
Keesokan harinya saat di sekolah hampir seluruh murid di sekolah itu membicarakan tentang tragedi waktu itu dan banyak dari mereka yang menanyai Setyaki tentang kejadian itu, Setyaki terus mengelak dan berkata jika dia tidak tahu tentang apa yang terjadi dan dia tidak terlibat dalam kejadian itu. Beberapa orang mempercayai jika Setyaki tidak terlibat dalam masalah itu namun beberapa lainnya tidak percaya jika Setyaki tidak terlibat, karena menurut berita yang tersebar jika yang melakukan penyerangan itu adalah geng dari Distrik 7. Setyaki meminta Bimo, Dani dan beberapa temannya yang mengetahui kejadian itu agar mereka tetap merahasiakannya karena banyak polisi yang sedang mencari pelaku dari kejadian itu.
Saat jam istirahat, Setyaki di datangi oleh salah satu gurunya yaitu Bu Rahma. Bu Rahma meminta Setyaki untuk mengikutinya ke ruangannya, saat itu juga Setyaki merasa sangat panik karena Setyaki memperkirakan jika Bu Rahma akan menanyakan soal kejadian itu. Sesampainya di kantor Bu Rahma Setyaki langsung duduk di kursi dan saat itu Setyaki merasa panik dan bingung. “Kamu ikut terlibat dalam penyerangan itu ya?.” Ucap Bu Rahma bertanya Kepada Setyaki, Setyaki berkata jika dia tidak terlibat dalam kejadian itu, Bu Rahma tidak mempercayai perkataan Setyaki dan Bu Rahma terus mendesak Setyaki memaksanya untuk mengakui perbuatannya, namun karena Setyaki terus mengelak dan tidak mau mengaku akhirnya Bu Rahma berkata “Bimo sudah cerita semuanya kok ke saya jadi kamu jangan bohong, kamu sama Bimo ikut terlibat kan?.”
__ADS_1
Akhirnya Setyaki mengakui jika dia terlibat dalam masalah itu dan Setyaki meminta Bu Rahma untuk tidak mengatakan kepada siapa-siapa jika dia terlibat dalam kejadian itu. Saat itu Bu Rahma memberi nasehat kepada Setyaki agar dia tidak lagi terlibat dengan hal seperti itu karena sangat berbahaya untuk Setyaki, Setyaki mendengarkan nasehat Bu Rahma dan mengakui kesalahannya. Bu Rahma adalah guru yang paling muda di sekolah Setyaki dan Bu Rahma adalah satu satunya guru yang dekat dengan Setyaki. Bu Rahma sangat mengerti segala hal tentang Setyaki dan Setyaki adalah murid kesayangan Bu Rahma, Bu Rahma mengakui jika sebenarnya Setyaki adalah anak yang sangat unik dan pola pikirnya tidak seperti teman – teman yang lainnya, Beliau juga mengakui jika Setyaki sebenarnya pintar namun dia sangat bergantung dengan suasana hatinya yang sangat tidak stabil, hal itu di buktikan dengan nilai pelajarannya Setyaki. Saat suasana hatinya sedang senang maka dia bisa mengerjakan soal yang di berikan dengan sangat mudah dan cepat, namun jika suasana hatinya sedang tidak bagus, Setyaki lebih suka menyontek dari murid lain.
Setyaki pintar dalam bahasa inggris, dan dia juga pintar dalam pelajaran sejarah, fisika dan teknologi informasi. Selain itu nilai dalam mata pelajaran olahraga juga bagus, dia ahli dalam bermain sepak bola, voli, basket dan bisbol, selain itu dia juga ahli dalam hal berenang. Dia selalu bisa menirukan apa yang di lakukan orang lain dalam satu kali melihat. Akhirnya Bu Rahma berjanji dia tidak akan mengatakan kepada orang lain jika Setyaki terlibat dalam kejadian itu, namun Bu Rahma meminta Setyaki untuk tidak lagi terlibat dalam hal seperti itu karena sangat membahayakan dirinya. Akhirnya setelah mengobrol dengan Bu Rahma akhirnya Setyaki kembali berkumpul dengan yang lainnya, teman – teman Setyaki menanyainya mengapa dia di panggil oleh Bu Rahma “Biasa di marahi karena aku tidak mengerjakan tugas.” Ucap Setyaki kepada teman temannya.
