ARMY IS GOLD

ARMY IS GOLD
Apalagi ini


__ADS_3

Sudah 9 bulan 3 minggu ia berada jauh dari orang tuanya dan sahabat²nya dan sudah 9 bulan 2 minggu 6 hari ia mengenal Ung-jhi yang sekarang menjadi sahabat terbaik dan terpercaya si Nadia Almaira.Saat itu sedang di adakan pesta 400.000 billion news album baru B.T.S.Semua menikmati pesta dengan bahagia tanpa tau apa yang akan terjadi selanjutnya sekarang masih bahagia besok mungkin akan penuh air mata.


"Hai Nadia kau tak mau minum ini?" tanya Suhin padaku sambil sedikit menyodorkan minumannya padaku.


"tidak terima kasih telah menawariku" kataku sambil menopang jalan Suhin karna sudah agak mabuk.


"Ung-jhi kau nanti malam mau kemana?"


"tidak kemana-mana......memangnya kenapa?" jawab Ung-jhi sambil menyimpulkan senyumnya.


"tidak aku hanya ingin kau menemaniku naik ke atap lagi!" kataku sambil meminum segelas jus lemon di depanku.


"boleh" kata Ung-jhi tersenyum lebar.


Aku akan sedikit menggambarkan karakter Ung-jhi dia itu ceria,misterius,dan kadang juga dingin.


"makasih ya" kataku sambil mengecup pipinya kecil.


"ya..tapi tepati janjimu itu!" katanya sambil mengelus rambutku.


Belum sempat menjawab "iya" tiba tiba tubuh Nadia terhenti untuk tergerak karna benda kecil yang menusuk perutnya seakan ia tak tahan menopang berat badannya ia ambruk yang ditopang oleh Ung-jhi secara terbata-bata Ung-jhi pun ikut ambruk dibuatnya.Semua orang yang berada di pesta kaget karna mendengar suara tembakan itu mereka lalu menghampiriku yang tergeletak lemah tak berdaya.


"cepat kau telpon polisi!" perintah Suhin.


Ung-jhi yang tak bisa berkata-kata hanya meneteskan air mata lalumembopongku ke mobil untuk dibawa ke rumah sakit.


Sesampainya disana Ung-jhi langsung membawaku ke kamar pasien untuk dirawat.

__ADS_1


"Kumohon tepati janjimu dulu" kata Ung-jhi dari luar kamar rawat sambil menitikkan air mata.


Keadaan Nadia waktu itu sangatlah tak memungkinkan,namun berkat cinta Ung-jhi dan janji yang belum ditepati Nadia terselamatkan peluru dari perutnya berhasil dikeluarkan.


"Ungtunglah"AUTHOR.


//**//


" Suhin polisinya sudah datang?"tanya si sexi imut jimin & dan namjoon.


"belum.....oh itu sudah datang" kata Suhin setelah mendengar sirine polisi.


"baiklah" kata JIMIN sambil menuju pintu depan untuk mempersilahkan polsi itu.


"pak silahkan" kata Jimin sambil mengajukan tangan tanda mempersilahkan.


"ini kesengajaan atau tidak?"


"ini kesengajaan tapi ini bukan kesengajaan dari anggota gedung sendiri!" kata jimin menegaskan.


"ohhh" kata polisi itu sambil mengangguk dan mengernyitkan alis.


"kasusnya akan kuproses"


"baiklah"


"oh ya siapa korbannya?" tanya polisi itu.

__ADS_1


"dia sudah dibawa ke rumah sakit kok"


"ohhh ya sudah kami sudah memprosrsnya kami pamit!"


"baiklah".


//**//


" kumohon bangunlah!"kata Ung-jhi sambil mendekap tanganku dan menangis.


"emmmm" eluhku sambil mengucek-ngucek mataku.


"haah kau sudah bangun?" tanya Ung-jhi sambil mengelus rambutku.


"ya aku menepati janjiku bukan?" kataku sambil memegang balik tangannya.


"iya,iya kau menepati janjimu" kata Ung-jhi sambil menangis haru.


"hikhik" tangis haruku sambil memeluk Ung-jhi.


"apakah keadaan gedung baik² saja?"


"ya disana baik² saja kasusnya sudah diproses dan itu karna kesengajaan puhak luar kok" kata Ung-jhi sambil tersenyum.


"oh ya ini sudah malam tidurlah!"


"baiklah aku akan mimpi indah"

__ADS_1


"ya"


__ADS_2