Arti ?

Arti ?
Chapter 7.


__ADS_3

Keesokan harinya saat Setyaki baru saja tiba di sekolah, dia mendengar beberapa orang membicarakan tentang beberapa orang yang menjadi tersangka dalam kejadian itu sudah berhasil di amankan oleh pihak kepolisian. Saat mendengar berita itu Setyaki semakin merasa ketakutan karena dia takut jika berita itu benar dan mereka yang sudah tertangkap membocorkan siapa saja yang terlibat dalam kejadian itu maka Setykai juga akan di tangkap. Setyaki duduk sambil melamun di kursinya karena dia merasa jika dia juga akan tertangkap, saat Setyaki sedang duduk sambil melamun, tiba-tiba saja Riska duduk di sampingnya dan saat itu Riska bertanya “Kenapa?, kok kamu terlihat pucat begitu?.” Sambil Riska menepuk pundak Setyaki, dan saat itu juga Setyaki melihat ke arah Riska dengan tatapan yang sangat dingin dan hal itu membuat Riska merasa ketakutan saat melihat Setyaki. Setelah melihat tatapan Setyaki yang sangat dingin dan menyeramkan, akhirnya Riska bergegas untuk pergi karena merasa sangat takut.


Setyaki terlihat sangat dingin dan menyeramkan selama di sekolah, bahkan teman temannya tidak ada yang berani mengganggunya karena saat mereka mencoba untuk mengajak Setyaki berbicara dan Setyaki selalu memperlihatkan tatapan yang sangat mengerikan dan hal itu membuat mereka semua takut untuk berbicara dengannya. Sepulang sekolah Verina menunggu Setyaki di dekat sekolah dan saat dia melihat Setyaki dia memanggilnya. Setyaki tetap berjalan tanpa memedulikan panggilan dari Verina hingga akhirnya Verina menghampiri Setyaki dan menarik tangannya dan saat itu Setyaki melihat ke arah Verina. Sama seperti yang lainnya, Setyaki menatap Verina dengan tatapan yang sangat mengerikan dan sangat dingin. Saat melihat Setyaki yang sangat mengerikan, Verina merasa takut namun Verina tidak pergi meninggalkan Setyaki seperti yang lainnya, Saat itu juga Verina langsung memeluk Setyaki dan Setyaki hanya diam saja di peluk oleh Verina.

__ADS_1


Setyaki mulai mendengar suara tangisan dan saat itu dia melihat Verina yang sedang memeluknya, Setyaki mencoba melepas pelukan Verina dan setelah pelukannya terlepas Setyaki melihat Verina yang sedang menangis. Melihat hal itu Setyaki merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena dia melihat Verina menangis di depannya secara langsung, Setyaki masih belum terlalu memahami apa yang sudah terjadi, namun yang dia rasakan saat itu adalah rasa sedak di dada karena melihat Verina menangis di hadapannya. Setyaki memeluk Verina dan mengusap kepalanya “Sudah, jangan lagi menangis.” Ucap Setyaki. Beberapa orang yang melihat hal itu terdiam namun mereka melihat tatapan Setyaki sudah tidak mengerikan seperti tadi, Setyaki sudah terlihat seperti biasanya. Riska mendekati Setyaki yang sedang memeluk Verina dan berkata “Jangan di sini kalo mau pelukan, malu di lihat yang lain!.” Saat itu juga Setyaki melepas pelukannya dan Verina berusaha mengusap air matanya.


Saat itu juga Setyaki belum menyadari apa penyebab Verina menangis, saat itu Setyaki membantu mengusap air mata Verina dan setelah itu meminta Riska untuk mengajak Verina Pulang. Setelah Riska dan Verina berjalan pulang, saat itu Setyaki menghampiri teman temannya yang sedang menunggunya, lalu Bimo memberinya sebatang rokok dan setelah itu mereka semua pulang bersama karena rumah mereka satu arah. Sesampainya di rumah Setyaki duduk bersantai sambil memikirkan apa yang membuat Verina menangis hingga akhirnya dia memutuskan untuk bertanya kepada Riska, Setyaki langsung menghubungi Riska melalui ponselnya dan menanyakan mengapa Verina menangis?. Riska menceritakan semuanya yang terjadi di sekolah tadi dan Setyaki yang mendengarkan cerita Riska merasa tidak percaya jika yang membuat Verina menangis adalah dirinya sendiri. Setelah menceritakan kejadian di sekolah tadi, Riska menanyakan apa yang sebenarnya Setyaki pikirkan sehingga dia menjadi seperti itu, namun Setyaki tidak menjawab pertanyaan Riska dan Setyaki langsung mematikan panggilan telepon itu.

__ADS_1


Malam itu Setyaki menjemput Verina dan mengajaknya untuk jalan berdua, mereka pergi ke taman biasanya. Di taman itu Setyaki kembali meminta maaf atas kejadian tadi siang, Verina berkata jika itu bukanlah hal yang perlu di pikirkan, saat itu Verina juga menanyakan mengapa Setyaki tadi siang terlihat seperti itu?. Setyaki berkata jika dia tidak ingin membahas tentang hal itu, dan akhirnya mereka membicarakan hal lain dan tangan Setyaki selalu memegang tangan Verina saat itu seolah dia tidak ingin melepaskan Verina. Setelah cukup lama mereka mengobrol dan bercanda, dan waktu pun sudah mulai malam akhirnya Setyaki mengajak Verina untuk pulang. Setelah mengantar Verina pulang saat Setyaki akan pergi, Verina menahan Setyaki sejenak dan meminta Setyaki untuk langsung pulang dan tidak keluar main, karena sudah malam dan anginnya cukup kencang, Verina berkata jika dia tidak ingin Setyaki sakit. Saat itu Setyaki tersenyum lalu mencium bibir Verina dan setelah menciumnya Setyaki berkata “Oke siap ibu negara!.” Ucap Setyaki sambil tersenyum.


Saat di perjalanan pulang, Setyaki di hentikan oleh Gerry dan saat itu juga Setyaki langsung berhenti. Gerry meminta Setyaki untuk mengikutinya ke marakas dan Setyaki mengiyakan ajakan Gerry. Sesampainya di markas Setyaki menanyakan kepada Gerry tentang siapa saja yang tertangkap dan apa yang harus dia lakukan sekarang. Gerry meminta Setyaki untuk tetap tenang karena teman temannya tidak akan melibatkan Setyaki dan Bimo karena mereka sudah membuat perjanjian jika mereka tidak akan melibatkan anak-anak SMP jika mereka tertangkap, Gerry juga berkata jika dia menitipkan Distrik 7 kepada Setyaki karena Gerry dan beberapa lainnya ingin pergi melarikan diri dari kota itu. Setyaki terkejut dengan apa yang sudah di katakan oleh Gerry, Setyaki menanyakan apakah Gerry akan pergi untuk waktu yang lama?. Gerry masih belum bisa memperkirakannya, Gerry berkata jika Setyaki sekarang boleh menggunakan markas ini karena semua anggota geng Distrik 7 yang di pimpin oleh Gerry akan pergi semua dan Gerry berkata “Sudah waktunya generasi baru yang melindungi Distrik 7.”

__ADS_1


Setelah mengatakan beberapa pesan kepada Setyaki, Gerry segera bergegas untuk pergi dan Gerry meminta Setyaki untuk tidak melanjutkan perseteruan antara Distrik 7 dan Distrik 2 karena Gerry dan yang lainnya sudah membuat perjanjian damai antara Distrik 7 dan Distrik 2 jadi mereka tidak memiliki alasan lagi untuk berseteru.


__ADS_2