Arti ?

Arti ?
Chapter 3.


__ADS_3

Karena Setyaki sering datang ke rumah Verina dan dia juga sering bertemu dengan orang tua Verina sehingga Setyaki juga akrab dengan mereka terutama ibunya Verina, bahkan jika dalam satu minggu Setyaki tidak datang ke rumah Verina sekalipun pasti ibunya Verina menanyakan Setyaki dan terkadang malah menelepon Setyaki dan bertanya mengapa dia tidak pernah main ke rumah Verina. Setyaki sebenarnya merasa senang karena bisa akrab dengan keluarga Verina, tapi di satu sisi juga Setyaki merasa agak risi. Verina juga semakin lama seolah semakin mengekang Setyaki, jika Setyaki terlambat membalas pesan Verina maka Verina akan marah kepada Setyaki, dan jika Verina melihat Setyaki dang berbicara dengan salah satu teman perempuannya, Verina juga akan marah kepada Setyaki.


Perlahan Sikap Verina membuat Setyaki merasa sangat tidak nyaman karena merasa seperti di kekang. Bahkan Verina sekarang menjadi semakin rewel dan manja kepada Setyaki dan seolah menyita waktu Setyaki. Saat itu Setyaki mulai berpikir jika berpacaran itu ternyata cukup merepotkan. Semakin lama Setyaki menjadi semakin risi dengan Verina dan membuat Setyaki bingung dengan apa yang harus dia lakukan, akhirnya Setyaki menemui Riska dan berniat untuk bercerita tentang hubungannya dengan Verina karena Setyaki dan Riska cukup akrab dan Riska adalah salah satu teman Verina.


Setyaki menemui Riska dan mengajaknya mengobrol lalu Setyaki menceritakan semua keresahannya tentang hubungannya dengan Verina, lalu setelah itu Riska memberi saran kepada Setyaki untuk berbicara dengan Verina dan memintanya untuk tidak terlalu mengekang Setyaki, namun Setyaki merasa jika dia melakukan hal itu hasilnya akan percuma, yang ada malah Verina akan marah kepada Setyaki. Akhirnya Setyaki memiliki ide untuk mengacuhkan Verina saat dia marah, awalnya Riska melarang ide Setyaki namun Setyaki juga tidak memedulikan larangan dari Riska.

__ADS_1


Hari itu Verina kembali marah kepada Setyaki karena Verina mendapat laporan jika Setyaki dan teman temannya nongkrong hingga larut malam, karena Setyaki adalah orang yang tidak suka berdebat akhirnya Setyaki memutuskan untuk diam saja dan mengacuhkan Verina dan Verina tetap saja marah. Dan setelah itu Verina juga mengetahui jika Setyaki sering berbalas pesan dengan beberapa perempuan dan hal itu membuat Verina marah, namun Setyaki kembali tidak memperdulikan Verina. Dan sekarang Setyaki sangat sering mengacuhkan Verina jika dia sedang marah-marah, dan tidak hanya berhenti di situ, Setyaki sekarang tidak pernah membalas pesan Verina jika Verina sedang marah-marah melalui pesan, Setyaki juga mulai malas untuk datang ke rumah Verina.


Perlahan Verina mulai menyadari perubahan sikap Setyaki, dan Verina mulai merasa jika sekarang Setyaki mulai menjauhinya, dan akhirnya Verina menceritakan tentang hubungannya dengan Setyaki yang mulai merenggang kepada teman-temannya. Di saat itu Riska menceritakan kepada Verina jika Setyaki pernah menemui Riska dan mengajaknya berbicara, saat Verina mendengar jika Setyaki mengajak Riska untuk bertemu hal itu membuat Verina terlihat kesal, namun Riska meminta Verina untuk tenang dulu dan tidak langsung marah, Riska menjelaskan jika Setyaki menemuinya untuk bercerita tentang hubungannya dengan Verina, Riska menceritakan jika Setyaki merasa risi karena sikap Verina yang terlalu mengekangnya dan Setyaki merasa tidak nyaman karena dia seperti kehilangan kebebasannya.


