
Yang Menghu mengaktifkan fungsi penglihatan malam yang menggunakan sinar inframerah; fitur ini terus ditingkatkan agar mampu memberikan penglihatan yang lebih jelas serta pengalaman pemakaian yang baik, tidak merusak penglihatan. Tentu dengan metode ekspedisi yang sekarang, tidak akan mengalami kerusakan penglihatan, tapi pastinya ada rasa tidak nyaman bagi yang tidak biasa.
Dia melihat peredam di ujung moncong sniper, berpikir sejenak, dan membiarkannya saja meski tidak terlalu berguna karena suara yang dihasilkan pastinya akan tetap keras.
"Sampai ada MBT Type 99." Yang Menghu melihat tank tempur yang melaju dengan kecepatan 80 km/h.
Kendaraan lapis baja ini dapat menampung 3 awak, berbekal mesin diesel bertenaga 1.500 horse power yang dapat mencapai kecepatan 80 km/h dan dapat menempuh jarak hingga 600 km.
Berat dari tank tempur utama China ini mencapai 55 ton dengan panjang 11 meter, lebar 3,7 meter dan tinggi 2,35 meter.
Tank ini dikatakan memiliki ketebalan pelindung baja mencapai 1.000-1.200 mm. Selain itu kendaraan ini juga diberkati dengan perlindungan NBC dan sistem pencegah kebakaran otomatis.
"Ini agak sulit, aku tidak bisa membunuhnya langsung."
Bang!
MBT Type 99 melepaskan tembakan proyektil kinetik berkaliber 125 mm, itu melesat dengan kecepatan 980 m/s yang mengarah ke arah mobil-mobil.
Yang Menghu tidak panik sama sekali, karena anggota tim sudah tahu kedatangan MBT Type 99.
Dengan suara siulan nyaring seperti roket, granat berpeluncur roket melesat keluar dari kaca mobil lapis baja. Granat itu mengarah tepat ke jalur lintasan proyektil 125 mm yang ditembakkan dari persenjataan utama MBT Type 99, ZPT-98.
Booom!
Kedua serangan bertemu, mengakibatkan ledakan super keras dengan nyala api membentuk kepulan. Tanah di bawah ledakan berhamburan ke segala arah dan membentuk lubang.
Yang Menghu tidak tinggal diam saat MBT Type 99 melepaskan tembakan tadi, dia sudah menarik pelatuk Sniper Separatist yang merusak sistem roda MBT.
"Tank ini memiliki pertahanan yang tebal, sepertinya hanya dapat melumpuhkannya sementara."
Sementara itu, anggota tim sudah tiba di depan gerbang Kediaman Keluarga Fan yang dijaga ketat.
Mobil yang mereka kendarai masih melaju dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti, namun semua pintu sudah terbuka.
Tanpa adanya aba-aba, semua personel melompat, dan karena gaya inersia yang tertinggal karena lajunya mobil, mereka berguling-guling di atas rerumputan maupun tanah bercampur kerikil.
Walaupun berguling, tapi tidak ada yang terluka sama sekali dan tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan posisi yang sesuai untuk menembak.
Boom!
Tiga mobil yang terus melaju itu menabrak gerbang, menimbulkan benturan yang keras.
Pada saat mobil menabrak dan semua personel melompat keluar, tentara yang berjaga di atas tembok sudah melepaskan tembakan yang terarah.
__ADS_1
"Serangan!"
Da da da! Da da da!
Tentara menembak tanpa henti, tapi tidak semua, karena ada sebagian yang melepaskan tembakan sedikit demi sedikit.
Personel dari Tim Yang Menghu berlari ke depan secara zig-zag, lalu mengangkat senjata dan melepaskan tembakan. Sesaat melepaskan satu tembakan, menginjak kaki kirinya di tanah untuk menahan tubuhnya dan berhenti berlari, kemudian berbalik untuk berlari lagi secara zig-zag.
Salah satu personel bernama George yang merupakan Pasukan Baris Depan, dia tidak mundur saat rekan-rekannya mencoba menjauh. Dia meminta mereka untuk menarik perhatian di saat dia bergerak hati-hati menaiki tembok.
George hanya membawa Glock 17, Glock Meyer 22 dan pisau, semua senjata yang lainnya disimpan rekannya.
George memanjat tembok setinggi sepuluh meter dengan hati-hati, dan karena semua lampu penerangan sudah dipecahkan, dia bisa memanjat tanpa ketahuan.
Ketika sudah hampir sampai, dia mengulurkan tangannya untuk menangkap salah satu kaki tentara yang tidak fokus. Dia menariknya sekuat tenaga untuk melemparkannya ke bawah dan sebagai bantuan untuknya melompat naik.
George berhasil naik dan mengejutkan tiga tentara yang berada di sampingnya, dia berlutut dan menendang berputar seperti sapuan yang mengenai tumit mereka.
