ARMY IS GOLD

ARMY IS GOLD
09


__ADS_3

//**//


"sudah pagi ya?", gumam salah seorang yang tinggal di sekitar perumahan kumuh.


" aku harus segera menjalankan rencanaku!",katanya sambil meninggalkan kasurnya yang sudah rapuh itu.


Setelah 15 menit wanita itu sudah selesai mandi dan mengganti bajunya.Ia lalu membawa tas kecilnya dan pergi ke luar ingin menjalankan misinya itu yang entah apa?.


//**//


"pagi JHI",


" pagi juga chagiya",


"hoahhh aku boleh bertanya?boleh tidak?", tanyaku sambil mengenakan perlengkapan masakku.


" iya sayang",jawabnya yang lalu menatap diriku dan melepas potongan bawang merahnya.


"kau ini bekerja disini menggunakan kontrak bukan?",


" ya pastilah",jawabnya sambil mengembangkan hidungnya.


"oh masih sisa berapa tahun?",


" 2 tahun lagi saat nanti bayi² kita sudah bubar",katanya sambil mengusap matanya.


"oh apakah kau menangis?",


" ya karna mataku perih mengiris bawang merah ini!",


"ah astaga", kataku sambil memalingkan mukanku.


" xixixi",


"sudah jangan tertawa lagi!",


" baiklah,xixixixi",


"xixix", tiruku sambil nyengir.


//**//


" chagiya",panggil JHI sambil berlari.


"iya",


" polisi ingin bertemu denganmu!",


"why dia mencariku?",


" i dont know!",

__ADS_1


"kau itu hahhh,temui saja dia!",


" baiklah,maafkan aku",


"ya,tunggu boleh kuantar?", katanya sambil menahan tanganku yang berlalu.


" baiklah",


"aku ingin kau cepat jalannnya!",


" dia ingin bertemu di mana?",


"di lobi atas!",


" yaya cepat!",


"kau ini santai saja kan ada lift!",


" iya benar maaf!",


"ya xixi",


//**//


" siang semua",kata JHI mendahului.


"siang juga apa kabar?oh nadia almaira dan kekasih konyolnya bukan?",jawab detrktif itu sambil mengejek.


" iya dia xixiz"jawabku sambil tertawa kecil.


" it's okay oppa"kataku sambil duduk di sofa lobi yang ruangannya terbuka dan langsung menghadap di atap gedung² pencakar langit.


"mulai sajA detektif jangan basa basi!", printah Nadia sambil meminum sedikit teh yang ada di gelasnya.


" baiklah nona",jawab detektif yang bernama moon soo ji itu.


//**//


"aku tidak percaya ini JHI", kataku sambil mengis.


" kau harus tenang cahagiya!minumlah ini!",kata JHi sambil menyodorkan minumannya dan mengelus pundalku


"baiklah sini!", kata JHi sambil memelukku.


" aku tidak bisa menolak hal ini Jhi",kataku dengan penuh kehisterisan.


Semua orang yang berada di ruangan itu hanya bisa diam melihatku yang histeris itu.Mulai dari Suhin,Ung-jhi,Baekjoon,dan aku sendiri.


Flashback on


"apa jadi pelakunya wanita ini?",

__ADS_1


" apa ini benar Jhi?",tanyaku penuh tidak kepercayaan.


"kau benar,ha benar saja moon so jin?",


" kenapa harus berbohong?",katanya yakin.


"aku tak percaya Jhi bahwa pelakunya Naila kenapa dia?",


" JHi aku ...",kataku sambil menangis sesak.


"kenapa?", kataku yang mulai pingsan.


" Nadia",panggil Jhi sambil menepuk pipiku.


"maafkan aku Jhi aku harus menemui wanita itu untuk menjrbaknya!",


" baiklah tuan moon",


"goodbye",


" nadia",kata Jhi sambil membopongku di kamarku.


flashback off


"hmmm apakah detektif moon sudah menemui wanita itu?", tanya² Jhi sambil merogoh handphonenya.


" hallo pak moon kau sudah bertemu dengannya?",


"aku sudah menemukan rumahnya tapi dia tidak ada!", jawab moon sambil menunjukkan air muka khawatir.


" baiklah kau tahu dia kemana?",


"tidak!",


" baiklah aku akan kesitu!",


"baik Jhi cepatlah!",


" okay",


"aku pergi dulu chagiya!", kata Jhi sambil mengecup keningnku.


" kau mau kemana?",


"aku ingin ke perumah an Naila!",kata Jhi smabli memasukkan handphonenya ke sakunya.


" aku ikut!",


"dan jangan menolak!", kataku padanya sambil mendahuluinya.


" baiklah chagiha tunggu!",

__ADS_1


"cepatlah Jhi",


"


__ADS_2