Hari itu Verina mengirim pesan kepada Setyaki, meminta Setyaki untuk datang menemui Verina di taman kota sore nanti, namun Setyaki berkata kepada Verina jika dia tidak bisa datang karena dia sedang ada urusan di bengkel. Setyaki memang sering datang ke bengkel motor yang ada di dekat rumahnya, bengkel itu bukanlah bengkel motor resmi, bengkel itu hanya bengkel motor kecil, di sana Setyaki membantu pemilik bengkel itu karena pemilik bengkel itu tidak memiliki pegawai, di satu sisi Setyaki juga ingin belajar tentang mesin, jadi Setyaki membantu di bengkel itu meskipun tidak di bayar namun hal itu tidak menjadi masalah bagi Setyaki, karena Setyaki berniat untuk belajar tentang mesin di sana, meskipun begitu namun sesekali pemilik bengkel itu memberi uang kepada Setyaki. Verina kembali marah kepada Setyaki karena Setyaki tidak mau menemuinya, dan Setyaki kembali mengacuhkan Verina yang marah-marah melalui pesan, Setyaki mengabaikan pesan dari Verina.

__ADS_1


Akhirnya sore itu Verina dan beberapa temannya datang menemui Setyaki yang sedang di bengkel dan kedatangan Verina beserta temannya membuat Setyaki terkejut, Setyaki bertanya kepada Verina mengapa dia datang kesini dan Verina yang melihat ada cukup banyak orang di bengkel itu mungkin dia agak merasa malu dan Verina berkata “Engga, Cuma mau liat kamu saja, sekalian lewat.” Setyaki meminta Verina untuk pulang karena saat itu Setyaki sedang sibuk dan merasa tidak enak karena di sana ada banyak teman Setyaki dan ada beberapa pelanggan yang sedang menunggu motornya untuk di perbaiki, dan setelah sedikit berbicara dengan Setyaki, akhirnya Verina dan teman-temannya pergi, setelah mereka pergi Setyaki di ejek oleh beberapa temannya yang sedang nongkrong di bengkel dan pemilik bengkel juga mengejek Setyaki “Pacarnya kangen itu” ucap pemilik bengkel, dan teman-teman Setyaki tidak berhenti meledek Setyaki.


Malam itu adalah malam minggu, dan saat itu Setyaki sedang bersantai di kamar karena saat itu masih sekitar pukul 19:00, lalu Verina menelepon Setyaki dan Setyaki mengangkat telepon itu, Verina berkata jika dia sedang berada di gang dekat rumah Setyaki dan meminta Setyaki untuk segera datang menemuinya, Setyaki saat itu terkejut mendengar jika Verina sedang berada di gang dekat rumahnya, akhirnya Setyaki segera bergegas menemui Verina. Sesampainya di sana, Setyaki menanyakan untuk apa Verina datang kesini, dan Verina berkata jika dia ingin mengajak Setyaki untuk jalan, akhirnya Setyaki menerima ajakan Verina dan Setyaki akhirnya meminta Verina untuk menunggunya di situ karena Setyaki akan berganti pakaian sebentar. Setalah berganti pakaian akhirnya Setyaki dan Verina pergi berdua, “Mau jalan ke mana?.” Tanya Setyaki dan setelah itu Verina berkata “Ke taman kota yuk.” Akhirnya mereka pergi ke taman kota


Sesampainya di sana Verina mengajak Setyaki untuk membeli beberapa camilan dan minuman lalu setelah itu mereka berdua duduk di kursi taman itu sambil berbicara. “Kamu kok sekarang jadi cuek sih.” Ucap Verina, dan saat itu Setyaki sejenak terdiam lalu “Engga kok, emang kenapa?.” Ujar Setyaki. Verina membicarakan tentang hubungan mereka hingga akhirnya Setyaki mengatakan semua keresahannya kepada Verina, Setyaki berkata jika dia tidak suka di kekang, dan Setyaki berkata jika Verina itu sangat rewel dan cerewet, dan karena Setyaki malas untuk berdebat makanya dia sering mengacuhkan Verina jika Verina marah ataupun cerewet. Saat itu Verina terlihat agak sedih dan terlihat merasa bersalah, Verina meminta maaf kepada Setyaki karena selama ini dia sudah mengekang Setyaki dan Verina juga berjanji jika dia tidak akan terlalu mengekang Setyaki lagi, namun Verina meminta Setyaki untuk tidak lagi acuh kepadanya, Verina berkata “Aku sayang banget sama kamu, kamu jangan cuek lagi ya!.” Ucap Verina.

__ADS_1


__ADS_2