Apocalypse: Stronghold System

Apocalypse: Stronghold System
Chapter 153 : Membunuh Kumbang Tank Baja


__ADS_3

Fan Chen melihat Armor HK-Phoenix yang dipakai Fan Xiaoyu, dia bisa mendengar suara terengah-engah yang ditransmisikan oleh Xiaochu di telinganya. "Apa kau baik-baik saja?"


Fan Xiaoyu menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya dan menjawab, "Yu'er ... baik-baik ... saja. Tapi, Yu'er merasa kekuatan Yu'er meningkat, sepertinya sudah menjadi Yang Terbangun tingkat Kedua!"


Fan Chen terdiam, karena dia tidak merasakan perubahan apa pun seperti yang dikatakan adiknya, tapi harus diakui, dia memang merasa lebih mahir dalam kendali Unsur Petir.


Ketika dia berpikir, tiba-tiba Armor HK hilang kendali, terbang menjauh dari area di mana Kumbang Tank Baja berkuasa, Pesawat Mingyue J-18 dan PO-11 juga menjauh secara serempak setelah 3.827 manusia sudah berhasil masuk.


Blarr!


Tiba-tiba ledakan keras yang terdengar seperti sambaran petir datang; cahaya biru muda juga muncul, itu melesat dari dalam bangunan di mana Kumbang Tank Baja berada, naik ke langit membentuk pilar dan menghancurkan bangunan di atasnya.


Gelombang elektromagnetik dengan kecepatan cahaya yang dihasilkan oleh Kumbang Tank Baja membuat perangkat elektronik sedikit bermasalah, tapi dengan papan sirkuit menggunakan graphene, dampaknya tidak terlalu parah dan masih berfungsi semana mestinya.


“Kapal Induk Anti-Gravitasi sudah mengarahkan Meriam Plasma dengan 50% daya penuh. Jenderal Luo meminta izin untuk peluncuran.” Suara Xiaochu terdengar dan memberikan laporan mengenai Kapal Induk yang sudah siap siaga.


Fan Chen tidak memberi jawaban langsung, melainkan pergi menjauh dari area markas serta jangkauan gelombang kejut.


Dia juga terus mengamati pilar cahaya biru dengan kilatan listrik, sampai akhirnya mulai menyusut dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh mata terpanjang hingga akhirnya benar-benar menghilang.


Whooooosh!


Ada bayangan hitam yang keluar dari dalam lubang; angin bertiup kencang menerbangkan puing-puing yang berserakan di sekitarnya.


Ketika bayangan itu jatuh, tanah bergetar seolah gempa dan merusak apa pun yang ada di sekitarnya dalam radius 30 meter dari pusat mendarat.


Fan Chen melihat Kumbang Tank Baja yang mendarat dan masih selamat, meski ada banyak luka bakar dan retakan di sekujur karapas hitamnya. Capitnya sudah tanggal, beberapa kaki menghilang, tanduknya sudah hancur, tapi masih membawa kengeriannya karena ada petir yang menyelimuti sekujur tubuh.


Kumbang Tank Baja menaiki puing-puing di depannya sehingga pandangannya mengarah ke langit di mana Fan Chen berada.


Fan Chen merasa akan ada bahaya yang datang, dia mengangkat tangannya dan melepaskan tembakan ion dengan energi penuh. Kemudian dia berbalik dan kembali pergi dengan kecepatan yang mampu di tahannya saat ini. Dia bahkan tidak peduli apakah serangannya mengenai target atau tidak, karena dia sendiri diburu oleh waktu dan ingin memberi izin Jenderal Luo untuk melepaskan tembakan.

__ADS_1


Cahaya putih samar-samar melesat dengan kecepatan cahaya, dan pada saat itu juga Kumbang Tank Baja melepaskan serangan petir yang ditembakkan dari dalam mulutnya.


Bang!


Dentuman keras yang memekakkan telinga tercipta ketika dua serangan bertemu di satu titik, membuat udara terlihat terdistorsi karena suhu yang tinggi.


Fan Chen yang sudah cukup jauh dan bahkan naik ke Pesawat Mingyue PO-11 yang dikhususkan untuk regu penyelamat, melihat di mana Kumbang Tank Baja berada.


"Izin diberikan, lepaskan tembakan." Fan Chen mengirim pesan ke Jenderal Luo yang ada di Kapal Induk Anti-Gravitasi.


“Tolong untuk semua penumpang memasang sabuk pengaman dan berpegangan dengan erat, karena dalam 10 detik, akan ada benturan keras.” Suara yang terdengar kali ini bukan suara Xiaochu, melainkan suara Basel yang ditransmisikan ke seluruh Pesawat Mingyue PO-11.


Plasma memiliki kecepatan yang sangat tinggi, karena plasma terdiri dari partikel-partikel bermuatan seperti elektron dan ion yang saling berinteraksi dengan medan listrik dan magnetik. Kecepatan rata-rata partikel dalam plasma dapat mencapai beberapa ratus kilometer per detik, bahkan hingga ribuan kilometer per detik tergantung pada suhu dan sifat plasma tersebut.


