Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 116 : Rudal Balistik Huanlong-07


__ADS_3

—Danau Songshanhu, Mingyue Defense—


Danau yang membeku menampilkan pemandangan yang indah di musim dingin, dan seandainya awan hitam di langit tidak menghalangi sinar matahari, itu akan membuat pemandangan lebih indah.


Musim dingin saat ini sangat aneh, karena biasanya hanya beberapa hari hujan salju turun, maka awan akan menghilang, bahkan beberapa jam sudah berhenti. Tap kali ini, lebih dari satu bulan namun belum berakhir; siang akan gelap seperti senja, dan malam seperti kegelapan tak berujung yang menyelimuti.


Tapi untungnya ada Kapal Induk yang secara berkala akan melepaskan tembakan Meriam Plasma berdaya rendah untuk membersihkan awan.


Di sisi barat Danau Songshanhu, ada pangkalan militer yang dijaga ketat dengan persenjataan otomatis maupun robot yang berkeliling 24 jam.


Pangkalan dengan luas 22.500 meter persegi itu memiliki beberapa sektor dan bangunan, tapi yang lebih menarik adalah halaman luas yang kosong. Namun, tiba-tiba halaman yang luas itu bergetar seolah ada gempa dan tanahnya terbelah dua.


Dari tanah yang terbelah itu mencuat roket yang naik perlahan, roket ini adalah rudal balistik yang memiliki diameter 2,5 meter, mampu membawa 10 — 15 hulu ledak nuklir yang dapat diarahkan ke tempat yang berbeda.


Pada salah satu bangunan yang lebih tinggi dari rudal balistik, berdiri seorang wanita di balik kaca redup memandangi arah rudal balistik, wanita ini adalah bentuk Xiaochu yang sudah lama tidak terlihat.


"Xiaochu, aku sudah lama tidak melihatmu."


Terdengar langkah kaki dari belakang Xiaochu yang menghampirinya.


"Master di sini?"


Ya! Orang yang datang menghampiri Xiaochu adalah Fan Chen dalam bentuk robot berbasis silikon, dia sangat meninggalkan banyak robotnya di berbagai tempat di Mingyue Defense untuk berpindah tempat lebih cepat.


Fan Chen menepuk-nepuk kepala Xiaochu. "Jangan berpura-pura tidak tahu, aku tahu kau sudah tahu kalau aku ada di sini. Alasan aku sendiri ke sini karena ingin melihat peluncuran perdana rudal balistik."


Xiaochu tersenyum, lalu memeluk erat Fan Chen. "Master, terima kasih! Karena Master, Xiaochu bisa merasakan sentuhan, rasa, dan indra lainnya."


"Tentu." Fan Chen membalas pelukan Xiaochu seraya mengusap kepalanya dengan lembut.


Xiaochu melepaskan pelukannya, dia pergi ke meja untuk mengeluarkan wine dan menuangkannya ke gelas sebelum menyerahkannya pada Fan Chen. "Master."


Fan Chen mengambil gelas, menggoyangkan wine di dalamnya, lalu menyesapnya perlahan. Dia harus mengakui semua pekerja yang mewujudkan sistem sensor somatosensori sungguh luar biasa sampai dia saat merasakan rasa wine dengan sempurna. Makan sebanyak apa pun tidak takut gemuk, minum alkohol sebanyak apa pun tidak takut mabuk, dan semua hal yang dikonsumsi akan disimpan dan diubah menjadi pupuk.


Dia memandangi rudal balistik yang sedikit miring ke arah timur laut, mengarahkannya ke Negara Elang Botak.


Layar virtual juga muncul di depannya untuk mengamati jalur rudal balistik, serta markas di mana target berada.


"Tempat kita berawan, tapi di sana cerah meski masih bersalju." Fan Chen mendorong layar virtual untuk menjauh lebih dikit, dia melihat waktu yang hanya tersisa hitungan detik sebelum rudal balistik diluncurkan.


Ini adalah pertama kalinya rudal balistik digunakan untuk menyerang daratan, bahkan sebelum kematiannya, dia tidak pernah mendengar ada yang melepaskan serangan rudal balistik kecuali untuk uji coba di lautan.

__ADS_1


10 ... 9 ... 8 ... 7 ... 6 ... 5 ... 4 ... 3 ... 2 ... 1 ... Luncurkan!


Rudal bergetar dan mengeluarkan api di bagian bawahnya, gaya dorong yang sangat kuat mengangkat rudal perlahan meninggalkan daratan. Debu beterbangan saat tekanan yang kuat menghamburkan bebatuan maupun pasir di bawahnya, api merah menyala membuat udara terdistorsi dengan suhu yang naik dengan pesat.


Rudal meluncur dengan kecepatan yang terus bertambah setiap waktunya sampai mencapai ketinggian 400 kilometer dari permukaan laut.


Bagian bawah rudal balistik lepas saat sudah mencapai ketinggian tersebut, kemudian rudal itu sedikit miring sampai posisinya horizontal, barulah bagian kedua dari mesin raptor dinyalakan.


Karena tidak ada hambatan udara di luar angkasa, mesin raptor dapat menghasilkan daya dorong yang lebih kuat hingga mencapai kecepatan 29.000 km/h.


Fan Chen melihat pemandangan di mana rudal balistik yang dinamai “Huanlong-07” melesat di luar angkasa melewati Samudra Pasifik tanpa hambatan sama sekali, bahkan meski ada sampah luar angkasa di atas sana, Satelit SkyNet akan membersihkan jalurnya dengan menembakkan laser bersuhu tinggi.


"Kira-kira, apa kita bisa menciptakan sebuah teknologi yang dapat mengubah musim."


