Are You A Werewolf?

Are You A Werewolf?
Bencana atau berkah?


__ADS_3

Tentu..., belakangan ini kami kewalahan menghadapi kasus manusia serigala. Jumlah mereka sungguh tak terhingga, penyebab kemunculan mereka juga masih belum diketahui dengan pasti. Diduga, hal ini bermula dari seorang pria yang telah digigit lengannya oleh seorang anak kecil. Jadi kami berpikiran bahwa anak itulah manusia serigala pertama. Hanya itu yang dapat kami simpulkan sejauh ini." Ujar seorang pria dengan nada bicara yang terdengar tegas.


        "Kalau begitu, berarti penyadap ada hubungannya dengan kasus ini, apa kalian mengetahui darimana asalnya anak itu?" Souta kembali bertanya. Namun, para polisi itu hanya mengangkat bahu.


       "Mungkin hal ini ada hubungannya dengan asal muasal anak itu. Terlebih lagi, sepertinya akun ini telah disadap ketika berita manusia serigala berhasil menggemparkan masyarakat." Souta kembali melanjutkan.

__ADS_1


       "Dilihat dari caranya meretas, mungkin aku dapat langsung mengetahui pelakunya. Ah ini dia!! Orang ini!! 4T0M!!" Mendengar itu, Arthur meneguk kasar ludahnya. Benar saja, dia harus lebih waspada. Perasaan was was mulai menghantui dirinya, jantungnya berdegup kencang. Lalu tiba tiba Souta melakukan komunikasi searah padanya.


      "Hei kau.., kau mendengarkanku kan?. Oh Sayang, sayangku.. cintaku..., aku tahu kau telah memasang telinga keduamu disini. Jadi dengarkan baik baik, aku sudah menemukan dirimu didunia virtual, asal kau tahu aku sudah banyak belajar, jadi tidaklah mudah bagimu untuk membodohiku lagi!. 4T0M!! Cepat atau lambat semuanya akan terjawab!, aku tak sabar menemuimu di meja hijau. Sampai jumpa 4T0M, panggilan searah ini harus segera diputus." Itulah yang terakhir Arthur dengar sebelum akhirnya terdengar glitch dan komputernya pun mengalami error sementara. Ketakutan Arthur semakin menjadi jadi, bola matanya membulat. Tangannya yang sedari tadi bermain lincah diatas keyboard itu menjadi tremor mendadak. Arthur mengacak acak kepalanya. Wajahnya mulai memucat seperti mayat yang baru saja kehilangan darah.


       Arthur mematikan komputer itu kemudian membalikkan tubuhnya hingga wajah mereka saling berhadapan. Gilbert dapat membaca isi pikiran Arthur melalui mimik wajahnya. Arthur menatap Gilbert dengan tatapan kosong kemudian berjalan mendekatinya. Gilbert kembali mengulangi pertanyaannya. Arthur terdiam sejenak, Kemudian menceritakan apa yang telah terjadi. Mendengar itu, Gilbert pun langsung merasakan apa yang Arthur rasakan. Ketengangan terjadi di antara mereka berdua. Suasana hening seketika, namun tiba tiba...

__ADS_1


BRAK!!"terdengar suara pintu yang didobrak. Seketika semuanya mendekati sumber suara. Alangkah terkejutnya mereka menemui sosok William yang tubuhnya basah kuyup diguyur hujan. William melepaskan sweater hitamnya, sehingga memperlihatkan tubuh telanjangnya yang dipenuhi dengan balutan perban yang berwarna coklat kemerahan. Yang entah dari mana asalnya.



"Tolong lah aku... aku.. aku telah kehilangan akal sehatku...... .Semua ini salah kalian!, bertanggung jawablah kalian para profesor brengsek!!." William berkata dengan nada tinggi yang tak enak didengar. Para ilmuwan itu hanya saling pandang satu sama lain, mereka masih tak percaya dengan hasil percobaan mereka sendiri. William benar-benar jauh berubah dari sebelumnya yang merupakan seorang anak kecil yang periang itu tiba-tiba berubah menjadi sesosok setengah anak kecil setengah Serigala dewasa. Lalu tiba-tiba saja William menubruk tubuh Gilbert hingga akhirnya mereka berdua tersungkur di lantai.

__ADS_1


__ADS_2