Waktu sepuluh detik tidak lama, dan setelah hitung mundur habis, di langit yang cerah dengan suhu panas, terlihat sinar putih terang yang melesat ke arah Hongkong dari Dongguan dengan kecepatan 450 Mach atau 555.660 km/h. Generasi sebelumnya hanya memiliki kecepatan 125 Mach, tapi setelah pengembangan berkala, akhirnya sampai pada tahap ini.


Kumbang Tank Baja memiliki intuisi yang sangat luar biasa, sesaat setelah Meriam Plasma diaktifkan, ia sudah merasakan ada bahaya yang mengancam dari langit, sehingga ia langsung berbalik meninggalkan tempatnya. Namun sayang...


Booom! Duarr!


Gelombang kejut tercipta, menghancurkan bangunan yang masih berdiri, menyapu zombie-zombie yang masih selamat, menghancurkan dinding daging yang mengelilingi markas.


Angin dengan suhu tinggi menyebar dengan kecepatan 360 km/h bersama dengan pasir tajam yang menabrak benda yang menghalanginya.


Batu-batu yang terkena tembakan plasma terangkat, kemudian meledak maupun terkikis sampai mengubahnya menjadi debu yang tertiup angin.


Tidak hanya angin dan suhu tinggi, gelombang kejut listrik juga menyebar ke segala arah, seperti badai petir yang mengamuk dan ingin menghancurkan apa yang dapat dihancurkan.


Fan Chen menarik napas dalam-dalam, dia sudah sering meminta Kapal Induk mengaktifkan Meriam Plasma dan melepaskan tembakan. Tapi melihat dampaknya secara langsung, ini adalah kali pertama dan sangat luar biasa!


Jika dia berdiri di tengah-tengah ledakan, bisa dipastikan dia menghilang tanpa sisa!

__ADS_1


"Bahan penelitian penting akhirnya didapatkan, semoga Cacing Antariksa masih bertahan hidup. Jika membuat Cairan Peningkatan Gen dengan menggunakan Cacing Antariksa Level 120 sebagai bahan utama, mungkin hasil yang diberikan akan meningkat sebanyak 40%." Fan Chen melakukan perhitungan singkat, meski tidak pasti hasil yang didapat akan seperti itu.


Fan Chen menutup helm Armor HK, kemudian dia terbang menuju mayat Kumbang Tank Baja yang sudah dipastikan terbunuh.


Tiga Pesawat Mingyue J-18 terbang di samping dan depan Fan Chen untuk memberi perlindungan.


Fan Chen turun perlahan-lahan, dia melihat mayat Kumbang Tank Baja yang bentuknya tidak dapat lagi dikatakan sebagai Kumbang Tank Baja. Tapi, dia tidak peduli, dia langsung menyimpannya ke dalam Inventaris.


"Cacing Antariksa, di mana kau berada?" Fan Chen melihat sekeliling, dia sangat yakin Cacing Antariksa berhasil melahirkan diri karena Kumbang Tank Baja bisa langsung disimpan, yang artinya makhluk hidup di dalamnya memiliki dua kemungkinan: antara mati, atau melarikan diri. Tapi dia lebih yakin akan kemungkinan kedua.


Fan Chen melihat terus ke kanan, hingga tiba-tiba tanda panah menunjuk ke arah kiri, sehingga dia kembali melihat ke kiri. Dia melihat ada benda seperti cacing, ah, tapi itu terlihat seperti ular karena memiliki panjang dua meter dengan diameter setebal tangan orang dewasa.


Fan Chen terbang mengejar Cacing Antariksa yang mencoba melompat ke dalam lubang berukuran setengah meter.


Walaupun Cacing Antariksa bergerak sangat cepat, tapi kecepatan Fan Chen lebih cepat.


Fan Chen mengayunkan tangannya, meraih Cacing Antariksa dan mencengkeramnya erat setelah berhasil menangkapnya.


Cacing Antariksa bergerak liar ke kiri-kanan, membentur-benturkan tubuhnya ke Armor HK sampai menimbulkan suara dentangan logam. Mendapati bahwa ia tidak bisa lepas, ia membuka mulutnya yang penuh dengan taring, menggigit Armor HK.


Fan Chen sudah bersiap-siap, dia mengeluarkan tabung kaca, membuka penutupnya dan memaksa Cacing Antariksa untuk masuk. Kemudian mengeluarkan belasan tabung kaca berbagai ukuran, memasukkan tabung kaca satu ke tabung kaca yang lain, dia terus melakukannya berkali-kali sampai benar-benar aman.


"Dengan ini akhirnya selesai." Fan Chen memegang tabung kaca dengan diameter satu meter menggunakan kedua tangan dan terbang menuju Pesawat Mingyue PO-11.


"Xiaochu, mulai rencana berikutnya untuk meningkatkan semua teknologi di seluruh dunia." Fan Chen mengangkat sudut bibirnya, membentuk senyum misterius yang tidak dapat dimengerti.


Suara Fan Chen juga hanya dapat didengar olehnya sendiri karena dia sengaja mematikan fungsi suara saat dia mengatakan tentang proyek gila yang diluncurkannya barusan.


“Rencana Peningkatan Teknologi Bumi, dimulai!”


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2