ARMY IS GOLD

ARMY IS GOLD
Kesepian Tanpamu


__ADS_3

//**//


flashback on.


"ya sudah" kataku mengakhri tawa seruang makanan.


"kalian mau makan tidak?"


"ya mau kau ini bagaimana?" kata suhin sambil mengambil sumpitnya.


"Nadia" panggil Suhin tidak jelas karna mengunyah.


"ya....ada apa..tell me?" kataku sambil menunduk ingin menyuapkan makanan ke mulutku.


"temanmu ini akan ke Indonesia lebih cepat ya?" tanya Suhin sedikit pelan .


"" iya...makanya aku kesepian nantinya"kataku agak sedikit cemberut manja.


"oh ya kesepian?" tanya Naila sedikit bercanda.


"iya KESEPIAN!" kataku menegaskan.


"lho kok kesepian.......kan ada" kata Naila sambil melrik ke aku dan Ung-jhi.


"ada calon suami" kata Naila sambil tertawa.


Suhin pun menyambung."Calon suami?eaaaaaaa"kata Suhin sambil tersedak.


"ah kau ini pelan²lah!" kataku sambil mengambilkan minum untuknya.


"Kau ini Ung-jhi kalau dah jadi suaminya ja A.R.M.Y kami baik²!kata HOBI sedikit bercanda.


" hahaha"kata Naila.


"sudahlah lanjutkan makanmu!" perintahku pada semua.


//**//


2 minggu kemudian

__ADS_1


"Nai hati hati di jalan yah" kataku sambil memeluk Naila.


"ya tenang saja!" kata Naila menenangkan.


"aku malah khawatir padamu" kata Naila sambil mengelap mataku.


"tak apa ada yang membuatku ceria


tujuh malaikat itu dan......." kataku agak berpikir


"dan Ung-Jhi bukan?" tanya Naila sambil mengernyitkan alisnya.


"tentu juga dengan keluarga BE" kataku.


"ah asyikkl " kata Naila bercanda.


"ya sudah BAYyy semua"


"see you" kata Naila sambil melambaikan tsngannya.


"hati hati" kata kami semua.


//**//


"pagi juga" katanya sambil memalingkan wajah ke arahku.


"eh kakak" kataku sambil menggaruk kepalaku.


"boleh ku bantu memasakny?"


"boleh kau ini kan pintar memasak" pujinya padaku.


"tidak itu hanya kebetulan saja" kataku sambil senyum simpul.


"ohhhh"


"mau masak apa kak?" tanyaku padanya


"ini..bla...bla"

__ADS_1


"oke"


//**//


"kenapa kau di atap?" tanya seseorang yang tiba² mendatangiku saat duduk dia atap.


"kenapa?tak boleh?" kataku sambil merapikan selimutku yang menutupi tubuhku.


"boleh!aku boleh ikut tidak disini?"


"silahkan" kataku sambil menggeserkan diri.


"terima kasih ya"


"sama²" kataku sambil menatap langit indah.


"kau ini kesepian ya?nasibmu sama denganku" katanya sambil melengos ke hadapanku.


"iya,bagaimana denganmu?"


"aku juga begitu.......ya sudahlah,mau bagaimana lagi?" katanya sambil menyenderkan tangannya di atap itu.


"iya tak kusangka aku bakalan hidup jauh tanpa keluarga,jauh dari teman²,walaupun dekat dengan idola aku sangat jauh dari keluargaku yah mungkin aku punya keluarga baru, masih tetap kental hubunganku dengan keluarga lama" kataku sambil menitikkan air mata.


Ung-jhi lalu merangkul pundakku dan memegang kepalaku untuk disandarkan di bahunya.Aku yang menangus tak peduli dimana aku bersandar dan juga menangis.tak beberapa lama kemudian akupun tertidur lelap di pundak Ung-jhi.Ung-jhi lalu membawaku ke kamar untuk menidurkanku di kamar.


"selamat malam sayang" katanya lembut.


//**//


LUAR KAMAR.


"hoahhhh" saat Suhin menguap


"haaahh" Suhin kaget karna Ung-jhi keluar dari kamrku.


"ini anak kenapa keluar dari kamar nya Nadia" batin Suhin penuh keheranan.


"itu bukan urusanku" kata Suhin yang lalu masuk ke kamar.

__ADS_1


//**//


Pagi hari berjalan biasa tak ada yang kelihatan berbahaya aku dan Ung-jhi berlari pagi untuk menyegarkan badan.Sinar lembut matahari menyeruak hingga ke hatiku matahari itu mengingatkanku lagi pada kesepianku.


__ADS_2