
"Ung-jhi" kataku mengawali pembicaraan saat perjalanan.
"ya........ada apa chagiya"?
" idih............jalan² dulu yuk!"
"kemana chagiya?"
"ke jonggol!" jawabku ketus.
"apa itu jonggol?" kata Ung-jhi dengan wajah bigung.
"jalan saja!", kataku sambil menyeret tangannya.
//**//
"Dah puas jalan²nya?" tanya Ung-jhi padaku.
"sudah" jawabku sambil fokus pada eskrim di tanganku.
"kamu tuh kayak anak kecil saja" kata Ung-jhi mengejek.
"kenapa?".
" nggak itu belepotan loh"
"hah yang mana?"
"sini kubantu!" tawar Ung-jhi sambil meletakkan belanjaannnya.
Ung-jhi mengusap bibir mungil dan lembut untuk menghilankan noda eskrim di bibirku.
"udahkan?"tanya Ung-jhi sambil mengambil belanjannya.
" udah...mungkin"jawabku
"kok mungkin?" tanya ung-jhi bingung.
"ya kamu kan yang ngilangin?mana aku tau bersih apa belum bibirku kan nggak bawa kaca" jawabku.
"haduh bisa aja " jawab Ung-jhi sambil mengembangkan hidungnya.
//**//
__ADS_1
"emakkkkk" teriak Naila yang lalu langsung menghampiriku.
"Kerasukan apa kamu Nai?" tanyaku pada Naila.
"kupikir kau tadi kemana" kata Naila sambil merengek manja.
"Aku kan hanya belanja" kataku sambil sedikit nyinyir melihat keanehan Naila.
"haduh mak kok nggak ajak aku?dan.....oh pantas kau tak mengajakku ada si siapa iniya?hahai" kata Naila sambil menggeplok pundakku dan menatap Ung-jhi.
"oh dia Ung-jhi!dia manager baru disini!" kataku.
"hai Naila" kata Ung-jhi sambli merangkul pundakku dan menatap mataku.
"aku calon suami cewek cantik ini!".
" ahak. .......ciecie"gurau Naila.
"dahlah Nai masuk yuk!"perintahku pada Naila sambil melepaskan tangan Ung-jhi dari pundakku.
" eh mau ditinggal kemana aku ini?aku kan ganteng"
"tak tinggal masuk dulu ya Ung-Jhi da..eh jangan lupa bawa belanjaannya!jangan ampek mleset!"
//**//
"mau masak apa mak?" tanya Naila saat aku di dapur untuk memasak.
"kepo nanti juga tahu!" jawabku.
"hmmmmmm" keluh Naila sambil mangut².
"jangan ngambek sayang!awoaow" kataku sedikit meledek.
"nggak ah" kata Naila sambil berjalan menuju kamarnya.
"ya sudah" kataku sambil sedikit meringis.
"hai kenapa sepertinya sangat ceria?" tanya seseorang yang suaranya sepertinya kukenal.
"oh anu" kataku gugup karna kaget melihat ke belakang.
"oh kak jin" kataku sambil menatap matanya.
__ADS_1
"iya kenapa kau cengingisan?" tanya Kak Jin sambil mengembang kempiskan hidungnya.
"anu tadi...Naila" kataku masih sambil cengingisan.
"ihh...ketawa lagi sudah² lanjutkan masakmu!mau masak apa?" tanyanya.
"em nanti juga tau!duduk saja kamu lalu panggil semuanya untuk kumpul di meja makan!" kataku memerintahkannnya.
"hmm kau memerintah yang lebih tua ini?" tanyanya.
"iya kalau tidak mau,tidak papa dan duduklah!" perintahku lagi.
"baiklah"
"ah sudah matang" kataku sambil meletakkan piring yang penuh menu ke meja makan.
"apa saja ini?" tanya kak jin sambil melongo.
"buldak,seafod,DLL" kataku singkat.
"oh ya sudah aku panggil semua ya",
"siap kak " kataku sambil melepaskan baju yang ku gunakan untuk memasak.
Tak lama dari itu semua sudah berkumpul.
"Hmmm aromanya enak sekali" kata suhin di situ.
"pasti enak" pujinya.
"jangan memujiku aku nanti besar kepala" kataku sambil tertawa kecil.
"haha" satu ruangan pun tertawa.
//**//
"Hoahhhhhh ngantuk Nai tidur ya aku" kataku yang langsung memejamkan mata.
"iya"jawab Naila sambil menyisir rambutnya.
" hmm bicara dengan siapa aku ini"kata Naila sambil melengokkan kepalanya ke arahku.
"anak ini setelah digoda sepertinya marah" batin Naila sambil tersenyum simpul dan jail.
__ADS_1