaan Kia kambih,dan sontak membuat Dewa sangan panik,dan hanya bisa menepuk-nepuk bahu Kia,dan teriak meminta pertolongan, nihil bibi baru saja datang dengan berlari ketika Kia sudah tidak sadarkan diri