
Sophia masih saja mengernyitkan dahinya. "Jenis narkotika macam apa yang dapat kita gunakan?."
"Psikotropika, lebih tepatnya lagi jenis Clobazam. obat jenis ini dapat memengaruhi sistem saraf pusat yang akan memengaruhi tingkah lakunya, juga dapat melemaskan otot. Selain itu, obat ini juga biasa digunakan untuk meringankan gejala epilepsi yang disebabkan oleh gangguan aktivitas sel sel saraf otak. kupikir tak ada salahnya kita mencoba. Namun untuk percobaan kali ini kita membutuhkan seorang manusia serigala secara utuh." Jawab Jasmine.
"Huh... sepertinya aku harus menyiapkan banyak obat bius... tak terbayang apa yang akan terjadi jika ia bangun tiba tiba ketika kita memasuki ruangan itu. Hiii...." Ucap Sophia bergidik ngeri.
"Hahaha.... disaat seperti itulah gunannya Arthur. Tenang saja, dia memiliki kemampuan bela diri yang baik." Jawab Jasmine seraya menenangkan Sophia.
Mereka berdua pun melangkah menuju ruangan tempat dimana William terkunci. Sophia membuka pintunya, kemudian menemui sosok William yang terlihat masih tertidur pulas. Melihat itu, Sophia menghela nafas lega, ia mendekati William kemudian mengambil sebuah obat obatan yang berbentuk tablet, sedangkan Jasmine mengambilkan segelas air, lalu mendongakkan kepala William perlahan agar air dan obat itu dapat memasuki kerongkongannya.
__ADS_1
"Apa kau yakin Jasmine?. Instingku merasakan adanya gelagat buruk" Tanya Sophia dengan nada keraguan yang terpampang jelas diwajahnya.
"Ck, ahh.. ada apa sih denganmu?, terlalu banyak berprasangka itu bukanlah hal yang baik." Jawab Jasmine seraya meminumkan clobazam pada William. Jasmine meminumkan air itu secara paksa, hingga menimbulkan bunyi air yang mulai membasahi kerongkongannya. Mulut William basah seketika, bajunya juga tak sengaja tersiram, melihat itu, Sophia lantas berteriak.
"Hati hati Jasmine!!!, Kau akan membangunkannya!!" Ucap Sophia dengan volume yang cukup keras, dan benar saja, tiba tiba William terbangun dari tidurnya. Entah karena teriakan Sophia , ataupun karena diminumkan secara paksa. William membuka matanya, awalnya ia terlihat lemas. Matanya terlihat sayu, menatap mereka dengan tatapan kosong. William menghela nafas sejenak kemudian menanyakan apa yang telah mereka lakukan pada dirinya.
"Ta.. tak apa... kami tak melakukan apa pun , aku hanya mengistirahatkanmu di sini karena kau terlihat kelelahan, apalagi melihat banyaknya luka di sekujur tubuhmu, eum jadi... Aku berusaha mengobatinya sedikit." Jawab Jasmine yang menyiratkan kegugupan. Sejenak jantungnya berdetak kencang, Untunglah William hanya menundukkan kepalanya. Sehingga Jasmine dapat bernafas lega. Ia kembali menatap William dengan harapan percobaannya yang baru saja ia lakukan itu dapat membuahkan hasil.
"Oh ya... kami baru saja datang. Dan hendak memulai pengobatan, namun tiba tiba kau sudah terbangun rupanya." Jawab Jasmine yang tengah menyembunyikan kegugupannya.
__ADS_1
"Begitu ya... , kalau itu benar.., lamban sekali kalian bekerja, kalau ku ingat ingat rasanya tadi aku tertidur karena dibius selama 2 jam. Dan kalian mengatakan bahwa kalian baru saja melakukan pengobatan untukku?. Hahahaha.... lelocon yang menarik" William mulai menunjukkan senyum sinisnya pada mereka berdua, ia tertawa layaknya seorang pembunuh berantai, kemudian mengaum layaknya seekor serigala.
"Mengakulah!!!, kalian pasti telah melakukan sesuatu pada tubuhku bukan?!!... Kalian anggap apa diriku ini hah?!!, Kalian pikir aku ini sebuah boneka?!. Huh.. pikiran bodoh kalian itu terlalu kekanak kanakan!!!." William membentak mereka berdua dengan nada yang cukup tinggi, kemudian melompat secara tiba tiba dari tempat pembaringannya. Tubuhnya bergetar, bulu bulu tebal mulai tumbuh diatas permukaan kulitnya. Wajah dan kepalanya berubah menjadi kepala serigala. Kali ini tubuh nya lebih besar lagi daripada sebelumnya, diperkirakan tingginya mencapai sekitar 200cm. Taringnya mulai tumbuh dilangit langit mulut. Telinganya mulai berpindah posisi. Kuku kukunya menajam dibalik bulu tebalnya, yang sewaktu waktu bisa saja digunakan untuk mencakar mangsanya.
"HEH BOCAH!!, BUKANKAH KAU SENDIRI YANG TELAH MERELAKAN DIRI?!, SALAHKAN SAJA DIRIMU YANG TERLALU KEGIRANGAN. MENGACALAH!!, BOCAH INGUSAN SEPERTIMU TAK PANTAS MENGOMEL PADA ORANG DEWASA SEPERTIKU!! DASAR ANAK SIA....." Jasmine membentak William, emosinya seolah olah meledak entah mengapa. Mendengar itu, Sophia justru semakin panik, ia tahu bahwasanya tindakan Jasmine akan memperburuk keadaan. Dengan secepat kilat Sophia langsung saja membungkan mulut Jasmine. Seperti dugaannya, suasana hati William semakin memburuk. Ia telah menjelma menjadi manusia serigala tepat dihadapan mereka. Melihat itu, Sophia bergidik ngeri, ia berteriak ketakuan. Sementara sosok manusia serigala yang ada didepannya itu meneteskan air liurnya, dan menatap mereka dengan tatapan membunuh, seolah olah ia ingin segera menerkam mereka.
"Jja.. Jasmine... be... berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menunggu reaksi obat itu?" Tanya Sophia yang tengah dalam keadaan syok.
"Tentunya tak akan langsung bekerja sekarang... kira kira... o... obat akan memakan waktu sekitar 2-3 jam..." Jawan Jasmine dengan mata terbelalak.
__ADS_1