Xiaochu menoleh menatap Fan Chen, tersenyum dan menjawab, "Dengan pengetahuan Master, harusnya bisa menciptakan teknologi itu."


"Semoga ..." Fan Chen berkata sambil mengeluarkan kursi untuknya maupun Xiaochu. "Bagaimana dengan Proyek Tembok Perlindungan? Apa ada kendala?"


Xiaochu duduk di samping Fan Chen. "Basel membantu dalam proyek ini, puing-puing sudah dihancurkan dan sebagiannya dibawa pulang untuk didaur ulang. Tapi, memang harus diakui cukup kesulitan untuk membawa material terutama logam."


Fan Chen berpikir sebentar untuk mencari cara yang lebih efesien. "Kalau begitu, rancang tembok ini di lahan yang baru dibebaskan, di bagian terluar dari Mingyue Defense. Kemudian aku akan membawanya dengan kemampuanku."


"Harusnya tidak sulit karena hanya harus menempuh 900 meter untuk Wilayah Dalam, dan 1.800 meter untuk Wilayah Luar. Jika membangun di Wilayah Inti, itu tidak bisa dilakukan karena sangat padat meski dekat dengan Gudang."


Wilayah Dalam memiliki luas 7,63 kilometer persegi. Adapun Wilayah Luar memiliki ukuran luas 9,45 kilometer persegi.


Xiaochu mengangguk kecil dan mulai mengoperasikan sebagian robot yang sedang dalam perjalanan untuk kembali ke Wilayah Luar.


Kembali lagi ke Huanlong-07, Huanlong-07 sudah mencapai bagian Negara Elang Botak. Pada saat ini juga, mesin raptor sudah dimatikan dan bagian pelindung terluarnya terlepas, memperlihatkan logam hitam berbentuk kerucut.


Logam ini menyimpan hulu ledak nuklir yang terbuat dari Kristal Energi dengan hulu ledak 1.000 ton TNT.


Hulu ledak ini mengambang di luar angkasa seperti tanpa arah, sampai bagian lancipnya sedikit mengarah ke bawah dan turun memasuki atmosfer, tiba-tiba mesin pendorong ion menyala dengan kecepatan tinggi.


Wadah pembawa hulu ledak nuklir ini menyala saat turun dengan kecepatan yang tinggi dan bergesekan dengan atmosfer sekitarnya, tapi ini saja tidak cukup untuk menghancurkan wadah yang menyimpan hulu ledak nuklir.


...***...


—Greenville, Carolina Selatan—


Gunung tandus yang diselimuti salju tebal tidak memiliki sesuatu yang istimewa apabila dilihat dari jauh, namun saat mendekatinya lebih dekat, akan menemukan antena tersembunyi untuk menangkap sinyal.

__ADS_1


Pada salah satu sisi, akan menemukan gua tersembunyi dengan pintu yang terbuat dari baja.


Bagian dalamnya memiliki berbagai macam ruang dan sektor, tempat ini hampir sama seperti laboratorium gila di Ohio, hanya saja lebih luas dengan perlengkapan militer.


Semua orang di dalamnya bekerja seperti biasa seolah tidak ada perbedaan antara Bencana Pertama maupun Bencana Kedua. Tapi tiba-tiba...


Alarm yang memekakkan telinga berbunyi di setiap ruangan dengan lampu merah yang menyala menandakan tanda bahaya.


"Apa yang terjadi?!" Salah seorang menerobos masuk ke ruang pengawas.


"Radar menemukan sebuah rudal antar benua datang tepat ke arah kita!" lapor seorang pemuda yang mengamati monitor di depannya.


Ada keheningan singkat dengan semua orang yang memperlihatkan ekspresi terkejut, tak percaya dan merasa ini semua tidak mungkin.


"Aktifkan pertahan anti rudal!"


Tapi sebelum mereka sempat mengaktifkan pertahanan, semua unit penembakan rudal yang disembunyikan meledak secara tiba-tiba.


Pemuda yang duduk di kursi kendali, terdiam dengan ekspresi pasrah, dia merosot dari kursinya dan mendongak memandangi langit-langit ruangan. "Pertahanan udara, dihancurkan."


Pria paruh baya yang berdiri di pintu, bergegas mendorong pemuda yang memberi laporan itu, dia melihatnya dan terdiam. Dia tahu bahwa hidupnya akan berakhir tidak lama lagi.


Dia berbalik, memandangi semua orang di dalam ruangan. "Kalian ..."


Booom!


Bahkan sebelum sempat menyelesaikan kata-katanya, sinar putih yang menyilaukan mata menembus semua pertahanan mereka saat ini. Suhu yang sangat tinggi mencapai 900.000° Celcius membakar semua logam termasuk manusia di dalamnya tanpa terkecuali.


Api membumbung tinggi membentuk jamur raksasa, asap dan debu naik ke udara menembus awan.


Booom!


Ledakan lain terdengar saat sisa-sisa dari hulu ledak nuklir yang terangkat ke udara, menimbulkan gelombang kejut dengan kecepatan angin 850 km/h.


Gelombang kejut menyapu apa pun di sekitarnya dalam radius 11 kilometer, semua kehidupan tersapu bersih tanpa terkecuali. Tanah maupun bukit menghilang, membersihkan 20 juta ton kubik tanah di sekitar pusat ledakan, menciptakan kawan berapi yang melelehkan tanah menjadi lahar.


Walaupun ini mengerikan dan tidak manusiawi, tapi Fan Chen yang sedang berada di Mingyue Defense yang memprakarsai peluncuran Huanlong-07, sudah memastikan tidak ada kehidupan manusia di sekitar jatuhnya Huanlong-07.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2