__ADS_1
Riski tertawa melihat Setyaki yang sedang berbicara dengan Verina, setelah mengobrol sebentar dengan Verina akhirnya Setyaki segera membongkar motor Verina dan Eka dan segera menyervisnya. Riski menghampiri Setyaki lalu memberikan Setyaki sebotol minuman dingin sambil berkata “Semangat ya, di tunggu pacarnya tuh.” Ucap Riski, Setyaki mengambil minuman itu sambil tersenyum dan berkata “ada-ada saja.” Ucap Setyaki. Setelah Setyaki selesai menyervis motor Verina dan Eka, lalu mereka menanyakan berapa ongkos untuk servis motornya “Tanya sama yang punya bengkel aja.” Ucap Setyaki sambil menunjuk ke arah Riski. Setelah Verina dan Eka membayar ongkos servis motor itu Verina memberikan sebungkus rokok kepada Setyaki “Ini buat kamu, aku di kasih uang lebih kok sama ibu aku.” Ucap Verina. Riski yang melihat hal itu “Wah di kasih bonus sama pacarnya.” Ucap Riski sambil tersenyum. Setelah itu akhirnya Verina, Eka dan teman temannya pulang dan setelah mereka pulang Riski mulai bertanya kepada Setyaki “Pacar kamu yang tadi kasih rokok ke kamu?.” Ucap Riski.
“Iya, memangnya kenapa?.” Ucap Setyaki, Riski kembali menjawab “Cantik ya!.” Ucap Riski. Lalu Setyaki kembali menjawab “Engga ah, biasa saja.” Sambil tersenyum, lalu Setyaki segera membongkar motor yang lainnya, sambil membongkar motor sambil mereka mengobrol, dan Riski selalu menggoda Setyaki dengan membicarakan Verina dan teman temannya yang tadi datang. Sore hari tiba dan saat itu jam tutup bengkel dan Setyaki juga sudah selesai membetulkan beberapa mesin, Setyaki segera membereskan alat-alat yang tadi dia gunakan dan merapikannya, lalu setelah itu membersikah bengkel lalu Setyaki berpamitan untuk pulang namun sebelum pulang dia lagi-lagi di beri uang oleh Riski karena hari ini bengkel sangat ramai dan Setyaki sudah bekerja keras hari ini meskipun dia datang siang karena dia pagi hingga siang sekolah. Sesampainya di rumah Setyaki segera mandi membersihkan dirinya dan setelah itu segera makan karena dia sudah sangat lapar karena seharian dia belum makan dan pagi tadi dia lupa untuk sarapan.
__ADS_1
Setyaki masih belum berani untuk keluar malam karena dia masih takut karena sejak kejadian itu, polisi semakin sering berpatroli. Malam itu Setyaki bermain permainan di komputernya sambil berkirim pesan dengan Verina dan yang lainnya lewat ponselnya. Malam itu Bimo menelepon Setyaki dan berkata jika dia sudah di depan rumah Setyaki, Setyaki segera ke depan rumah menemui Bimo dan segera mengajaknya masuk ke dalam. Siang tadi Bimo sudah meminta izin kepada Setyaki jika malam ini dia ingin menginap di rumah Setyaki karena Bimo merasa bosan di rumah dan bimo juga sudah membawa seragam sekolah yang akan dia gunakan besok dan membawa buku pelajaran untuk besok. Setyaki juga sudah meminta izin kepada orang tuanya jika Bimo akan menginap malam ini dan orang tua Setyaki memperbolehkannya. Bimo mengobrol dengan Setyaki tentang kejadian waktu itu dan Bimo mengeluh karena setelah kejadian itu mereka tidak bisa bebas keluar rumah karena takut ada banyak polisi yang berpatroli. Setyaki dan Bimo mengobrol hingga larut malam dan akhirnya mereka tidur.