ARMY IS GOLD

ARMY IS GOLD
10


__ADS_3

Wiuwiwuwuww suara sirine mobil polisi yang bergantian datang sampai disana aku dan Jhi pun bergegas untuk turun dan menusul detektif moon di dalam rumah yang sekarang ditempati oleh Naila.


"detektif moon", panggil Jhi dari belakang.


" oh jhi hai .....ada Nadia juga?",


"ya dia memaksa untuk ikut bolehkan?",


" tentu mari kita cari dia bersembunyi dimana!"


"ayo,tapi sebaiknya kita berpencar!",


" kau kesana aku dan Nadia kesana!",kata Jhi sambil menunjuk-nunjuk.


"oke bagaimana kau setuju nadia?", tanya moon kepadaku yang dari tadi hanya diam saja.


" oh ya baiklah ayo Jhu!",kataku yang langsung menyeret Jhi ke arah yang berbeda dari yang ditunjuk Jhi.


"kenapa kau malah menyeretku keluar?",


" kesini aku tahu dia dimana!",


"aku duluan direktur moon!",


" baiklah',jawab detektif itu dengan raut muka bingung.


"oke aku duluan moon", kata Jhi terbata-bata karna ditarik olehku


" kita mau kemana?",tanya Jhi setelah masuk mobil.


"kita ke tempat bubuk mesiu!",


" apa kau ingin apa?",tanya jhi kaget.


"kita akan bertemu Naila disana!", kataku sambil mengenakan sabuk pengaman.


" dia kenapa?",


"oh", kata Jhi yang langsung paham.


" kau tahu jalannya?",tanyaku di tengah perjalanan.


"aku tahu..waktu kau di rumah sakit dokter mengatakan kau ditembak menggunakan bubuk mesiu bukan peluru lalu dokter itu memberiku alamat ini dokter itu tau dia pasti mengambil dari situ bubuknya!",


" oooooo,begitu kataku mengangguk",


"kita harus kesana untuk menghentikan rencananya",


" rencana?siapa lagi?",


"kau", kataku serius.


" hah,benar saja chagiya?",katanya bingung sambil membelokkan arah mobilnya.


"aku tahu kenapa dia begitu!",


" kenapa?",


"dia sebenarnya bukan fandom BTS!"


"lalu kenapa dia..",


" dia itu tetasan fandom baru² waktu itu lalu aku mengajaknya menonton konser itu tapi kau tahu tidak?di sampai sekarang dendam pada kita!",kataku sambil memegangi kepalaku.


"karena?",

__ADS_1


" dia tidak ingin kita bahagia dengan hal ini dia cemburu karna aku tidak lagi memperhatikannta semenjak kau menjadi kekasihku",


"ini salahku",


" tidak tenanglah!",


"berarti manusia buronan tang di konser beberapa waktu lalu itu suruhannya bukab?",


" ya aku itu salah aku!",


"kau tahu hal itu?" tanyaku heran.


"ya aku tahu,sudah ini bukan salahmu!", kata Jhi sambil mengerem mobilnya.


" sudah kau pintar sini saja",


"aku ini paham dia akan tahu kalau mobil kita terparkir disitu!",


" yaaaaaa",


"kita lewat belakang saja chagiya!",


" baik Jhi aku mengerti.......emppph",


"syutttt chagiya itu dia menuju rumahnya tadi aku akan menelepon moon untuk menyiapkan jebakan!",


" bauklah",


"empph lepaskan tanganmu.....empph!",


" baik maaf chagiya,aku harus segera menelpon moon",


"runggu biar aku yang memberilan intruksi!",


"haloo pak moon",


" hallo juga",jawabnya.


"jadi begini dia akan menuju rumahnya...bla......bla....bla...bla!",


" kau siap?",


"oke"


"baillah",


" Jhi aku ingin beli obat bubuk tidur dulu!kau belikan aku minuman dua saja rasa pisang dab peach!",


"baiklah", kata Jhi yang bergegas membeli minuman yang dipesannya.


Setelah membeli minuman tadi Jhi langsung menyerahkannya padaku


" ini chagiya,dan untuk apa kau membeli bubuk itu?",


"jangan bannyak tanya buka tutup minuman rasa pisangnya!"


"oke,aku tahu masukanlah bubuk tidur itu!",


" oke ",


" kau tahu bukan rencananya?",


"ya aku akan menunggu dengan timnya moon..dia sudah menjemputku di depan!"_


" baiklah hati²!",.

__ADS_1


"ya",


drut


drut


drut


Bunyi handphoneku karna ada telepon.


" hallo,naila apa kabar?",


"aku baik!oh ya kau ada janji denganku di rumah bukan?"


"ya aku OTW ke situ sudah di jalan sambut aku ya!",


" ok",


"akan ku sambut kau dengan pistol ini!", gumam naila.


Setelah sekitar 12 menit perjalanan akhirnya aku sampai di depan rumah naila.


" hai nai",sapaku dari balik pintu.


"ya nadia", peluknya sambil membukakkan pintu.


" ya sudah kau tak mengizinkan aku masuk?",


"ah ya maafkan aku!",


" ya",


"masuklah!ini rumahku naaf!jelk!",


" hanya sama,oh ya ini ku bawakan kau minuman kau kan suka rasa pisang?sedangkan aku peach ini!",


"baiklah", katanya sambil meminum minuman yang kubawa.


" enak bukan?"kataku sambil membuka minuman itu.


"ini sepertinya tidak sehat minumannya",


" kenapa?",


"bukaannya sangat mudah",


" tidak ini sehat hanya begitu bukanya",


"oh bagaimana kabarmu?ku dengar kau tertembak beberapa waktu lalu?",


" iya sudah sembuh kok!",


"aduh pasti sakit maaf yah tidak menjengukumu!",


" kau belum mati aku akan membunuhmu sekarang juga"batin naila.


"tidak papakok"


"hanya drama nai hanya drama" batinku.


"aku......" belum sempat naila berkata-kata di sudah pingsan karna porsi yang ku taruh di situ tidak sedikit.


"maafkan aku nai!",


" aku harus segera memberi intruksi",

__ADS_1


__ADS_2