Ketiganya kehilangan keseimbangan dan jatuh dengan ekspresi ketidakpercayaan. Ketiganya termasuk dalam kategori tentara elit sehingga diberi misi untuk menjaga tempat ini, tapi hanya tendangan biasa di tumit, mereka merasakan sakit yang luar biasa bahkan tulangnya sampai retak.
George mengarahkan Glock Meyer 22 ke salah seorang tentara.
Mendapati moncong senjata yang diarahkan ke kepalanya, tentara itu mengangkat tangan mencoba untuk menyerah. "Tu- Tunggu! Jangan bunuh, aku punya keluarga—"
George tidak peduli sama sekali tentang keluarga pihak lawan, dia sudah diberi misi, dan misi adalah mutlak!
Da da da! Da da da!
Tembakan peluru lainnya datang dari segala arah, George tidak panik sama sekali. Dia menghindari semua peluru bahkan sebelum peluru itu keluar dari moncongnya. Ini semua dapat dicapai karena Otak Kuantum yang membantu perhitungan.
...***...
—Kota Kekaisaran Bagian Utara—
Fu Shan membawa anggota tim untuk menyelematkan eselon atas yang dipenjara di kaki gunung dengan penjagaan ketat, penjagaan yang lebih baik dan sulit ditembus lebih dari Kediaman Keluarga Fan.
Jika di Kediaman Keluarga Fan hanya ada dua unit MBT Type 99 dan selusin truk pengangkut, tapi lain halnya di sini, berbagai macam kendaraan tempur lapis baja diparkir membentuk barikade yang menghalangi daerah dalam sudut 180°.
Bahkan ada artileri dan mobil pengangkut rudal yang ditempatkan di sana.
Fu Shan masih berjarak 1.200 meter dari penjara, masih tidak dapat masuk lebih jauh karena radar yang aktif terus mendeteksi sekitar.
"Sanders, gunakan mobil mainan yang kau bawa."
__ADS_1
Sanders mengangguk, dia mengeluarkan mobil mainan remote control yang biasanya digunakan untuk membawa bom. Dia mengendalikannya menggunakan gelombang elektromagnetik yang dihasilkan dari Otak Kuantum.
Mobil RC itu melaju melewati medan yang sulit, seperti kerikil maupun ranting yang menghalangi.
Mobil itu bergerak sampai memasuki radius 800 meter dari radar yang ditempatkan di penjara, tapi sampai saat ini tidak ada reaksi. Namun saat sudah memasuki radius 500 meter, tiba-tiba artileri bergerak secara otomatis...
Whooooosh!
Artileri menembakkan peluru berkaliber 155 mm dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, dan saat mengenai area target, tanah diledakkan membentuk lubang, bebatuan berhamburan dan pohon di sekitar maupun yang menghalangi dihancurkan.
Tidak ada nyala api atau apa pun itu, karena proyektil ini tidak membawa hulu ledak, ini hanyalah proyektil kinetik.
Fu Shan menganggukkan kecil ketika melihat pemandangan ini, dia sudah dapat memastikan bahwa tempat ini sama sulitnya seperti pangkalan militer. Dia sudah mendapatkan pesan dari Yang Menghu bahwa misi di sana berjalan sesuai rencana meski belum benar-benar menguasai Kediaman Keluarga Fan.
Adapun tim yang dipimpin Yu Fengsan, mengalami sedikit kesulitan karena kendaraan tempur lapis baja di sana diaktifkan dan melepaskan tembakan yang tidak main-main.
Tim Alpha, tidak ada komunikasi sama sekali, seolah-olah menghilang.
"Gunakan yang lain, kali ini coba dengan Drone Pemindaian." Fu Shan menatap Sanders dan memberi perintah.
Sanders mengeluarkan Drone Pemindaian.
Drone Pemindaian terbang perlahan di langit, lalu menghilang di udara di malam hari. Drone itu terbang mendekati radar di segala arah dalam radius di luar 500 meter untuk mengetesnya, tapi sama seperti sebelumnya, saat memasuki radius yang diatur...
Kali ini pertahanan udara mengeluarkan suara seperti sirine untuk peringatan, lalu melepas tembakan seperti GAU-19 yang mampu mengeluarkan 6.000 tembakan peluru setiap menitnya.
Drone Pemindaian mencoba menghindari lintasan tembakan, tapi kecepatannya yang hanya 65 km/h kalah dengan 3.240 km/h.
Drone itu dihancurkan di langit, kemudian fungsi penghancuran diri diaktifkan sehingga membuat ledakan api di langit malam.
Fu Shan mengetuk-ngetuk jarinya di tanah, dia memikirkan cara untuk dapat menyelinap masuk. "Gunakan bom pulsa elektromagnetik."
Sanders menganggukkan kepala dan berkata, "Baik."
Akhirnya, Drone Pemindaian lain membawa bom pulsa elektromagnetik yang telah ditingkatkan dan hanya sebesar kepalan tangan.
Dengan bom pulsa elektromagnetik, harusnya dapat mematikan fungsi radar dan semua perangkat elektronik di sana.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1